Pindang Kecap Ikan Lais

Ikan Lais atau Selais merupakan ikan air tawar yang merupakan endemik dari Riau. Ikan ini terutama hidup di sungai Kampar, Kuantan, Sungai Inderagiri dan Sungai Segati. Di Sini (Lampung) ikan ini masih sering di jumpai di pasar tradisionalnya. Untuk daerah tertentu di Palembang ikan lais sudah jarang ditemui dalam keadaan segar, biasanya sudah menjadi ikan asap. Ikan asap dari ikan Lais ini memiliki harga ekonomis yang tinggi karena memang ikan ini sedap sekali. 

Kemarin ada penjual menjual ikan lais dan ikan baung namun dengan ukuran relatif kecil. Karena sudah lama sekali nggak makan ikan lais segar, jadilah saya beli saja. Ikan ini lantas diolah menjadi pindang kecap  ikan lais. Bumbunya relatif sama dengan pindang meranjat yang saya suka posting disini Pindang Udang Meranjat, atau Pindang Meranjat ikan Baung disini . Cuma di tambahkan kecap saja. Ikan lais memiliki daging gurih, berwarna putih dan durinya hanya pada bagian tengah ikan. Ikan ini sudah tergolong langkah dan citarasanya mirip ikan belida yang sekarang telah hampir punah di Palembang. Dulu ibu saya menyebut ikan lais ini KW 1 nya ikan belida.

Walau Ibu dan Mama tinggal di Palembang, Mama mertua nggak pernah masak pindang pakai kecap. Ibu saya selalu masak pindang pakai kecap dan ada citarasa tersendiri. Karena fermentasi kedelai dan dihasilkanlah cairan manis, pekat dan hitam ini mampu membuat masakan jadi terasa lebih sedap. Ibu dahulu saat saya masih kecil selalu menggunakan kecap lokal untuk membuat pindang kecap ini. Tetapi sejak krisis moneter , kecap dan usaha rumahan sudah banyak  guling tikar, sehingga kalau buat pindang kecap ini iigantilah kecap pabrikan. Kalau dahulu saya masih bisa membedakan bermacam-macam merk kecap hanya dengan mencium dan mencicipi rasanya.  Sekarang sudah tidak. Sejak toko sembako ayah bangkrut  (krismon 98) dan saya tidak lagi membantu mengemas kecap dalam berbagai berat. Kemampuan itu telah hilang, apalagi kecap pabrikan sudah menjamur di warung kaki lima, menggerus kecap rumahan yang waktu saya kecil menjamur. 

Ikan Lais ini jenis ikan pipih ya, dengan kepala sedikit gepeng. Kalau ikannya besar, lebih enak lagi. Daging ikan gurih, tidak lembek (kalau segar). Ikan ini endemik di sungai. Si Sekayu masih banyak di temui. Harganya juga relatif lebih murah, Di lampung selatan ini juga masih murah, tapi memang adanya ukuran kecil-kecil. Kalau besar pedagangnya lebih memilih dijual ke UMKM untuk di buat ikan asap lais. Di jalan lintas timur terutama arah unit II (Lampung), lapak pedagangnya banyak sekali.

Kalau mau menggunakan nanas sebagai tambahan manis dari pindang kecap ini silahkan, saya menggunakan mentimun saja. Jadi kecapnya akan sedikit lebih banyak jika tanpa nanas. Kalau diPasar tradisional Palembang, saya bisa beli nanas hanya 1/4 , kalau disini harus 1 buah dan tidak setiap hari ada. Jadi menyesuaikan saja. Ibu saya juga suka mengganti nanas dengan mentimun, ikan lais dengan teri. Tergantung ekonomi hari itu. Walau kadang dengan tahu. Ini resepnya ya

Pindang Kecap Ikan Lais
Untuk 2 Porsi

Bahan :
Ikan Lais  500 gram
1/2 Ikat kemangi  potong potong
1 buah mentimun potong - potong melintang (tambahkan jika suka)
1sdt garam
3 sdm kecap manis (pilih yang berkualitas)
1/4 blok asam jawa (1 sdm asam jawa larutkan dengan 6 sdm air)
1 ruas kunyit (Bakar sebentar , potong serong)
1 buah batang serai (gemprek , ikat simpul)
1 ruas (5 cm) lengkuas (Memarkan)
Daun salam 1 lembar
10 pcs cabe rawit merah utuh (optional_saya tidak pakai)
terasi  1/2 sdt
500 ml air

Bumbu halus
Cabe merah 7 buah ( Tambahkan jika suka pedas)
1buah tomat
5 siung bawang merah

Cara membuat :
  1. Bersihkan ikan  dan darah yang terperangkap di sela -sela tulang perut ikan, kucuri dengan jeruk nipis. dan simpan di kulkas selama mempersiapkan bumbu halus.
  2. Campurkan bumbu halus ke dalam panci tambahkan air, masak sampai air mendidih, masukkan ikan lais  masak sampai ikan lunak (10 menit) , tambahkan potongan mentimun, air asam jawa, terasi dan kemangi dan bumbu lainnya. Masak sekitar 5 menit . Tambahkan garam dan kecap masis. Koreksi rasanya
  3. Siap di hidangkan


Selamat mencoba The Secret Ingredient Is Always Love Denia Kitchen

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ke sini dan mau meninggalkan komentar manis atau pertanyaan di sini. Komentar promosi produk dan jualan tidak akan saya tampilkan ya, begitu juga dengan nama URL yang saru. Dan untuk yang berkomentar anonymous mohon cantumkan nama ya biar saya tahu yang berkomentar siapa kan enak jadi bisa panggil mas atau mba. Terima kasih.