Resep Bingka Nangka - Jackfruit Tradisional Cake Bingka

Olahan nangka lagi teman-teman, Masih dari pohon yang sama dan buah yang berbeda. Pokoknya setiap buah yang jatuh dari pohon, daripada mubazir. Saya ambil dan dikupas. Yang tak layak makan dibuang dan yang bagus saya bersihkan dan dibuang bijinya dan segera masuk freezer. Kapanpun mood masak datang, saya bisa olah menjadi cake favorit saya. Hari ini masak bingka nangka. Sama seperti bingka pisang yang pernah saya posting disini Bingka Pisang. Kali ini bahan bakunya saya ganti dengan nangka dan bahan lainnya mengikuti. Saya dua kali mencoba, ini yang kedua dan saya nilai rasanya lumayan enak. Pertama kali saya ikuti resep yang ada di Ig, malah nggak suka sama tekstur dan rasanya. 

Pernah nggak mencoba masak Banana Bread?. Menurutku ini mirip ya. Kalau di Indonesia namanya Bingka, kalau diluar negeri menjadi Jackfruit Bread (mungkin ya). Soalnya teksturnya padat, tidak berpori selayaknya cake. Mirip seperti Banana Bread yang lebih padat, berbeda dengan Banana Cake yang lembut dan berongga. Maksa ? Maafkanlah. Bingka nangka ini bisa dipanggang dengan cetakan kue lumpur dan namanya menjadi kue lumpur nangka kali ya, hehe. Ataupun dipanggang dengan oven. Saya sebagian dengan cetakan kue lumpur sisanya dioven. Karena mengejar waktu untuk cemilan thiya. Kalau dioven, kan lama. Sedangkan thiya sudah tanyai terus kapan jadinya. Sehingga saya buat 2 saja alat pemanggangnya. Alhamdulillah anak saya suka. 

Tapi komplain datang dari suami, karena saat bingka sudah dingin dan dimakan akan meninggalkan rasa lengket di gigi. Lengketnya bukan karena getah yang kurang bersih ya, tapi memang tekstur bingkanya yang padat, lembut tapi kalau dimakan dalam keadaan dingin, apalagi dari kulkas akan menempel di gigi, tak seperti jenis seperti chiffon, atau pound cake. Emang pak suami kurang doyan makanan tradisional macam ini. Padahal baik bingka pisang, bingka singkong memang seperti itu teksturnya. Cuma kalau bingka nangka lengketnya di gigi. Atau mungkin komposisi resep saya belum ok. Next time saya coba lagi
Gunakan nangka yang manis ya, agar lebih enak. Kalau nangka nya mengkal, walau sudah kuning kurang enak untuk di buat cake. Biasanya nasib nangka mengkal akan menjadi keripik nangka, hehehe. Karena bukan metode vacuum frying , tampilannya tidak eye cathcing, sehingga saya tidak tampilkan di blog. Tapi rasanya enak. Saya suka. Pohon nangka di depan rumah saya ini , memang rasanya manis dan aromanya harum sekali. Dan juga buah ini tidak terlalu mahal ya dipasar. Dapatnya banyak lagi. Nggak terlalu membebani keuangan kalau sering masak pakai buah ini. Menjadi ibu rumah tangga dengan gaji suami yang pas-pasan, terkadang kita harus pintar mengatur keuangan. Agar akhir bulan masih tersisa uang. Syukur-syukur bisa ditabung. 

Saya memang menabung di akhir, bukan di awal waktu. Stress saja menabung dia awal, lalu dipaksakan menu harian menyesuaikan dengan uang ditangan. Karena  bahan baku disini variatif di tanggal dan waktu tentu. Sebagai contoh ikan sungai seperti baung akan murah sekali di bulan-bulan penghujan. Stoknya melimpah. Saya suka beli banyak dan dikemas di freezer. Begitupun udang. Kalau musim panen, harganya murah sekali. Dan suka saya kemas perporsi atau saya buat udang kering banyak sekali.. Jadi kalau harga udang seperti bulan ini yang muahal. kami bisa tetap makan bergizi. Seperti itu juga labu kuning. Kalau lagi panen, masyaallah murah sekali. Ada di bulan-bulan tertentu yang pengeluaran boros, dan di bulan-bulan lainnya datar. Di atur ritmenya agar 1 tahun bisa tetap menabung. Insyaallah. Syukur-syukur bisa terbeli sesuatu tanpa riba. Itu cita-cita kami. Aamiin. Curcol saya, jadi dengan cara apa teman-teman menabung?Kalau boleh tahu share ya. Dan ini resepnya ya. Sorry kepanjangan intermezonya

Bingka Nangka 

Untuk loyang 20x20 cm ( saya loyang 20 x 10 cm, sisa adonan saya panggang dengan menggunakan cetakan kue lumpur)

Bahan:
400 gram nangka
1 sdt garam
350 gram terigu protein rendah /sedang
1/2 sdt  vanili bubuk
150 gram gula pasir
2 butir telur ayam, kocok lepas
80 ml susu kental manis
400 ml santan sedang
2 tetes pewarna kuning (optional)

Topping
Potongan buah nangka

Cara membuat:
  1. Panaskan oven, set di suhu 180'C. Olesi loyang dengan mentega, dan alasi dengan baking paper. saya dengna daun pisang. 
  2. Siapkan wadah blender untuk juice. Masukkan nangka, santan. Mixer hingga nangka halus. 
  3.  Tambahkan telur. Mixer hingga halus dan smooth. 
  4. Siapkan wadah, Pindahkan konsentrate ke dalam wadah,  tambahkan garam, vanili bubuk, skm, dan gula pasir.  Aduk rata. Tambahkan terigu. Aduk rata.
  5. Tuangkan adonan ke dalam loyang. Beri potongan nangka yang dipotong dadu. Panggang selama 50 -60 menit hingga permukaannya berwarna kecoklatan dan ketika lidi kita tusukkan ke tengah adonan tidak ada adonan yang menempel di lidi.  Dinginkan, atau bisa juga dengan menggunakan cetakan kue lumpur yang beralasankan besi dan di panggang hingga matang.
Sajikan
Note :
Saya menggunakan santan yang terbuat dari kelapa parut yang di masak dahulu, lalu di kemas per porsi , seperti postingan saya disini Santan instan ala rumahan

Selamat mencoba The Secret Ingredient Is Always Love Denia Kitchen

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ke sini dan mau meninggalkan komentar manis atau pertanyaan di sini. Komentar promosi produk dan jualan tidak akan saya tampilkan ya, begitu juga dengan nama URL yang saru. Dan untuk yang berkomentar anonymous mohon cantumkan nama ya biar saya tahu yang berkomentar siapa kan enak jadi bisa panggil mas atau mba. Terima kasih.