Lemet Singkong

Jajanan pasar ini berupa lemet singkong ini saya suka sekali. Tapi kalau beli terkadang manis sekali, saya nggak terlalu suka kalau kemanisan. Membuat sendiri gampang loh teman-teman, hanya berbekal singkong parut ,kelapa parut dan gula merah saja. Jajanan pasar memang rata-rata gluten free. Jadi nggak usah khawatir untuk anak yang sedang menjalani diet ketat. Sesekali membuat ini untuk mengenang masa kecil yang tetap enak dimakan dimasa sekarang. Makanan jadul emang ngangenin

Katimus atau timus adalah masakan khas Sunda, di Daerah Jawa Tengah dikenal dengan Lemet. Saya namai lemet di postingan saya karena masyarakat lampung menyebutnya lemet karena sebagian orang sini kebanyakan dari jawa tengah. Di Palembang sendiri, saya sebutnya pepes singkong😁. Dulu waktu kecil, ibu suka bilang begitu soalnya. Hahaha. Kadang kalau ibu yang buat nggak pakai dibungkus daun pisang, melainkan langsung masuk dalam loyang aluminium, dikukus dan di potong-potong. Jadi nggak pernah menghitung berapa potong yang masuk mulut. Ada juga lepet jagung, berasal dari parutan jagung manis dan dibungkus daun dari jagung itu sendiri. Semuanya enak enak enak


Jaman dahulu,saya harus memarutnya menggunakan parutan kelapa, jari tangan ini sudah menjadi sanksi betapa seringnya saya lalai memarut hingga berakibat tangan yang keparut.😂. Kalau sekarang,cukup serahkan pada blender juice. Tinggal pencet, tambah air dah beres. Membuat ini tak sesulit dahulu. Cuma kalau pakai parutan kelapa, sumbu singkong masih bisa kebuang. Kalau di Blender juice ikut kecacah juga, jadinya saat makan terasa sekali sumbu singkongnya. Jadi dibuang dulu ya

Layukan daun pisang yang digunakan di atas api kompor,agar tidak getas saat melipat lemet, jangan lupa dilap bersih agar debu yang menempel di daun bisa bersih. Oh ya daun pisang dipercaya bisa menghambat kanker loh, karena kandungan polifenolnya. Kandungan polifenolnya berbentuk Epigallocatechin gallate (EGCG) yang bersifat sebagai antioksidan kuat yang mampu melindungi sel tubuh dari radikal bebas. Kinerja daun pisang sebagai inhibitor kanker serupa dengan kasiat daun teh. Walau begitu di lemet ini, daun pisangnya tidak dimakan ya😁. Hanya sebagai pembungkus singkong saja. 

Seperti pesan saya di postingan kue berbahan parutan singkong, air endapan singkong yang jernih itu di buang. Agar tidak berasa pahit. Endapan berupa pati singkong diambil dan dimasukkan kembali ke dalam parutan/ampas singkong. Dan berikut resepnya ya

Lemet Singkong


Bahan
Singkong parut 500 gram (berat bersih setelah diparut dan dikupas)
Kelapa parut 100 gram ( kelapa parut tanpa kulit ari , sehingga kelapanya putih)
Gula merah 100 gram (sisir halus, tambah jika suka manis)
Garam 1 sdt
Daun pisang secukupnya

Cara membuat

  1. Kupas dan cuci bersih singkong. Blender dengan air hingga menjadi pulp /bubur. Saring. Sisihkan ampas yang didapat dan endapkan air yang tersaring. Air jernihnya dibuang. Endapan/Pati singkong masukkan ke dalam ampas singkong. Sisihkan
  2. Tambahkan kelapa parut ,garam dan gula merah. Aduk rata.
     
  3. Ambil 2 sdm, masukkan ke dalam daun pisang. Lipat. Tidak usah diberi tusuk gigi. Lakukan sampai habis
  4. Kukus selama kurang lebih 30 menit hingga matang
  5. Angkat, sajikan
Selamat mencoba The Secret Ingredient Is Always Love Denia Kitchen

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ke sini dan mau meninggalkan komentar manis atau pertanyaan di sini. Komentar promosi produk dan jualan tidak akan saya tampilkan ya, begitu juga dengan nama URL yang saru. Dan untuk yang berkomentar anonymous mohon cantumkan nama ya biar saya tahu yang berkomentar siapa kan enak jadi bisa panggil mas atau mba. Terima kasih.