Gulai Rampai - Sup Bening Sedap dari Jamur dan Kemangi Khas Linggau

Gulai Ampai berasal dari kata rampai artinya campur-campur. Gulai ini berupa campuran aneka sayur. Di Linggau_ Salah satu kabupaten di Sumatera Selatan, Gulai ini terdiri dari kemangi, jamur dan sisik, terkadang terong. Jamur yang digunakan biasanya berasal dari perkarangan rumah sendiri. Jenis jamur yang biasa dimakan ya, bukan jamur hitam yang beracun. Sekarang, lahan kosong sudah sedikit dan jamur liarpun sulit ditemui, makanya kalau buat gulai rampai ini mama menggunakan jamur tiram yang tersedia di pasar tradisional. 


Pertama mencicipnya saya nggak tertarik. Apa enaknya memakan sayur tiram dengan kemangi?. Selain karena dahulu saya kira jamur tiram itu paling sedap jika digoreng crispy juga karena saya tidak menyukai makan sesuatu diluar kebiasaan saya. Tapi sejak merantau dan hidup sendiri, saya belajar mandiri dan menjaga kesehatan saya sendiri, salah satu hal yang saya pelajari adalah konsumsi sayur bervariasi adalah salah satu cara termurah untuk menjaga kesehatan. Dan hal itu di dukung dengan kebiasan suami yang  suka makan sayur. Saya jadi terbiasa dan mencari sayur lainnya juga selain sayur asem, gulai nangka, sup wortel yang suka dimasak. Kan bosen juga makan sayur itu-itu lagi. Nggak terlalu suka dengan masakan dengan kuah santan kental seperti halnya kebiasaan kecil dari orang tua saya. 

Di rumah orang tua saya. Jika saya masak sayur bening saja baik katuk, bayam atau gulai rampai ini ayah nggak begitu suka. Paling makannya nasi, kecap dan lauk saja. Kalau di rumah ibu harus bersantan dan agar ayah lahap makannya, masaknya nggak jauh-jauh dari gulai, kare dan bobor bayam. Wajib pakai santai. Tetapi  di rumah mertua kalau masak sayur dan lalapannya variatif sekali dan gulai rampai ini salah satunya. Memasak gulai rampai 1 kuali begini habis dalam 2x makan.

Alhamdulillah punya 2 keluarga yang beda banget selera makannya. Walau satu provinsi, saya ngebayangi bagaimana yang antar benua ya. Karena itu saya berupaya mengenalkan sayur sedini mungkin sama anak saya. Sudah 2 generasi keluarga ibu yang terkena diabetes dan asam urat. Saya pikir semua bermula dari pola makan. Bagaimana pola makan nenek menurun ke ayah/ibu lalu nanti ke saya dan anak saya. Ia kalau pola makannya bagus, kalau semua serba santan dengan full carbohidrat tanpa serat dan berminyak. Saya sudah membayangkan penyakit apa yang bakal di derita anak saya kelak. Apakah akan seperti nenek/paman/bibinya yang diabetes semua. Nauzubillah. Jadi rantai pola makan yang salah harus diputus dari saya, kalau tidak thiya akan benci sayur dan sukanya yang manis-manis saja. Semoga saya bisa aamiin. 

Kembali ke gulai rampai ini ya, Jamur yang bisa dipakai tergantung selera. Jika dahulu yang dipakai adalah jamur liar yang tubuh di kayu /pohon yang sudah tumbang. Kita bisa menggunakan jamur tiram, jamur enoki. Jamur sendiri ada banyak khasiatnya selain sebagai sumber vitamin B3, juga membantu menurunkan kolesterol dan mencegah kanker. Kemangi sendiri berkhasiat sebagai pencegah bau badan (mulut dan ketiak), memelihara kesehatan jantung, kendalikan diabetes dengan cara menurunkan gula darah serta anti penuaan karena kandungan antioksidannya. Dan kita memasak dengan tanpa minyak tentu saja akan menjaga kandungan gizinya. Memakan gulai rampai ini sedap sekali jika di temai dengan sambal tigo. Yuk buat sendiri

Gulai Rampai
Bahan :
1/2 ikat kemangi
1/2 kantong jamur tiram
1 buah terong ungu/bisa ganti oyong/gambas/sisik

2 sdt garam (tambah sesuai selera)

Cara membuat

  1. Cuci bersih semua sayur, ketiki kemangi, potong serong terong dan suir kecil jamur. Cuci jamur lalu peras airnya
  2. Didihkan air masukkan terong masak hingga setengah lunak, tambahkan jamur tiram. Menjelang diangkat tambahkan kemangi dan garam
  3. Koreksi rasanya
  4. Sajikan dengan sambal tigo /sambal favorit masing-masing 
Note
Gulai rampai ini memang simple, aroma kemangi yang kuat akan menumpas habis bau langu jamur
Sambal tigo itu Cabai, terasi dan garam diulek jadi satu. Dan sambal itu menemani gulai rampai bersama dengan nasi dan ikan bakar. 

Selamat mencoba The Secret Ingredient Is Always Love Denia Kitchen

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ke sini dan mau meninggalkan komentar manis atau pertanyaan di sini. Komentar promosi produk dan jualan tidak akan saya tampilkan ya, begitu juga dengan nama URL yang saru. Dan untuk yang berkomentar anonymous mohon cantumkan nama ya biar saya tahu yang berkomentar siapa kan enak jadi bisa panggil mas atau mba. Terima kasih.