Sagu Keju Full Margarin - Kue ngeprull Milky dan Gurih dalam satu gigitan.

Kue Kering Sagu merupakan kue kering jadul yang suka ada di toples hari raya keluarga Indonesia. Sekarang ada banyak ragamnya, mulai dari sagu cokelat, sagu keju, sagu pandan hingga sagu red velvet. Serupa dengan kue bangket yang menggunakan tepung sagu sebagai bahan baku utamanya, sagu keju saya pun menggunakan tepung sagu. Bukan tepung tapioka. Walau kedua tepung ini sama-sama bisa untuk pempek. Namun untuk kue sagu, jika menggunakan tepung tapioka dan tepung sagu rasanya "sedikit" berbeda. Harus dengan sagu agar ada sensasi Ngeprull dan ada suara cretak saat memakannya. Saat telah memasukki mulut, kuenya benar-benar amblas dan melebur sempurna di rongga mulut. Enak sekali..

Resep sagu keju ini berasal dari buku Cheft Yongki Gunawan.  Tapi saya modifikasi menggunakan full margarin dan takaran santannya saya lipat gandakan. Menggunakan full margarin karena selain agar bahan  baku kue kering ini lebih ramah di kantong saya juga karena margarin saya nilai lebih sehat dan mengurangi konsumsi lemak hewani. Untuk rasa milky saya gunakan susu bubuk full cream yang berkualitas dan menggunakan santan kental agar timbul rasa gurih. Santan kentannya bisa menggunakan santan asli dari perasan buah kelapa parut ambil yang kentalnya saja. Caranya bisa baca disini Santan Instan Ala rumahan. Karena buatnya kemarin sambil masak kue kering dan masakan lainnya, saya ambil yang praktis pakai santan instan. 

Margarin berbeda dari mentega ya, Mentega itu berasal dari lemak hewani (susu sapi , domba dll). Saat pengolahan produk olahan susu, akan dihasilkan hasil saringan dari filter press (sejenis saringan kain) berupa padatan. Padatan ini diolah dan di hasilkan mentega. Sedangkan margarin itu produk samping dari industri kelapa sawit. CPO (Crude Palm Oil) yang diolah akan menghasilkan minyak goreng dan padatan minyak. Padatan ini yang diolah dan ditambahkan bahan-bahan ingredientnya akan menjadi margarin, sebagian juga diolah menjadi Susu kental Manis, Cokelat ataupun olahan makanan lainnya. Jadi kalau ada makanan "anak-anak" rasa cokelat tapi cuma 500an rupiah terus iklan nya bilang dari buah cokelat asli. Itu bohong. Cokelatnya berasal dari olahan kelapa sawit yang diberi perasa, pewarna dan diolah menjadi rasa cokelat. Tapi bukan cokelat asli dari pohon cokelat. Inilah bentuk kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan. Sama seperti Susu kental manis yang selama bertahun -tahun bilangnya dari Susu sapi, aslinya ya nggak. Hebatnya Iklan­čśĆ

Kembali lagi ke sagu keju ini, karena adonan ini sangat padat, saran saya gunakan spruit yang besar serta jangan memasukkan banyak adonan ke dalam plastik segitiganya karena akan mudah jebol. Saya menggunakan cetakan oxone yang saya suka pakai untuk putu mayang /mie beras ala Palembang /cetakan pempek keriting. Bisa sekali banyak masukin adonannya. Nggka bolak balik harus buka plastik dan masukin adonan. Saya buat sekali banyak soalnya, sekitar 4 toples @500 gram. Itupun sambil dibantu thiya 4y yang suka sekali bentuk sesuka hati dia (harus ikhlas mengambil 1/5 adonan demi anak ini).  Selesai buat ini tangan lumayan pegal, sudah lama sekali nggak buat kue kering sendiri. Ini buatnya kejar-kejaran sama kue kering lain. Oven menyala nyaris 20 jam selama 1 minggu full. Tapi semua sebanding sama hasilnya. Alhamdulillah mendapatkan pujian dari saudara, ipar dan mertua. Enak banget nia. Kirain beli katanya, malah lebih enakkan dari yang beli alhamdulillah .

Tepung sagu yang berasal dari pohon sagu biasa dipakai untuk bikin pempek. Saya oven bersama daun pandan hingga sagu lebih kering dan bau pandan. Selama mengoven /menyangrainya jangan lupa dibolak balik, agar merata. Saya melakukan sehari sebelumnya, lalu saya simpan di plastik dan disimpan di tempat yang kering. Oh ya saya menggunakan rexa cookies /perenyah cookies. Katanya ditambahkan agar kue kering lebih tahan lama dan renyahnya terjaga. Saya sudah cobain sih, tapi untuk kering tahan lama nggak juga, selama kue kering disimpan di wadah kedap, Insyaallah masih renyah dan tahan lama, jika toplesnya cuma toples bening seperti saya, yaa nggak renyah juga. Kecuali wadah kedap udara dan diberi silika gel. 


Memang penggunaan emplex atau perenyah cookies membuat cookies lebih tahan lama dan tidak jamuran. Punya saya hampir 3 bulan masih bagus. Emplex sendiri ada yang telah berlogo halal ada yang tidak. Saya membeli yang kemasan kecil Rexa Cookies dan sudah ada label halalnya, belinya pun di online shop Jakarta yang menjamin produk mereka halal.  Emplex ini berbentuk serbuk putih halus. Penggunaannya pun sedikit saja. Bisa dipakai untuk roti dan kue kering agar umur simpan (shelf life) lebih lama. 

Tepung sagu dan tepung tapi ini berbeda ya, Tepung tapioka terbuat dari pati singkong, sedangkan tepung sagu dari pohon sagu. Di Palembang sendiri ada merk tepung sagu cap Pak tani, ada tepung tapioka cap pak tani gunung. Kalau tapioka cap pak tani gunung biasanya sudah kemasan kecil @500 gram, tapi kalau tepung sagunya di repack atau curah. tapi jelas sekali kalau di karung tulisannya sagu. Harusnya kedepan pemilik perusahaan ini segera menstandarkan logo dan penamaan agar konsumen seperti kita nggak bingung. Tapi mungkin sengaja ya, agar bisa mendompleng satu sama lain. hehehe. Intinya tetap teliti sebelum beli. Baiklah ini resepnya 

Kue Kering Sagu Keju
Untuk sekitar 4 toples sekitar @500gram

Bahan A:
600 gram tepung sagu (berat sesudah disangrai)
5 lembar daun pandan
20 gram susu bubuk full cream 
200 gram keju keju cheddar (resep asli keju edam)

Bahan B
300 gram margarin (Resep asli 200 gram mentega, 50 gram hollman butter, dan 50 gram margarine)
270 gram gula halus (proses gula pasir dengan blender hingga halus)
1 sdt vanili bubuk
1/4 sdt garam
1/4 sdt emplex/rexa cookies (optional)
150 ml santan instan (resep asli 80 ml)

Bahan C:
3 pcs kuning telur

Bahan D (saya tidak pakai):
kacang mete cincang
keju parut untuk taburan diatas kue

Cara Membuatnya
Malam sebelumnya
Masukkan sagu sekitar 1 kg ke dalam loyang beri daun pandan yang tersebar di beberapa sisi. Oven dengan suhu kecil hingga sagu tampak membentuk bulatan kecil sebesar kelereng. Lanjutkan menyangrainya. Aduk rata, balik sesekali. Anda bisa juga menyangrainya di atas kuali dengan api kompor kecil. Selama proses pengeringan. Daun pandan akan layu dan mengering. Hati-hati karena mudah rapuh. Jika sudah pecah dan menjadi serpihan, sebaiknya tepung di ayak. Saya menimbang sekitar 600 gram untuk kue sagu ini. Sisanya untuk kue bangkit atau masakan lainnya. Dinginkan.

Siapkan dan timbang bahan lainnya dengan tepat

Timbang dan takar semua bahan dengan tepat. Masukkan bahan A ke dalam mangkuk /bowl. Mixer margarin hingga tampak pucat dan rata, masukkan bahan C. Mixer hingga rata lama pengocokan sekitar 2 -3 menit dengan hand mixer. Aduk rata

Tambahkan bahan A yaitu sagu sedikit demi sedikit, lalu aduk menggunakan spatula hingga rata.
Masukkan ke dalam kantung segitiga dengan spruit besar misal wilton 1M, saya menggunakan cetakan kue kering. Tekan dan bentuk sesuai selera. Cetak langsung diloyang. Jangan terlalu banyak memeganggkue yang tercetak, agar tetap cantik. Nggk usah terlalu jauh karak antar kue karena kue sagu ini tidak melebar.
Panggang dengan suhu sekitar 120 oC selama kurang lebih 30 menit hingga warnanya sedikit kecokelatan. 

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ke sini dan mau meninggalkan komentar manis atau pertanyaan di sini. Komentar promosi produk dan jualan tidak akan saya tampilkan ya, begitu juga dengan nama URL yang saru. Dan untuk yang berkomentar anonymous mohon cantumkan nama ya biar saya tahu yang berkomentar siapa kan enak jadi bisa panggil mas atau mba. Terima kasih.