Lakso - Rice Noodle With Yellow Coconut Milk Palembang Style

Lakso ini merupakan salah satu varian mie beras versi Palembang. Biasanya dibuat dalam skala rumahan. Dahulu, nyai saya suka jualan lakso, burgo atau jajanan pasar palembang lainnya. Membuatnya dini hari, ntar dijual paginya. Jadi benar-benar fresh dan tidak berpengawet. Walau secara rasa mirip dengan burgo, dan kuah mirip celimpungan. (nggak mirip ding,tapi sama karena bahannyanya sama) tetapi perbedaan dari segi bentuknya saja. Seperti halnya mie beras pada umumnya, maka seperti itulah lakso. Lakso dengan ujung pengucapan menggunakan huruf " O" berbeda dengan Laksan. Makanan Indo kan rata-rata begitu tinggal variasikan bentuk, kuah lalu namanya lantas berubah😁. Nah begitulah dengan Lakso ini, kuahnya adalah kuah laksan /celimpungan dari santan kelapa dengan kaldu udang atau ikan tapi berbahan beras dan berbentuk mie. Rasa mienya kenyal sedikit lembut, kenyal dan dimakan  dengan kuah gurih rasa udang atau ikan sambil ditemani sambal. Lemak nian (enak sekali)

Untuk membuat lakso diperlukan cetakan khusus. Dahulu kami menggunakan semacam alat dari besi dan  besar sekali.  Cetakan ini  setinggi pinggang orang dewasa dengan tuas dan cading besi, di ujung cetakan ada lubang piringan besi untuk keluarnya mie. Perlu tenaga kuat untuk menggerakan tuas yang akan menekan adonan melewati piringan berlobang-lobang itu. Dan saat sudah keluar akan segera dipotong dan masuk ke dalam panci dalam air panas mendidih. Kalau nyai sudah membuat lakso, anak laki-lakinya (ayah dan paman saya) akan menekan tuasnya dan nyai akan segera memotog mie beras yang keluar. Biasanya dalam gerakan cepat. Tuas diturunksan, mie terpotong akan langsung masuk ke panci yang dipanaskan dari perapian kayu atau minyak tanah.

Tuas yang besar dari  besi asli pula tentulah tak kuat di gerakkan anak kecil macam saya dahulu. Jadi kalau nyai buat paling saya bisa lihat dari kejauhan. Nggak boleh juga mendekat, mungkin khawatir masuk ke panci 😁.Nah sekarang semua peralatan sudah simple, ringan dan mudah digunakan. Tak perlulah harus mengerahkan tenaga seperti samson hanya untuk menurunkan tuas itu ke atas dan kebawah yang lengah sedikit badan kita yang terangkat😔
Cetakannya sekarang kebanyakan dari kuningan yang digunakan untuk membuat getuk lindri, putu mayang, pempek keriting, tapi cetakan oxone untuk kue kering ini juga bisa digunakan dengan sedikit kreatifitas. Lubang bulat-bulat itu (ring dengan banyak lubang) tidak menjadi bawaannya saat membeli, tetapi hanya lubang satu saja. Kan lama kalau mau buat, ya udah berbekal plastik tebal /packing pompa, lalu di bor sekelilingnya dan cetakan lakso pun ada. Hehehe. Nggak mau ribet, bisa beli versi kuningan di online shop untuk membuat putu mayang, atau getuk lindri.

Sudah hampir seminggu nggak update blog, karena kami sekeluarga gantian saja sakitnya karena kabut asap yang semakin pekat. Alhamdulillah hujan tadi turun lumayan deras, dan udara menjadi segar, bersih dan tak pekat lagi. Sudah hampir 2 mingguan ini udara fluktuatif ke arah tidak sehat. Sejak satu minggu yang lalu gantian saja baik saya ,thiya yang sakit. Minggu lalu tanpa sebab thiya demam 2 hari tanpa ada jedah untuk turun. Nggak jauh2 dari gendong dan kompres, saat demam turun  disusul pilek batuk, diare. Jadi pasca demamnya turun, saya kurung dalam rumah. Udara benar-benar tidak bersahabat dengan batita sekarang. Tapi bundanya janji, kalau hujan turun thiya bisa main sepuasnya. Pas hujan turun girang sekali thiya walau hujannya cuma 5 menit saja. Alhamdulillah selama beberapa hari udara lumayan bersih, tetapi 3 hari terakhir tidak lagi, nah sekarang turun lagi hujan  sekitar 1 jam an. udara benar-benar bersih dan semoga ini berlangsung selamanya. 

Kabut asap benar-benar nightmare untuk saya, 4 tahun lalu terjadi hal yang serupa saat thiya lahir. Bayi thiya harus masuk perinalogi selama 10 hari. Saya yang sedang hamil besar menjelang melahirkan mengira kalau baju yang basah karena udara yang panas ehh tahunya ketuban merembes tanpa saya sadari. Baru mau keluar RS, Kabut asap ternyata berbahaya bagi bayi. Anak saya kudu diberi selang oksigen dahulu beberapa hari. Ohh no. 😓

Kembali ke postingan saya ini. Sukanya saya sama lakso adalah makaan ini benar-benar free gluten. Mengandalkan tepung beras dan tepung sagu. Tak ada komposisi terigu. Karena dahulu, terigu yang merupakan produk luar tak sebanjir sekarang di pasaran. Untuk kuah, silahkan modif sesuai selera. Nggak suka santan, ganti susu saja. Alergi susu sapi bisa ganti susu almond, kedelai atau susu kambing. Seperti Soto Betawi kan semula dari santan kelapa, lalu penciptanya mengganti dengan susu karena saat itu kehabisan santan. Kadang kreasi enak bermula dari ketidaksengajaan bukan. Selama tidak dicoba kita nggak pernah tahu hasilnya. Tapi resep ini menggunakan santan kelapa, seperti halnya resep asli di keluarga saya. Dan berikut resepnya

Lakso - Rice Noodle With Yellow Coconuts Milk Palembang Style

Untuk 2 porsi (5 - 6 pcs mie beras)
Bahan
125 gram tepung beras
25 gram sagu/tapioca
125 air mendidih
125 air biasa
1sdt garam
1/2 sdt kaldu jamur/penyedap rasa (optional)

Bahan Kuah
250 ml santan sedang
250 ml air matang
50 gram udang kupas
1 batang serai memarkan
2 daun salam
2 cm lengkuas, geprek
2 sdt garam
1 sdt gula pasir
1 sdt kaldu jamur/penyedap rasa (optional, saya tidak pakai)

Bumbu halus kuah
6 pcs Bawang merah
3 pcs Bawang Putih
2 cm  kunyit (1/2 sdt kunyit bubuk)
1/2 sdm  ketumbar
4 pcs Kemiri

Cara membuat mie lakso
  1. Didihkan air, masukkan tepung beras ke dalam wadah lalu tuang air mendidih. Aduk cepat.Tunggu sedikit hangat
  2. Tambahkan sagu, garam dan penyedap rasa (jika pakai), aduk rata
  3. Tambahkan air biasa, aduk hingga menggumpal dan rata.
  4. Ambil cetakan masukkan adonan ke dalam cetakan, lalu cetak pada selembar daun pisang ,atau loyang yang dioles minyak. Saya memilih mencetak menggunakan daun pisang agar tidak lengket dan gampang di pindahkan ke piring. 
  5. Siapkan dandang, panaskan air. Kukus mie lakso hingga matang sekitar 10 -15 menit. 
  6. Sajikan lakso bersama kuahnya, beri taburan bawang goreng dan sajikan dengan sambal merah

Kuah Santan :
  1. Persiapan semua bumbu halus dan blender dengan sedikit air
  2. Tumis bumbu halus hingga harum. Aduk rata
  3. Matikan kompor, masukkan udang ke dalam gelas blender, lalu blender hingga halus. 
  4. Tambahkan udang giling, lengkuas,sereh , daun salam ke dalam kuali lalu tambahkan santan cair, masak sampai mendidih dan udang matang. 
  5. Tambahkan garam, gula. Koreksi rasa. 
  6. Siap disajikan bersama lakso

Selamat mencoba The Secret Ingredient Is Always Love Denia Kitchen

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ke sini dan mau meninggalkan komentar manis atau pertanyaan di sini. Komentar promosi produk dan jualan tidak akan saya tampilkan ya, begitu juga dengan nama URL yang saru. Dan untuk yang berkomentar anonymous mohon cantumkan nama ya biar saya tahu yang berkomentar siapa kan enak jadi bisa panggil mas atau mba. Terima kasih.