Rendang Kacang - Rendangnya Vegetarian

Saya suka makan rendang, tapi tidak terlalu suka memasaknya. Satu-satunya alasan adalah karena lamanya proses pembuatannya. Menunggu agar santan berubah menjadi londo lalu mengering dan berubah warna kecokelatan, selain melelahkan juga membuat waktu menemani thiya bermain berkurang. Padahal saya adalah satu-satunya patner bermainnya. Kelamaan di dapur, anak saya itu akan mencari banyak cara agar perhatian ibunya ini ke dia seorang saja

Saya akan memasak yang ribet dan banyak jika ayah thiya libur. Jadi thiya bisa bermain dengan ayahnya selama bundanya ini memasak. Dan hari minggu tadi saya memasak rendang kacang untuk stok dan sumber protein nabati kami. Rendang ini saya pack per porsi makan kami, sehingga kalau mau membuat nasgor, atau tumis sayur akan ada tambahan porsi kacang yang telah lunak, dalam bumbu rendang. Pikirku ini cara menggabungkan 2 masakan yaitu Bumbu rendang homemade yang pernah saya posting disini dan Stock Sayuran beku disini Cara Mengawetkan Aneka Jenis Makanan. Kesemuanya adalah salah satu ikhtiar saya menghindarkan diri dari Bahan pengawet yang ada di sekitar makanan kita disini

Rendang kacang ini saya sebutnya rendang vegetarian. Kalau bilang rendang saat kantong tipis kan malu, makanya sok-sokan vegetarian saja. Padahal mah nggak. Resep ini sama untuk rendang sapi yang pernah saya posting. Kali ini saya menggunakan kacang merah dan kacang tolo. Kacang tolo sendiri suka dimasak daunnya untuk gulai disini. Dan Warga sekitar menamam sendiri kacang tolo , kacang hijau ,kacang tanah mereka sendiri. Bukannya saya mau membahas SARA. Umumnya yang suka menaman dan memanfaakan sepetak tanah di halaman rumah mereka di sini adalah orang Jawa. Orang Jawa mau apapun profesinya disini, tetap akan menggarap sepetah tanah untuk di olah dan ditanami, berbeda sekali dengan orang Sumatera yang lebih memilih membiarkan lahan perkarangan mereka kosong atau ditanami rerumputan. 

Pakde sebelah rumah kami sanggup mencangkul tanpa encok pedal linu, sedangkan suamiku yang usianya lebih muda saja mencanggul seperlima yang dicangkul pakde sudah encok pegal linu. Saya malah bisa membedakan penghuni kompleks disini bersuku apa hanya dengan melihat perkarangan rumahnya saja😁. Alasan suamiku, semua bisa karena biasa. "Ya udah ayah dibiasakan saja" Kataku... ehh dijawab "Sudah beli sajalah, daripada cidera otot karena mencangkul😌" wkwkwkw.😜 

Rasis? Nggak lah. Saya belajar banyak dari etnis-etnis tertentu. Saya melihat betapa pintar dan uletnya orang tionghua /chinese di Palembang. Kalau buatannya nggak cantik/menarik tidak bakal dijual, melainkan hanya dibagikan saja ke tetangga. Berbeda dengan beberapa oknum tertentu. Kadang mutu tak dijaga. Baru mulai laris saja, rasa makanan berubah. Itu sebabnya Allah menciptakan orang bersuku-suku  agar saling mengenal dan mengambil positif dari etnis tersebut. Tanpa mengkultuskan. 

Kembali ke postingan saya kali ini, rendang kacang. Di Padang sendiri kacang merah sering ditambahkan ke dalam rendang daging atau dimasak khusus rendang kacang. Menggunakan kacang-kacangan pun fleksibel ya, biasanya memang kacang merah, tapi mengkombinasikan dengan kacang lainnya justru tak salah. Malah kita bisa mendapatkan aneka kandungan gizi dan khasiatnya. Umumnya kacang yang dipakai memang kacang yang keras, bukan bertekstur garing seperti kacang tanah. 

Kacang merah /Kidney Bean merupakan kacang dari Phaseolus Vulgaris karena mirip bentuknya dengan ginjal manusia. Kacang ini berbeda dengan Adzuki bean yang juga berwarna merah namun berukuran kecil. Adzuki bean biasanya digunakan dalam masakan Jepang. Kacang merah /Kidney bean ini biasanya kita gunakan dalam sup brebon /sup kacang merah disini, es kacang merah disini, pai kumbu disini ataupun rendang disini 

Kacang Tolo lebih dikenal dengan nama Black Ayed Peas (kacang mata hitam), karena di tengah-tengah kacang ada bintik hitam. Di Indonesia lebih dikenal dengan kacang tunggal /kacang tolo. Daun mudanya bisa dimakan. Saya pernah posting disini Gulai Daun Kacang Tolo. Kacang tolo  seberat 100 gram (dimasak tanpa garam) memiliki kandungan protein sebanyak 7,73 gram ; lemak 0,53 gram , karbohidrat 20,76 gram serta vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh. Protein ini sangat bermanfaat bagi tubuh diantaranya sebagai tempat pembentukan sel-sel darah merah, otot, serta sistem kekebalan atau sistem imun tubuh.

Tahukah anda bahwa kacang merah memiliki toksisitas yang relatif tinggi?. Karena mengandung sejumlah phytohemagglutinin yaitu sejenis lektin yang dimiliki kacang-kacangan. Toksin ini akan hilang /terlepas dengan merendam dan memasaknya dengan air mendidih selama minimal 10 menit. Memasak kacang dengan slow cooker akan meningkatkan toksinnya 5 kali lipat. Karena itu saya kalau memasak kacang. Tidak saya rendam dahulu semalaman, tapi langsung dimasak di air mendidih selama 5 menit dan saya diamkan sekitar 30 menit. Dan direbus hingga lunak. Air bekas memasak kacang, jangan digunakan dan diganti baru. 
Saya sudah mengamankan sedikit kacang merah dan tolo untuk keperluan food photography, namun apa daya saat masuk sesi pemotretan, si kacang mentah tak kunjung di temukan, belakang saya baru tahu kalau si kacang dimain kan  thiya di halaman belakang selayaknya ipin upin episode menanam pokok/pohon. Ya udah terpaksa sebagian kacang yang terbalur rendang, dicuci bersih lalu dijadikan pengganti di sesi pemotretan. Maksa sekali saya, wkwkwk😪. Seharusnya gunakan kelapa 3 buah ya agar terbalut sempurna. Saya 2 pcs saja karena awalnya nggak niat masak rendang. Dan berikut resepnya

Rendang Kacang - Rendangnya Vegetarian
Bahan dan bumbu
250 gram kacang merah mentah
250 gram kacang tolo mentah
3 butir kelapa tua - peras santan kentalnya  dan santan cair  (Saya 2 butir kelapa)
sedikit makan minyak untuk menumis

Bumbu dihaluskan
10 siung bawang putih
15 siung bawang merah
20 pcs cabai merah keriting
10 pcs cabai merah kering
1 sendok makan ketumbar
1 sendok teh jintan
3 cm kunyit
2 cm jahe
1 buah pala  (saya 1 sdt pala bubuk)
5 butir cengkeh
3 buah kembang lawang
3 buah kapulaga
2 sendok teh merica bubuk
5 cm kayumanis (saya 1 sdm  kayumanis bubuk)

Bumbu lainnya
5  sdm kelapa parut, sangrai hingga coklat gelap lalu blender sebentar
2 lembar daun kunyit, rajang sehalus mungkin
1 lembar daun jeruk purut, buang tulang daunnya sobek kasar
1 lembar daun salam
4 cm lengkuas, belah dua memanjang dan memarkan
1 batang serai memarkan ikat simpul
3 keping asam kandis
2 sdt  garam
1sendok makan gula jawa, sisir halus

Cara membuatnya
Preparation /Persiapan awal

  1. Haluskan semua bumbu kering dahulu. Untuk bumbu kering (pala, ketumbar, merica, jinten, kembang lawang, kayumanis, pala, kapulaga dan cengkeh)  sebaiknya di haluskan di lumpang dahulu, baru ke gelas blender dry mill dan proses halus.  Blender berkali-kali hingga di dapatkan tekstur yang halus. Jika dari awal di gelas maka kaca gelas akan buram terkena goresan rempah rempah yang keras.
  2. Setelah bumbu kering halus (buka blender dan cek, jika masih kasar blender kembali), setelah bumbu kering dipastikan halus merata masukkan bawang merah, bawang putih, cabai, jahe, kunyit , tambahkan sedikit air lalu blender hingga semuanya halus kembali. Saya bertahap karena blender saya tidak cukup
  3. Cuci bersih kacang, buang kacang yang mengapung dipermukaan. Sisihkan. Kacang merah dan Tolo jangan digabung saat di cuci. Melainkan sendiri-sendiri. Tiriskan
  4. Didihkan air hinga mendidih. Masukkan kacang merah. Masak selama 5 menit. Matikan kompor. Diamkan selama 30 menit dan ditutup. Masak kembali kacang sampai mendidih, masukkan kacang tolo. Masak 5 menit. Matikan kembali 15 menit dan tutup. Lalu masak hingga lunak ( Jika menggunakan panci biasa saya memerlukan waktu melunakkan kacang sekitar 2 -3 jam). Jika anda memiliki presto sebaiknya masak dengan presto, sekitar 20 menit sejak suara desis pertama terdengar. Tiriskan dan air memasak kacang dibuang.
  5. Peras kelapa dengan menambahkan 3 - 4 gelas air matang (800 ml), lalu remas-remas hingga santan kental keluar maksimal, peras dan saring. Sisihkan. Tambahkan kembali air 3 -4 gelas remas-remas lalu peras santan encernya sisihkan
  6. 6 -7 sdm kelapa parut disangrai sampai kecoklatan, lalu blender hingga teksturnya halus. Saya mengovennya selama 30 menit menggunakan api atas bawah temperatur 120 -130 oC atau gunakan serundeng kelapa yang pernah saya posting sebelumnya disini
Membuat rendang :

  1. Tumis bumbu halus dengan sedikit minyak sampai harum dan wangi, masukkan santan kental, tambahkan daun-daunan (daun kunyit,salam, sereh,daun jeruk),asam kandis aduk terus sampai volume menyusut. Jika Kuali tidak cukup untuk menampung semua santan kental, lakukan bertahap. jika volume telah menyusut tambahkan kembali santan kental.
  2. Jika Kacang masih 3/4 lunak, masukkan ke dalam bumbu rendang dan masak sampai santan mengalami  blondo dan minyak kelapa terpisah.  Jika setelah merebus kuah telah mulai habis sementara kacang  masih keras tambahkan kembali santan cair hingga kacang empuk. Jika anda menggunakan kacang yang benar-benar empuk. Masukkan saat kelapa telah terpisah minyak dan blondo/ ampas kelapa/tahi itiknya
  3. Aduk terus rendang lalu jika kacang telah empuk  tambahkan gula aduk rata dan tambahkan kelapa sangrai.. Tambahkan 5 - 6 sdm kelapa kering hingga minyak dan bumbu meresap ke serundeng kelapa
  4. Matikan api kompor, Tambahkan garam, aduk rata koreksi rasanya
  5. Aduk rata kuali sampai ke dasar kuali agar bumbu tidak gosok karena panas dari panci.
  6. Siap di santap. Enak sekali.
Selamat mencoba The Secret Ingredient Is Always Love Denia Kitchen

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ke sini dan mau meninggalkan komentar manis atau pertanyaan di sini. Komentar promosi produk dan jualan tidak akan saya tampilkan ya, begitu juga dengan nama URL yang saru. Dan untuk yang berkomentar anonymous mohon cantumkan nama ya biar saya tahu yang berkomentar siapa kan enak jadi bisa panggil mas atau mba. Terima kasih.