Mie Ayam Lampung - The Best Taste in The World

Mie ayam atau bakmi ayam merupakan hidangan yang populer di Asia Tenggara. Di Indonesia sendiri mie ayam disajikan dengan ayam dadu, pangsit dan kuah kaldu. Sayurannya terdiri dari tauge dan caisim. Penyajian mie ayam berbeda-beda setiap daerah. Baru di Lampung saya mengenal Mie ayam yang diberi acar mentimun. Di Palembang tidak ada acar dalam semangkuk mie ayam. Untuk penampilan selebihnya sama. Kecuali potongan ayam yang disajikan tanpa tulang, terkadang dihaluskan seperti halnya mie yamin dan tetap disebut mie ayam.
Saya membuat mie ayam ini tanpa menggunakan kaldu instan adan penyedap rasa. Agar rasa kuahnya benar-benar gurih alami, saya merebus tulang ayam dari 1 ekor ayam potong, 1 liter air akan menjadi 200 ml air. Cara ini benar-bnar menghasilkan kuah kaldu yang gurih. Lebih enak lagi jika menggunakan ayam kampung. Tapi nggak kuat sama harganya kalau tiap minggu makan ayam kampung terus. Hehehe. Di Palembang dan beberapa daerha dengan masakan pecinan yang kuat, biasanya menambahkan tongcai /asinan lobak kedalam kuah bakso. Mie ayam depan Unsri Bukit  salah satu yang sering menggunakannya. Dan saya suka ada rasa asem segarnya itu. Tapi di Mie ayam ini nggak pakai ya, stock tongcai habis.

Saya suka makan mie ayam ini, kalau ayamnya tanpa tulang. Jadi semangkok mie akan disantap bersih dan tidak merepotkan mulut membuang tulangnya. Jorok aja rasanya sedang asyik-asyik makan,terus ada tulang lalu dibuang. Kalau makannya dirumah nggak terlalu repot, kalau di luar. Kan malu dilihatin orang. Makanya lebih suka makan mie ayam yang benar-benar tanpa tulang, lebih suka lagi membuatnya sendiri. Walau saya akui, pernak perniknya lumayan banyak seperti pangsit goreng, acar mentimun, mie homemade, dan cabai merah. Karena pernak perniknya banyak, jangan lupa time management nya. Selama menunggu adonan mie kalis, kita bisa mempersiapkan kaldu ayamnya, sambil membuat minyak ayamnya juga. Kedua bahan itu telah siap, lanjut memotong mie dan istirahatkan sambil kita membuat tumisan mie ayamnya. Kalau tumisannya sudah jadi, baru mie nya direbus. 

Menjadi food blogger merangkap fotographer amatiran ini susah susah gampang, apalagi kalau mau mengikuti style fotographer pro. Lama lah sesi fotonya dari pada menghabiskan semangkok mie. Seperti foto mie yang diangkat menggunakan sumpit, Sumpah itu benar-benar susah. Dengan tangan kiri memegang sumpit, tangan kanan membidik dan anak kesayangan menarik narik minta bagian mienya. Ya udah. buru-buru jepret apapaun hasilnya. 

Pangsit yang saya gunakan adalah pangsit dari labu kuning. Rencana mau saya tuliskan resepnya juga diblog secara terpisah, tapi saya lupa takarannya. Kelamaan eksekusi dan posting lalu tidak juga ditulis dibuku. Alhasil takarannya berapa saya lupa. Next time saya coba lagi masak  mengunakan labu kuning. Seingatku bahannya cuma labu kuning dan terigu, tanpa air ataupun telur tapi rasanya enak sekali. 

Untuk acarnya sendiri, saya hanya memotong dadu wortel, mentimun yang dibuang bijinya bersama dengan cabai (rawit jika ingin lebih nampol), bawang merah, perasan air jeruk nipis /cuka dan garam. Beri air sedikit dan di rendam hingga rasanya tercampur merata. Acar ini benar-benar enak menemani mie ayammu. Jadi akan ada kenyal dari mie, kriuk dari pangsit, dan kriuk dari sayuran wortel dan mentimun dan gurih dari kaldu serta ayamnya. Rasanya paket komplit sekali. Enakkk

Untuk mienya, saya membuatnya sendiri dari resep sebelumnya disini Mie Goreng Kencur Homemade. Hanya saja takaran tapioka saya kurangi setengahnya agar tidak terlalu kenyal dan mirip dengan mie ayam yang saya suka beli. Selebihnya cara membuatnya sama. Mie ayam ini tersedia di Indonesia mulai dari gerobakan sampai ke resto terkenal. Sejak team bogasari memberikan bantuan gerobak gratis dalam rangka memperkenalkan terigunya ke pasaran melalui mie ayam ini, banyak sekali pedagang yang berjualan mie ayam di kota -kota Indonesia, tak terkecuali di Palembang. Memberikan banyak lapangan pekerjaan dan menimbulkan semangat berwirausaha. Saya adalah segelintir orang yang mempunyai kenangan manis tentang bogasari dalam mengedukasi dan memperkenalkan panganan berbasis mie ke masyarakat menengah ke bawah. Yang semoga di ikuti jejaknya oleh Perusahaan makanan lainnya di Indonesia. 

Judulnya Mie Ayam Lampung - The best Taste in The World mungkin terlalu lebay ya, maafkanlah. Jalan-jalan saya kurang jauh, paling sebatas Lampung Palembang aja sekarang ini. Mungkin di Jawa mie ayamnya lebih enak ya, bagi saya yang lidah ndeso ini mie ayam ini sangatlah enak. Dengan kuah kaldu tanpa kaldu instan. 1 ekor ayam untuk kuah kaldu berdua saja. Walau saya tulis untuk 4 porsi, karena kuahnya enak sekali jad cukup untuk saya seorang. Suami tipe yang nggak suka menghabiskan kuahnya, berbeda dengan saya.

Oh ya Kalau anda tinggal diperkotaan, tak perlu repot-repot membuat mienya. Beli saja bersadarkan merk favoritmu. Disini saya harus membuatnya sendiri, agar sesuai dengan selera saya. Beli mie yang masih basah, bukan mie goreng kering kemasan. Karena rasanya akan berbeda. Saya membuatnya  dengan alat pembuat mie manual. Dahulu membuat mie sendiri benar-benar menyiksa, sekarang nyatanya makin mudah. Mungkin karena telah terbiasa. Oh ya ada juga pembuat mie otomatis. Masukkan tepung dan bahan lainnya ke adonan, nanti dia keluar sesuai pilihan kita. Benar-benar praktis sekali ya, walau saya nggak tahu berapa harga. Upss curcol Dan berikut resepnya ya

Mie Ayam Lampung - The Best Taste In The World

Untuk 4 porsi 

Bahan Mie
250 gram terigu protein tinggi
25 gram tapioka/sagu
1 butir telur
25 -50 ml air matang

1sdt garam ( di rebusan air mie)

Tambahan Mie ( Optional, Bisa pilih salah satu Jenis minyak  atau semuanya) : 
- Minyak ayam (tumis kulit ayam dari 1 buah ayam dengan 4 siung bawang putih geprek dan 50 ml minyak sayur dengan api kecil) atau menggunakan Minyak baceman bawang (dari 50 ml minyak sayur yang digoreng bersama 5 siung bawang putih)
- minyak wijen, minyak ikan

Bahan Suiran Ayam 
300 gram daging ayam suir

Bumbu Tumisan Mie Ayam
5 siung bawang merah (iris halus)
3 siung bawang putih (iris halus)
2 cm jahe (geprek_saya jahe bubuk)
1 sdt merica bubuk
1 sdm saus tiram
3 sdm kecap manis
1 sdm kecap asin
1/2 sdt garam 
50 ml air matang

Kaldu ayam 
Tulang ayam dari 1 buah ayam rebus dengan 1 liter air bersama 3 siung bawang putih hingga menjadi 200 ml air kaldu. Beri taburan daun bawang dna daun seledri

Pelengkap
tauge
caisim
Daun bawang dan Daun seledri (iris-iris)
kecap manis
saus tomat
saus sambal
bawang goreng untuk taburan (saya tidak pakai)

Cara membuat Kaldu ayam

  1. Dari 1 ekor ayam. cuci bersih ayam dan scrub kulitnya. Bilas bersih. Fillet dagingnya. Sisakah tulangnya. Ambil daging ayam sekitar 300gram. Saya memfilet daging ayam dan menyisakan banyak daging di tulang.
  2. Didihkan air kran. Masukkan tulang ayam dan masak 3 menit. Masukkan daging ayam masak 1 menit. Matikan kompor. Buang airnya
  3. Tambahkan air matang 1 liter, tambahkan bawang putih geprek masak dengan api kecil hingga air menyusut sekitar 200 -300 ml. Sisihkan.  Angkat tulang dan daging ayam. Dinginkan. Suir-suir daging ayam kita akan membuat tumisan ayam

Cara membuat Tumisan Ayam

  1. Siapkan kuali, beri sedikit minyak. Tumis bawang merah dan putih hingga harum. Masukkan suiran daging ayam aduk rata. Beri kecap, jahe merica bubuk saus tiram dan garam. Tambahkan sedikit air. Koreksi rasanya. Tumisan Ayam saya lebih suka gurih cenderung asin.

Cara membuat Mie Homemade :

  1. Campur semua bahan mie, kecuali air. Tambahkan air perlahan-lahan,uleni hingga menggumpal , Hentikan penambahan air jika mie telah menggumpal. tutup dengan kain/serbet basah, diamkan minimal 20 menit. Jangan tambahkan garam. Agar noodle maker lebih awet dan tidak karatan.
  2. Giling dengan alat gilingan mie (noodles maker),  dari ukuran besar hingga kecil, saya dari no 7 hingga no 4. Setiap ukuran lakukan penggilingan minimal 3x, setiap lapis diberi terigu
  3. Masukkan ke alat pemotong mie, taburi tepung terigu agar tidak saling menempel. Potong-potong mie. Jika mie ingin keriting. Bentuk Gulatan dan agak di putar-putar sehingga agak keriting. Lakukan hingga semua adonan mie habis. Sisihkan

Membuat Mie Ayam

  1. Panaskan air sekitar 600 ml  tambahkan 1 sdt garam , 1sdm minyak ayam /minyak baceman bawang masak air hingga mendidih
  2. Sementara itu di dalam mangkuk masukkan 1 sdt minyak ikan, 1 sdm minyak ayam, 1/4 sdt minyak wijen. Sisihkan
  3. Masukkan mie ke dalam rebusan air mendidih dan rebus hingga matang sekitar 3 menit. Masukkan ke dalam mangkok. Aduk rata dengan minyak yang dipakai 
  4. Tambahkan potongan caisim dan tauge. Blanching sebentar. Angkat. Tiriskan, masukkan ke mangkuk. 
  5. Beri 2 sdm tumisan ayam, beri acar dan pangsit goreng. Taburkan dengan daun bawang. 
  6. Siap disajikan bersama kuah kaldu, dan cabai giling.
Note :
Di dalam mangkuk beri sedikit saja minyak wijen karena aromanya kuah. Jika terlalu banyak akan mematikan aroma minyak lainnya. 

Selamat mencoba The Secret Ingredient Is Always Love Denia Kitchen

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ke sini dan mau meninggalkan komentar manis atau pertanyaan di sini. Komentar promosi produk dan jualan tidak akan saya tampilkan ya, begitu juga dengan nama URL yang saru. Dan untuk yang berkomentar anonymous mohon cantumkan nama ya biar saya tahu yang berkomentar siapa kan enak jadi bisa panggil mas atau mba. Terima kasih.