Ayam Sisit Bali dengan Kemangi dan Sambal Matah

Ayam Sisit Bumbu Bali yang pernah saya cicipi kala mampir di restoran Bali mempunyai tampilan yang cenderung kering, berasa pedas dan berdampingan dengan sambal matah. Satu hal yang saya suka dari restoran bernuansa Bali adalah dekorasinya. Dekorasi Bali yang unik penuh dengan ukiran khas Bali dan tentu saja dari segi corak dan warna akan sangat berbeda dengan ukiran khas Tapis Lampung ,atau Palembang. Masyarakat Bali terkenal piawai dalam seni ukirnya. Sepertinya seni merangkai janur /tarup, merangkai bunga ataupun mengukir selembar papan sudah mendarah daging di tubuh mereka. 

Di Lampung (Daerah Seputih Mataram, Lampung Tengah ) dan Lempuing /Oku Timur, ada banyak masyarakat Bali. Masyarakat Bali ini berasal dari program transmigrasi pemerintah dahulu kala. Jadi jangan heran kalau di jalan lintas timur Sumatera daerah Lampung -Palembang akan di temui gapura-gapura /pura cantik nan Indah. Bibi saya yang tak pernah ke Palembang melalui Jalur Lampung, Mengira gapura-gapura itu dijual seperti halnya rumah panggung bongkar pasang di Palembang. Karena gapura ini akan ada di sepanjang jalan kampung Bali.

Jangan heran jika di Kampung Bali, Lampung terkadang lebih cantiklah gapura tempat mereka beribadah, daripada rumah tempat mereka tinggal. Orang Bali disini lebih berlomba-lomba mempercantik gapura mereka dengan ukiran-ukiran pada batu pualam kali sungai dan di tata laksana sebuah pure dan bagi saya seperti candi kecil, meninggalkan decak kagum dan perasaan heran bin takjup serta iri, andai kesenian saya seperlima nya saja dari mereka tentu saya akan senang sekali. 

Melihat tarian serta liuk gemulai teman saya menari, kok bisa ya badan mereka selentur ini, dengan bola mata seakan bisa diputar 360 derajat. Tidak hanya kaum wanita, kaum laki-lakipun pandai menari. Wow betapa akar budaya mereka telah tertancap di setiap nadi, walau mereka tak lagi tinggal di Bali. Selain tarian, karya seni. Makanan merekapun sangat saya sukai. Kalau pulang ke malaman, saya lebih merasa aman kalau sudah sampai di daerah  kampung Bali, ketimbang masih di daerah /dusun warga asli /pribumi. Horor sekali. Mending saya tahan lidah ini kalau misalnya kesasar demi agar mendapatkan petunjuk arah jalan.Warga pendatang, apalagi yang tampak kebingungan akan menjadi sasaran empuk para penjahat kambuhan. 


Pernah suatu hari saat masih LDR, suami di lampung dan saya  di Daerah Oku Timur, jika masuk ke tempat saya berasa, ada jalan pintas yang bisa menghemat waktu tempuh 2 jam karena tidak perlu memutar, masalahnya adalah jalanan itu melewati perkampungan warga, dan melewati jalan setapak hutan karet. Demi ingin mengenal jalan pintas. Pulang kerja konvoi sama kawan lewat jalur tikus. Tak lupa  sebelumnya sebuah denah telah di tangan. Sampai di rumah kawan jam 4 sore. Merasa yakin akan mampu melewati jalan yang baru saja kami lewati, kami lantas pamit pulang dan dengan PDnya berjalan pulang melaui jalur yang kami lewati tadi. Seharusnya kami akan melewati kampung warga asli, kampung bali dan dan jalan karet setapak. Namun sudah memutar-mutar motor 2 jam, kampung bali tak juga ditemui. Tersesat di kampung asli  warga pribumi Komering menjelang magrib, saya tak berani berspekulasi. Daripada nyawa melayang dan motor hilang. Saya tancap gas ke arah jalan lintas sumatera. Perjalanan yang harusnya 30 menit. Terpaksa saya tempuh lebih dari 2 jam. Sejak saat itu saya kapok berspekulasi. Mending pilih jalan yang pasti-pasti sajalah. Walau itu offroad sekalipun. 

Walau saya menyukai komunitas masyarakat Bali dan suka saja ngobrol atau kumpul dengan orang Bali, tetap kudu hati-hati, umumnya masyarakat Bali suka memakan makanan yang kami umat muslim tak bisa konsumsi. Untungnya mereka sudah membaur dan mengerti serta mengenal kebiasaan umat muslim, biasanya ayam adalah masakan yang aman kami cicipi. Salah satunya adalah Ayam Sisit ini, jangan lupa dimakan pakai sambal matah. Jadi yang tak suka pedaspun masih bisa makan lahap dengan bantuan sambal matah ini 

Ayam Sisit ini berasal dari 1 ekor daging ayam sekitar 1,3 kg. Saya ini tidak terlalu mahir memfillet ayah, jadinya tulang, kulit dan  sedikit dagingnya saya gunakan untuk membuat mie Ayam lampung yang pernah saya posting disini. Daging ayamnya saya gunakan untuk membuat ayam sisit ini. Membuatnya agar kering, sehingga selain lebih tahan lama juga bisa dijadikan simpanan lauk makan. Dan berikut ini resepnya 

Ayam Sisit Bali dengan Kemangi dan Sambal Matah

Bahan
700 gram daging ayam tanpa kulit dan tulang
1 butir jeruk nipis /jeruk sate /lemon cui/jeruk purut
1sdm garam
2 batang serai, memarkan
2 daun salam
beberapa lembar daun pisang /daun lengkuas

Bumbu Halus  untuk ayam sisit
8 pcs cabai merah keriting (saya buang bijinya)
5 pcs cawit merah (saya tidak pakai)
7 siung bawang merah
5 siung bawang putih
2 cm kunyit (bakar sebentar, saya 1 sdt kunyit bubuk)
2 cm jahe
3 pcs kemiri (sangrai)
1 sdt merica
1/2 sdt terasi (optional, skip jika tidak suka-saya tidak pakai)

Bumbu lainnya 
1/2 ikat kemangi ambil daunnya saja
100 ml santan kental
1 sdm gula pasir /gula jawa sisir halus
1sdt garam
1sdm air jeruk nipis

Bahan Sambal Matah ( aduk rata)
4 siung bawang merah dipotong -potong
2 siung bawang putih dipotong-potong
5 buah cabai rawit meraj diiris
2 lembar daun jeruk (buang tulangnya) iris-iris
1/2 sdt terasi (dibakar)
1 batang serai (ambil bagian putihnya, diiris-iris
1/2 sdt garam
1/4 sdt merica bubuk
1/2 sdt gula pasir
1 sdm air keruk nipis
2 sdm minyak

Cara membuat :

  1. Panaskan dandang.Panaskan hingga air dandang mendidih
  2.  Scrub dan bersihkan bau langu ayam dengan bantuan jeruk nipis. Belah 2 jeruk nipis/lemon ciu/purut. Ambil airnya. Cangkang/kulit nya dipakai untuk menscrub daging ayam. Bisa dibantu dengan garam kasar. Lakukan sampai lendir dan bau ayam negeri hilang.  Cuci bersih ,Sisihkan
  3. Masukkan ayam ke dalam wadah loyang /pinggang tahan panas. Alasi dengan daun pisang/daun lengkuas (skip jika loyang anda anti lengket). Tambahkan daun salam, batang serai , daun jeruk. 
  4. Kukus hingga daging ayam lunak. Angkat, dinginkan
  5. Air yang ada di dandang bisa disimpan sebagai air kaldu. Suir-suir ayam
  6. Tumis bumbu halus hingga harum. Tambahkan suiran daging ayam, santan. Gula semut. Masak hingga santan mengering. Tambahkan kemangi. Aduk rata, tambahkan garam. Koreksi rasanya sesuaikan dengan selera. 
  7. Sajikan bersama sambal matang
Sambal matah (campur semua bumbu jadi satu)

Selamat mencoba The Secret Ingredient Is Always Love Denia Kitchen

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ke sini dan mau meninggalkan komentar manis atau pertanyaan di sini. Komentar promosi produk dan jualan tidak akan saya tampilkan ya, begitu juga dengan nama URL yang saru. Dan untuk yang berkomentar anonymous mohon cantumkan nama ya biar saya tahu yang berkomentar siapa kan enak jadi bisa panggil mas atau mba. Terima kasih.