Lumpia Bengkoang Daun Kari Cemilan kaya Serat dan Aromatik

Lumpia atau risoles atau kroket dalam bahasa palembang sering jadi makanan kami sehari -hari. Gorengan ini bersama pempek, tempe dan tahu goreng di jajakan mulai dari pinggiran kaki lima hingga ke rumahmakan, foodcourt  di banyak tempat. Jumlah dan pedagang akan meningkat dari sore menjelang malam. Risoles /Lumpia yang biasanya berisikan wortel dan kentang, atau rebung bila ke Semarang. Nyatanya bisa berisikan bermacam-macam isian. Seperti Bengkoang, Sayuran Hijau, Lobak, Daging atau bercitarasa manis seperti pisang cokelat dalam balutan kulit lumpia. 

Menggunakan bengkoang pada lumpia ini enak loh. Selain dapat kenyangnya juga dapat manfaat seratnya. Apalagi ditambahkan daun kari /daun temurui/salam koja yang berkhasiat sebagai aromatik pada gorengan buatanmu. Daun kari yang beraroma kuat dan tajam akan meningkatkan aroma dan menumpas bau lau pada bengkoang. Bengkoang atau sering disebut lobak manis ini memiliki bau yang lau, bau inilah yang terkadang tidak disukai orang. Dengan menambahkan daun kari pada isian lumpia, dijamin bau tak sedap akan hilang digantikan aroma kari walau kita tidak menambahkan bumbu kari sekalipun.

Untuk yang tidak pernah mengenal daun kari/daun salam koja. Daun ini mirip daun salam, hanya ukurannya lebih kecil. Bentuk daun yang berhadap-hadapan mirip daun belimbing wuluh menurutku. Bagi yang tak terbiasa akan rasa pahit daun ini memiliki rasa sedikit pahit dan beraroma tajam. Aroma daun kari /curry leaves/salam koja/daun temurui ini sangat tajam karena kandungan alkaloidnya. Daun kari mengandung banyak vitamin dan mineral alami seperti vitamin A, B, C, E, asam amino, magnesium, serta asam folat, yang menjadikan rempah-rempah ini tinggi akan manfaat kesehatan. Daun kari mengandung senyawa alkaloid, glikosida, saponin, flavonoid, juga berbagai mineral dan mengandung minyak atsiri.  Daun kari digunakan untuk pengobatan berbagai penyakit, antara lain diabetes, anemia, kolesterol, darah tinggi, ginjal, diare, antioksidan, antimikroba, dan kaya zat besi serta tonik. Bahkan konon katanya daun kari jika dimakan mentah berkhasiat menyembuhkan disentri. 

Di Aceh ada masakan ayam tangkap aceh yang menggunakan daun kari sebagai salah satu jenis daun yang dipakai disamping daun pandan. Daun kari yang di goreng kering akan seakan-akan menjadi "keripik". Sudah lama tahu tentang daun kari ini, pas tanpa sengaja berkunjung ke Rumah pak rudi (Rekan kerja saya dahulu) beberapa blok dari sini. Mata saya langsung tertuju pada tanaman kari yang tumbuh subuh di halaman rumahnya. Saya mengambil beberapa helai daun untuk saya stok di freezer dan bibit karinya. Sayang ditinggal mudik lebaran kemarin. Bibit kari saya mati dan layu.

Bengkoang sendiri adalah sayuran yang kaya akan serat. Bengkoang berasal dari benua  amerika. Orang Spanyollah yang diduga menyebarkan bengkoang dari mexico ke Filipina dan negara asia tenggara lainnya. Tanaman ini atau Pachyrhizus erocus dikenal dengan nama jicama. Tidak seperti umbinya yang bisa dimakan, bagian lain bengkoang beracun  karena mengandung retenon yang sering digunakan membunuh serangga dan menangkap ikan. Keracunan biji bengkoang dapat disembuhkan dengan meminum air kelapa. Obat kudis dahulu dibuat dari campuran biji bengkoang yang dihaluskan dengan belerang. Sekarang pakai obat modern semua. hehehe

Bengkoang yang telah dikupas kulit tipisnya memiliki daging buah putih /kream dengan tekstur renyah seperti buah pir atau kentang mentah dengan sedikit bau lau. Bengkoang sering dijadikan salad, asin dan manisan. Rujak memasukkan bengkoang sebagai buah wajib. Teksturnya yang renyah  membuat bengkoang mentah enak dan sedap saja dimakan. Tekstur renyah dan bertepung adalah rasa yang akan diterima lidah saat umbi bengkoang memasuki kerongkongan. Krex...krez dalam bumbu kacang pedas. Sedapp. (Jadi pingin rujak deh😋)

Bengkoang atau Jícama kaya akan karbohidrat dalam bentuk serat makanan (terutama inulin ). Mengandung air 86 -90 %, mengandung sedikit protein dan lipid . Rasa manisnya berasal dari inulin oligofructose (juga disebut fructo-oligosaccharide), yang merupakan prebiotik . Bengkoang sangat rendah lemak jenuh dan natrium serta merupakan sumber vitamin C yang baik Manfaat bengkoang tidak hanya untuk kecantikan dalam memutihkan wajah, tetapi juga memperlancar pencernaan. Jadi mulailah rajin mengkonsumsi bengkoag ya.

Menambahkan ebi halus pada masakan suka saya lakukan jika tidak ada protein hewani seperti daging sapi atau ayam. Kalau anda mau menambahkan potongan daging asap, sosis, suiran ayam, daging cincang, atau cacahan jagung manis serta kaldu jamur. Silahkan saja. Sesuai selera. Lumpia ini menggunakan kulit lumpia yang ada di pasaran, mau menggunakan spring roll silahkan, atau mau membuatnya sendiri juga boleh. Di Blog ini sudah ada resep kulit risoles juga kok. Ini lagi males saja, tapi suami dan anak tetap perlu cemilan jadi yang pakai yang sudah jadi. Ini resepnya ya. Sama dengan lumpia sayur yang pernah saya posting disini

Lumpia Bengkoang Daun Kari
Bahan 
12 lembar kulit lumpia /spring roll 12x12 cm
2 buah bengkoang berukuran sedang
1 buah wortel
1/2 sdt merica
1/2 sdt garam
1 sdm ebi halus /cuiran ayam (optional)
1 batang daun bawang iris -iris
1 tangkai daun salam koja/temurui/daun kari/curry leaf ( iris -iris)
1 batang daun seledri  ( iris -iris)
5 siung bawang merah sedang ( iris -iris)
3 siung bawang putih sedang ( iris -iris)

Olesan : putih telur / 1 sdm terigu beri sedikit air

Cara membuat
  1. Kupas wortel dan bengkoang. Cuci bersih semua bahan yang diperlukan kecuali kulit lumpia.
  2. Cacahan seukuran korek api bengkoang dan wortelnya. Saya memasukkannya ke dalam copper. Potong dan iris tipis daun kari, daun bawang  seledri dan bawang. Sisihkan
  3. Tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum. Masukkan bengkoang dan wortel parut. Masak sambil sesekali diaduk hinnga layu (tidak perlu ditambahkan air). Masak dengan api sedang saja
  4. Masukkan daun kari, seledri dan daun bawang. Aduk rata. Cicipi dan koreksi rasa. Garam menyesuaikan dengan asinnya ebi (jika pakai). Masak sebentar berair.  Matikan api dan dinginkan
  5. Peras air yang ada dikuali melalui saringan. Pindahkan isian ke saringan tekan-tekan hingga airnya menetes keluar. Pindahkan ke piring. 
  6. Ambil 1 lembar kulit lumpia, beri 1 sdm isi, beri sekeliling dengan olesan dan lipat seperti amplop lalu gulung. Lakukan sampai habis. Doublekan kulit lumpia /spring roll jika ada yang bocor.
  7. Panaskan minyak, goreng hingga kecokelatan. Angkat dan tiriskan
  8. Sajikan dengan saos sambal /cuka pempek/cabai rawit


Selamat mencoba The Secret Ingredient Is Always Love Denia Kitchen

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ke sini dan mau meninggalkan komentar manis atau pertanyaan di sini. Komentar promosi produk dan jualan tidak akan saya tampilkan ya, begitu juga dengan nama URL yang saru. Dan untuk yang berkomentar anonymous mohon cantumkan nama ya biar saya tahu yang berkomentar siapa kan enak jadi bisa panggil mas atau mba. Terima kasih.