Lupis Ketan Legit Aroma Pandan, Apa iya ?

Saya cinta mati sama lupis dan gethuk. Dahulu- sesekali di pagi  hari,  ibu saya akan membelikan saya sarapan salah satunya getuk dan lupis yang diberi kelapa parut dan ditabur kelapa kukus dengan air gula merah yang kental. Sungguh perpaduan gurih, manis dalam satu gigitan. Setiap anak akan diberi jatah 3 pcs saja dan biasanya jam 10 pagi perut saya akan segera berbunyi, tanda perlu menyantap segera bekal makan siang di pagi hari. Wkwkwkwk

Sayangnya makin banyak yang jualan, citarasa dan kualitas yang dijual semakin menurun. Apalagi lupisnya. Jarang sekali saya temui lupis hijau dibalut kelapa putih ( Di tempat tinggal saya Palembang), tergantikan dengan jajanan kekinian yang semakin hari semakin menjamur dengan segala variasinya. Walau Lupis dan gethuk ,jajanan pasar yang berasal dari jawa. Saya telah terbiasa menyantapnya dipagi hari sejak saya kecil. Biasanya penjuang akan menjajakan jualannya dengan berjalan kaki sambil memanggul 2 keranjang besar jualannya dibantu sebilah bambu (jika lelaki), Jika perempuan, jajanan pasar ini diletakkan pada keranjang yang dibawa diatas kepala. Nggk kebayang berapa beratnya. 

Pemandangan seperti itu sudah tidak ada lagi di tempat saya tinggal. Bahkan saya tidak pernah mendengar lagi ada jajanan yang di jajakan dari rumah kerumah. Biasanya konsumen seperti kamilah yang akan menghampiri penjual tempat mereka mangkal. Pasar Sekip adalah pasar terdekat jika saya akan mencicipi aneka jajanan pasar seperti ini di Palembang. 

Saya terkenang dengan Lupis beraroma pandan yang suka saya santap saat masih kecil. Ntah dengan cara apa dimasaknya, tapi saya menduga sebelum beras dimasak, beras di rendam dalam air pandan. Itu sebabnya berwarna hijau, namun ternyata saya keliru. Daun Pisang lah penyebab lupis berwarna hijau. Jika dibungkus dengan bagian dalam daun  di dalam maka lupis berwarna hijau, jika sebaliknya cenderung kecokelatan, namun merendam beras dengan ekstrak /sari pandan ( daun pandan yang diblender lalu disaring)  membuat lupis beraroma pandan, tapi cara kerja yang tidak efektif. 

Seharusnya beras tidak usah direndam dengan air pandan, melainkan air biasa saja seperti kita membuat ketupat. Daun pandan dimasukkan saja di air rebusan. Sama saja hasilnya dan tidak terlalu repot. Learning by doing bukan. Saya melihat youtube dan membaca beberapa blog, ada yang mengaroni beras ketannya dahulu sebelum dikukus, ada yang dari beras langsung. Pikirku jika diaroni dahulu, nanti jadinya bukan lupis melainkan Nasi arem-arem. Jadi saya langsung dari beras saja. Dan memang benar adanya tapi merebusnya. Alamakk lama sekali. Ampunn dah ahh.

Kunci agar lupis dapat dan kenyal, tidak lembek adalah pada penutupan lupis dengan daun pisangnya. Jika kendor /longgar. Dan air banyak merembes kedalam menyebabkan lupisnya lembek. Namun jika kita mengikatnya kuat maka lupis akan padat dan kenyal. Setidaknya itu yang saya alami. Beberapa lupis saya sukses hancur dan lembek sekali. Karena keterbatasan daun pisang hingga saya menutupnya tidak rapat. Dan lagi hanya di tusuk dengan tusuk gigi saja ,tidak di tali atau di ikat kencang, jadilah lupisnya lembek sekali. Beberapa bagus sekali. Alhamdulillah banyaklah bagusnya dari yang lembek dan ini yang tersisa dari makan pagi kami dan baru tadi siang saya dokumentasikan. 

Almarhumah Nyai (nenek) saya, kalau membuat lupis selalu berasnya di rendam dengan air kapur /air nginang. Katanya agar lupis bisa padat dan tidak keras. Namun Ibu saya tidak pernah menggunakan air kapur bisa keras saja, karena menurut ibu , baik lupis, ketupat atau lontong bisa menggunakan air kapur atau nggak. Selama memasaknya benar, akan keras juga. Agar tidak gampang basi, meniriskan ketupat /lupis/lontong adalah kuncinya. Seperti kita ketahui tempat basah dan berair akan menyebabkan mikroorganisme cepat sekali berkembang biak. Oleh karena itu menggantung ketupat /bakcang lazim di lakukan agar kandungan air bisa menetes dan bisa kering di semua sisi. Untuk Lupis? karena tidak adanya gantungan yang tercipta dari untaian sisa pisang, saya meniriskannya di nampah peniris dan memasukkannya ke dalam kulkas. Aman max 2 hari selama belum dikupas. 

Membuat ini tidak ada takaran berapa beras ketan dan santan ya, karena beras ketan  masih ada namun daun pisang sudah habis, saya lantas menstopnya dan merebus lupisnya. Kebiasan menggunakan pengukus saya malah meletakkan lupis dikukusan. heheeh. Beras ketan yang terlanjur di cuci, saya masukkan kulkas, sore harinya saya masak menjadi beras ketan dengan serundeng kelapa. Untuk air gulanya, saya suka jika ada aroma jahe yang kuat, karena itu saya memasukkan banyak jahe, semua kembali keselera. Mau pakai jahe atau nggak sesuai selera ya

Lupis ini adalah jajanan pasar yang bebas gluten, jadi bisa jadi alternatif bagi yang sedang menghindari cemilan berbahan tepung.  Yang ingin membuatnya, berikut ini resepnya ya

Lupis Ketan Legit Aroma Pandan 
Bahan : 
500 gram beras
1 sdm air kapur sirih (Optional)
200 ml santan kental (optional)
Daun pisang secukupnya (pilih daun pisang yang lebar, /layukan di atas kompor lalu potong sekitar 10 cm)
Daun pandan 5 lembar

Saus Gula merah
200 gram gula merah
50 gram gula pasir
125 ml air
1/2 ons jahe (kurangi jika tidak suka aromanya)
1/4 sdt garam
2 lembar daun pandan (Ikat simpul)

Pelengkap 
Kelapa parut (buang kulit arinya) Kukus dengan sedikit garam

Cara membuat : 

  1. Cuci bersih beras, Jika akan menggunakan air kapur sirih, silahkan direndam di tahapan ini. tiriskan.
  2. Layukan daun pisang, lap bersih. Potong -potong sepanjang minimal 10 cm.
  3. Ambil 1 lembar daun tekuk, lalu beri 3 - 4 sdm beras. Tambahkan 1 sdm santan kental. Tutup rapat. Jangan ada celah. Bentuk segitiga.
  4. Rebus dalam dandang besar berisi air banyak hingga tenggelam sekitar 3 -4 jam. Beri daun pandan. Dinginkan.
  5. Siapkan saus gula merahnya dengan memasak air,gula dan jahe yang dimemarkan. Jika kualitas gulanya meragukan. Bisa memasak air dan gula merah terlebih dahulu, saring lalu rebus bersama jahe dan gula pasir. Masak hingga agak kental.Sisihkan
  6. Kupas daun pisangnya, balur ke kelapa parut. Tata di piring. Siram saus gula merahnya
 Selamat mencoba The Secret Ingredient Is Always Love Denia Kitchen

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ke sini dan mau meninggalkan komentar manis atau pertanyaan di sini. Komentar promosi produk dan jualan tidak akan saya tampilkan ya, begitu juga dengan nama URL yang saru. Dan untuk yang berkomentar anonymous mohon cantumkan nama ya biar saya tahu yang berkomentar siapa kan enak jadi bisa panggil mas atau mba. Terima kasih.