Pempek Lenjer Rebus - Pempek Original Wong Palembang Tanpa Terigu

Pempek ini adalah adonan basic pempek rebus saya, Kalau mau membuat pempek asli Palembang yang tanpa terigu sama sekai. Hanya menggunakan sagu/tapioka, ikan giling dan air ini dia resepnya. Jika menggunakan proses yang salah, dijamin pempeknya keras, alot atau mentah tengah. Jadi sering kali, orang-orang menambahkan terigu /biang pada proses pembuatannya agar mempermudah pemula untuk membuat pempek. Ciri pempek yang tanpa biang /terigu dan hanya mengunakan sagu saja adalah saat pempek dibelah akan ada guratan/serah halus serta ada bulatan bolong-bolong kecil. Kalau pempek dengan terigu biasanya adonan komplak dan rata tanpa ada guratan atau bulatan kecil. 

Kalau sudah terbiasa makan dan mencicipi pempek asli tanpa terigu dengan kuah cuka kental dan ingin membuat pempek sendiri, bisa  mencontoh resep ini, insyaallah pempek yang dibuat bisa lembut walau tanpa terigu, kejal tapi tidak alot serta tetap lembut walau tak hangat lagi. Adonan pempek ini bersifat basic, jadi bisa digunakan untuk pempek smoked beef yang pernah saya tuliskan disini, atau pempek sosis atau pempek kapal selam. Untuk pempek kapal selam akan saya posting terpisah. 

Awal-awal membuat pempek saya menambahkan air sebanyak 100 gram untuk 500 gram daging ikan, karena belum tahu cara membuatnya tanpa membuat alot atau mentah tengah, sekarang sudah berani sekitar 300 ml air untuk 500 gram daging ikan. Dan menurut saya takaran segini sudah pas sekali. Tidak terlalu kejal atau terlalu lebay rasa ikannya. Jadi kalau dipakai untuk jualan untungnya nggak kecil juga. Sayangnya saya nggak jualan pempek ya, adik saya yang jualan di Palembang. Saya mah buat untuk keluarga kecil saya saja dan suami tercinta ini  yang doyan sekali dan sering nanyain kapan istrinya buat pempek. 

Membuat pempek itu gampang, asal ada daging ikan gilingnya. Disini saya harus memfillet sendiri ikannya dan itu yang membuat saya malas. Walau sesekali saya paksa diri juga untuk memfillet ikan, asal thiya ada yang menemani, saya akan membuat pempek permintaan suami. 
Pempek lenjer rebus dari ikan jolot

Nah dua bulan lalu saya pulang ke Palembang, jadi sebagai oleh-oleh di Lampung. Saya buat sendiri saja pempek lonjer, kulit, krispi dan adaan. Niat hati mau banyak karena kan lebih murah juga hasil buat sendiri, ehh apa daya Jembatan penghubung Pesawaran Ambruk dan menurut berita perbaikan akan berlangsung 45 hari serta Lalu lintas di Alihkan ke Lintas Tengah dan Lintas Barat yang artinya saya harus memutar jauh sekali untuk perjalanan  pulang ke Mataram Udik Lampung Tengah tempat dinas suami. Memikirkan kondisi jalan yang jauh, belum lagi bawaan pakaian dan mainan thiya dan berdua saja dengan thiya membuat saya terpaksa meninggalkan pempek yang sudah jadi ini di rumah Palembang dan membawa secukupnya saja untuk bekal selama perjalanan. Menyisakan cerita tentang 3 kg daging ikan beku yang harus saya ikhlaskan dan saya harus memfillet ikan lagi setidaknya sampai 1 bulan ke depan. 

Padahal saya sudah mempersiapkan ikan beku, gulo batok, pempek yang akan saya pack rapi di wadah plastik, diberi cooling pad juga agar ikan beku tetap beku atau minimal 1/2 mencairnya. Jika dari Palembang saya akan naik Bus PO. Putra Remaja dan melewati Main gate /Pintu gerbang Site Perusahaan Suami kerja setelah 10 jam perjalanan. Saya cukup nyaman dengan memesan 2 tiket bus. Walau bawaan segambreng, dengan pergi diantar Ayah dan saat sampai dijemput suami saya tak terlalu kerepotan. Apalagi  30 menit sebelum tiba, saya akan sms suami untuk jemput. Biasanya suami sudah menunggu kami dan segera menghampiri saat bus menepi. Kerempongan membawa banyak bawaan teratasi dan hanya turun dan naik kendaraan saja. 

Ambruknya Jembatan Pesarawan membuat cerita mudik saya berubah. Ikan dan segala perlengkapan food photography yang dibeli terpaksa ditinggalkan, dan akan dibawa kapan-kapan saja kalau mudik lagi. Mau menambah liburan ke Palembang, kasian sekali suami saya ini. wkwkw. Sudah 1 tahun nggak LDR an, jadi sekalinya kumpul nggak mau jauh-jauhan lagi. Hehehe. 

Seperti saya singgung di pempek Smoked Beef , pempek lenjer rebus ini mensyaratkan agar adonan dingin ya. Lemari es sangat membantu sekali. Kalau dahulu kan lemari es nggak sebanyak sekarang. Orang-orang jaman dulu suka menggunakan "bunga es" pada lemari es. Padahal kan bahaya ya, tapi dahulu nggak tahu . Setelah tahu apek /koko/abang tetangga di depan rumah saya tidak menggunakannya lagi. Beralir ke Air es. Jadi saat saya di ajarkan ya sudah pakai air es. Tapi saya saja yang bandel, nggak terlalu saya perhatikan bagaimana membuatnya. Yang penting enak saja. Nah saat merantau dan menikah baru kelabakan, blog ini saya tulis dengan jelas agar bisa mengingatkan dan menginfokan kepada yang tertarik belajar membuat pempek dengan step dan step sejelas mungkin. 

Pempek lenjer rebus ini, kalau saya lebih suka yang di rebus saja tanpa digoreng. Tapi suami nggak suka. Ya udah digoreng untuk suami, kalau saya tetap yang rebus. Agar pempek tidak mentah tengah, pastikan garam ditambahkan terakhir di pasta ikan. Aduknya sedikit saja, 2 kali aduk sudah cukup. Pasta akan mengental dan tak gampang jatuh 
Walau pempek itu masakan yang sering saya buat, tapi memfotonya dua hal yang berbeda. Single fighter, tangan belepotan membuat saya enggan memfoto step by stepnya. Sehingga pempek rebus ini berasal dari beberapa kali membuat pempek dengan beraneka ragam asal ikan seperti ikan tenggiri, dan ikan jolot. Prosesnya saya buat di palembang, foto akhirnya di Lampung itupun beberapa lenjer saja yang dibawa, sisanya ditinggal di Palembang. 

Pempek lenjer ini bisa di olah menjadi makanan turunan Palembang lainnya seperti Laksan dan Lenggang Telur. Kalau homemade biasanya saya tidak menambahkan MSG/Micin atau kaldu apapun di dalam adonan. Jika akan menambahkan MSG /penyedap rasa, tambahkan sebelum penambahan garam. Pempek buatan saya sering di keluhkan suami, rasanya tidak gurih seperti halnya dia suka beli. Pada awalnya saya pun heran, karena saya masak seperti ini terus, iseng-iseng saya tambahkan Kaldu Jamur tanpa sepengetahuannya dan dia bilang. " Bunda Pempeknya Gurihnya pas, sama loh dengan pempek Vixx yang suka dibeli". Wkwkwkw. Saya baru ngehh. Suami yang suka makan pempek di warung langganannya tentu saja familiar dengan rasa gurih dari Vetsin/Micin/Kaldu jamur/Penyedap apapun yang produsen suka tambahkan.  Jadi boleh saja makanan harian nggak pakai penedap rasa, kalau pempek yang cemilan hariannya pakai MSG tentu masakan rumahan juga dituntut seperti halnya toko ternama. 

Pempek ini resepnya sudah standar 500 gram daging ikan, 300 ml air dingin (menjadi 250 ml air karena saya tambahkan putih telur), 600 gram sagu. Sagunya pilih yang berkualitas ya. Mau tapioka atau sagu tetap bisa, tapi pastikan kualitasnya baik baik daging ikan dan sagu. Agar pempek tidak melamer/sulit dibentuk. Mau tambahkan bawang putih halus, merica atau Penyedap rasa itu kembali ke selera. Pastikan penambahannya sebelum garam. Kalau mau pakai penyedap rasa gunakan vetcin/micin seperti Sasa, ajinomoto jangan penyedap rasa ayam atau daging sapi karena rasanya nggat matching. Ikan vs ayam atau sapi. Kalaupun mau penyedap rasa ganti dengan kaldu jamur saja seperti merk tortole, pilih yang berlogo halal ya atau hilangkan sama sekali. Pengawet yang ada disekitar kita bisa baca disini ya Mari Mengenal 7 bahan pengawet disekitar kita 

Oh ya kalau mau pempeknya lurus seperti kayu, pakai panci merebus ikannya, jangan kuali. Mau pempek lurus tapi merebusnya pakai kuali ya mimpi (tunjuk diri sendiri). Dan besar kecilnya lenjer mengikuti besar kecilnya panci. Kalau pancinya kecil, lenjerannya ikut kecil juga ntar bengkok. Begitupun sebaliknya. Dan ini cara nya untuk 1kg daging ikan, 600 ml air (saya 500 ml air, 2 putel), 1200 gram sagu

Pempek Lenjer Rebus - Pempek Tanpa Terigu


Bahan :
1000 gram Ikan giling (boleh pilih daging ikan apapun, ikan berdaging putih maka pempek putih, kalau dagingnya hitam, pempek akan kehitam-hitaman)
500 ml air es
1200 gram sagu /tapioka (pilih kualitas baik) * sekitar 50 gram untuk taburan tangan dan telenan
3 sdm garam (sekitar 50 gram)
2 butir putih telur
10 siung bawang putih  (saya blender dengan sedikit air_optional)
1 sdm penyedap jamur /MSG/Vetcin (jangan penyedap rasa ayam/sapi/)
1 sdm gula pasir

Cara membuat
  1. Tempatkan daging ikan dalam wadah. Kalau dagingnya beku sekali, bisa disuhu ruangkan dahulu.
  2. Tambahkan air bertahap, sambil di aduk rata menggunakan tangan atau spatula. Pastikan tidak ada daging ikan yang membeku. Tambahkan porsi air bertahap 2 -3 kali . 
  3. Tambahkan bawang putih halus (jika pakai), putih telur  dan diaduk  (bisa dan menggunakan mixer atau pengaduk). Aduk sampai rata. 
  4. Tambahkan garam. Aduk cepat, nanti akan mengental dan berbentuk pasta (air dan daging ikan menyatu sempurna). Jangan banyak-banyak aduknya, cukup 2 kali saja
  5. Simpan di freezer 30 menit agar dingin (skip kalau pasta ikannya sudah dingin banget)
  6. Keluarkan pasta ikan lalu tambahkan sagu. Aduk rata sehingga sagu dan pasta ikan menyatu. Aduk sagu dan ikan sampai menyatu dan rata
  7. Didihkan air, kalau punya panci kecil didihkan 2 panci sekaligus. Beri secuil adonan, tunggu masak cicipi. Kalau sudah pas asinnya,tambahkan beberapa sendok garam ke dalam air rebusan panci.
  8. Lumuri alas  dan tangan dengan sagu . Ambil sekitar 150 -200  gram adonan. Bentuk lonjong. Ratakan di telenan. Lakukan sampai adonan habis
  9. Masukkan pempek dan masak sampai mengapung. Pastikan jangan terlalu banyak mengisi panci dengan adonan, nanti pempek mentang dibagian dalam
  10. Angkat lalu masukkan ke baskom berisi air. (jika ingin cepat dingin sekitar 10 menit ) tiriskan. Beri serbet pada tirisan pempek agar pempek lebih kering dan tahan lama /tiriskan pada peniris.
  11. Dinginkan, potong-potong atau goreng kalau mau pempek goreng
Selamat mencoba The Secret Ingredient Is Always Love Denia Kitchen

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ke sini dan mau meninggalkan komentar manis atau pertanyaan di sini. Komentar promosi produk dan jualan tidak akan saya tampilkan ya, begitu juga dengan nama URL yang saru. Dan untuk yang berkomentar anonymous mohon cantumkan nama ya biar saya tahu yang berkomentar siapa kan enak jadi bisa panggil mas atau mba. Terima kasih.