Pepes Ikan Baung _Kali ini Beneran pakai daun pisang

Seminggu ini menu makan kami nggak jauh-jauh dari Pindang, kukus /tim dan bakar. Semua karena alasan kesehatan. Pundak saya mudah sekali sakit dan pegal-pegal, gejala kalau kolesterol saya sedang tinggi. Harus belajar mengerem makanan berminyak, kalau nggak bakal sakit semua sekujur badan. Karena itu hari ini masak Pepes ikan baung dan lais  saja agar no minyak dan meminimalisir gizi ikan yang terbuang. Hari ini masak ikan baungnya pakai daun pisang. Nggak seperti kemarin masak nila tanpa daun pisang. Bisa baca disini ya Pepes Ikan Nila tanpa daun pisang
Saya sukanya makan pepes ikan adalah bumbunya yang terjebak di sisi-sisi tertentu saja. Misal kita mengicipi ikan dibagian yang ada lengkuasnya maka aroma lengkuas akan tajam sekali, bagian ikan yang terkena belimbing wuluh akan sedikit asam, daun bagian yang terkena potongan cabai rawit akan pedas. Makanya saya suka bilang kalau pepes seperti ini macam permen nano-nano. Rasa asem, pedas, gurih dan aromanya tersendiri, tidak tercampur seperti halnya kita makan pindang . Selain dapat rasa, amis ikan tak ada serta kandungan gizi ikan terjaga. 

Kita mungkin sudah tahu bahwa kandungan omega 3 dan 6 sangat dibutuhkan tubuh. Tidak hanya bagi janin, bayi, anak-anak hingga orang dewasa. Mengolah ikan dengan cara yang benar  akan menjaga kandungan gizinya. Menurut para pakar memakan ikan mentah adalah yang terbaik untuk mendapatkan kandungan gizi ikan. Sayangnya saya bukan orang jepang yang menyukai makan ikan mentah­čśÉ. Walau katanya ikan salmon yang di fillet lalu dimakan mentah atau dibuat sushi itu enak. Makan seperti itu nggak masuk ditenggorokan saya, baik dahulu atau sekarang. Jadi cara kedua mendapatkan gizi ikan terbaik adalah dengan cara di pepes. Dan sesuai dengan selera ndeso macam saya. Hehehe. 

Kandungan gizi ikan yang terpenting adalah minyak ikan karena mengandung omega 3 yaitu minyak esesnsial yang diperlukan tubuh. Omega 3 mnengandung docosahexaenoic acid (DHA) dan eicosapentaenoic acid (EPA), yang kesemuanya akan membantu melancarkan peredaran darah sehingga fungsi kecerdasan meningkat, mencegah penyakit jantung, menurunkan kolesterol dll. Dengan sering mengkonsumsi omega 3 kita bisa terhindar dari bermacam-macam penyakit. Oleh karena itulah suplemen omega 3 baik kapsul, cair banyak dijual dipasaran. Namun ternyata terlalu banyak mengkomsumsi omega 3 juga tidak baik bagi tubuh. Ada resiko yang harus ditanggung seperti meningkatnya gula darah, insomnia, keracunan vitamina A, mudahnya mimisan/pendarahan di hidung. 

Atas dasar itulah, bijaklah mengkonsumsi suplement dan obat-obatan. Dan kalau butuh sama omega 3 sebaiknya makanlah makanan yang mengandung omega 3 , mulai dari ikan sampai ke kacang-kacangan hingga ke sayur mayur. Tentunya lebih alami itu lebih sehat bukan?. 

Ikan baung dan lais yang saya masak kali ini adalah ikan sungai. Ikan lais adalah endemik/ikan lokal di Riau dan sekitarnya (Sumatera Selatan, Lampung dan Jambi). Namun habitan ikan ini sudah mulai terancam, apalagi di badan-badan sungai yang tercemar. Baik karena Limbah Industri kelapa sawit, limbah pertanian dan atau limbah rumah tangga.  Ikan baung sendiri tidak hanya ada di Sumatera ,tetapi juga di Kalimantan dan daerah ASia Tenggara. Kalau di Riau saya paling suka ikan baung yang dimasak asam padeh. Sedapp, tak kalah dengan asam padeh dengan ikan laut. Kali ini si baung dan lais saya pepes dahulu, besok -besok saya buat ikan padeh. Yang mau resep ini ya. 

Pepes Ikan Baung dan Lais
Untuk 3 porsi 

Bahan 
Ikan Baung /Lais  300 gram (bisa gunakan ikan jenis apapun)
3 pcs keruk nipis (peras airnya, untuk melumuri ikan)
1/2 Ikat kemangi  potong potong
5 buah belimbing wuluh , potong - potong (tambahkan jika suka)
3 buah batang serai (ambil bagian putihnya iris - iris)
1 ruas (5 cm) lengkuas (iris iris beberapa bagian, Memarkan )
Daun salam 3   lembar
Daun pisang secukupnya  ( layukan diatas kompor, potong sesuai kebutuhan)
5 pcs cabe rawit merah utuh (optional, tambah jika suka pedas)

Bumbu halus
Cabe merah 7 buah ( Tambahkan jika suka pedas_saya buang bijinya)
4 siung bawang putih 
5 siung bawang merah
1 ruas kunyit (Bakar sebentar, saya 1 sdt kunyit bubuk)
2 cm jahe (kupas kulitnya)
terasi 1 1/2 sdt (skip jika tidak suka)
1 sdt garam
sejumput gula (pengganti micin)

Cara membuat :
  1. Bersihkan ikan  dan darah yang terperangkap di sela -sela tulang perut ikan, kucuri dengan jeruk nipis. dan simpan di kulkas selama mempersiapkan bumbu halus.
  2. Blender bumbu halus dengan sedikit air. Beri garam dan gula
  3. Isi dandang dengan air. Panaskan dandang. Sisihkan
  4. Tata ikan di daun pisang, beri bumbu halus dan ratakan di kedua sisi.
  5. Beri bumbu pelengkap seperti potongan serai, belimbing, wuluh, lengkuas, daun salam. Untuk bagian saya dan suami saya memberi cabe rawit. Tambahkan kemangi. Gulung dengan daun pisang yang telah dilayukan diatas kompor, dan rapatkan dengan tusuk gigi. 
  6. Kukus sekitar 15 menit. Dinginkan. Siap dihidangkan.
Selamat mencoba The Secret Ingredient Is Always Love Denia Kitchen

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ke sini dan mau meninggalkan komentar manis atau pertanyaan di sini. Komentar promosi produk dan jualan tidak akan saya tampilkan ya, begitu juga dengan nama URL yang saru. Dan untuk yang berkomentar anonymous mohon cantumkan nama ya biar saya tahu yang berkomentar siapa kan enak jadi bisa panggil mas atau mba. Terima kasih.