Pindang Udang Meranjat

Di Palembang ada salah satu restoran pindang meranjat yang jadi favorit saya. Lokasinya di depan jalan  angkatan 45 tidak jauh dari kantor XL dan Palembang Square. Banyaknya pengunjung dengan lahan parkir terbatas sering menjadi salah satu  penyebab macetnya lalu lintas dari dan ke arah PS. Sekarang dengan di tata area parkir, lalu lintas dari  dan ke arah Palembang Square, restoran ini tidak lagi menjadi penyebab macetnya jalan. Dahulu kalau di sebut macet itu paling lama 15 menit, sekarang sejak mengenal istilah macet dari Jakarta, saya baru menyadari arti macet sebenarnya😁 
Mencicipi pindang meranjat terutama Udangnya sangatlah lezat. Udang di RM Meranjat biasanya menggunakan udang Sungai. Untuk saya yang terbiasa hidup dengan sungai musi membelah kotanya. Ikan sungai jelas menjadi santapan sehari-hari. Dan mengolah ikan sungai menjadi pindang baik pindang meranjat, pindang pegagan, pindang kecap menjadi langganan sehari-hari.

Untuk mengolah pindang, Baik Ibu dan Mama yang sama-sama orang Sumatera Selatan tidak pernah menggunakan bawang putih dalam bumbu pindangnya. Jika menggunakannya masakan jadi cemplang /anyep /apapun istilah tidak pas menurut lidah. Jadi skip bawang putih jika anda akan membuat pindang ini. Penyedap seperti kemangi, nanas, wajib dimasukkan pada pindang meranjat. Kita bisa menggunakan bumbu dapur lengkap untuk pindang meranjat dan tidak menggunakan bumbu dapur untuk pindang pegagan. Rasanya sedap semua. Saya pernah posting  untuk Pindang Meranjat disini atau Pindang pegagan disini, silahkan baca-baca bagi yang berkenan
Sudah lama rasanya saya tidak mencicipi pindang udang meranjat di rumah makan. Waktu melihat udang sungai di pasar, saya segera menghampiri lapak penjualnya. Alhamdulillah masih kebagian. Sekarang musim kemarau, udang seperti ini sudah jarang di temui di pasar tradisional. Pindang yang merupakan olahan ikan berkuah pedas , asam dan manis dengan kuah kemerah-merahan ini bisa dimasak menggunakan udang, ikan, telur ikan gabus, ikan gabus /patin serta daging dan tulang sapi. Untuk cumi saya belum pernah mencobanya. Di Sungai tidak ada Cumi-cumi, sehingga menu Pindang Cumi tidak pernah saya lihat ataupun santap di rumah makan tapi harusnya enak saja ya. 


Semula ku kira Lobster dan udang merupakan hewan yang sama, ternyata nggak ya. Lobster dan udang merupakan jenis yang berbeda. Udang biasa hidup di perairan misal air laut, sungai, waduk  atau danau. Udang dapat ditemukan pada semua "genangan" air. yang berukuran besar baik itu di air payau, air asin atau air tawar. Berbeda dengan lobster yang ukurannya besar. Lobser itu seperti perpaduan kepiting dan udang. Badannya seperti udang berukuran besar dan memiliki capit seperti kepiting. Lobster hidup di lingkungan berpasir, berlumpur, berbatu disepanjang dari pantai hingga ujung continental shef (yaitu wilayah laut yang dangkal dengan kedalaman kurang dari 200 m). 

Perbedaan lobster dan udang tentu saja di harganya. Lobster itu mahal, sedangkan udang lebih murah. Jenis udang pun berbeda-beda seperti  udang galah, windu, ekor putih. Udang air tawar  yang memiliki nilai ekonomis tinggi adalah udang galah. Udang air tawar memiliki tubuh yang tertutup oleh kerangka luar yang keras (eksoskeleton); badan bersegmen, kepala dan dada bersatu, kepala ditutupi oleh cangkang kepala yang ujungnya meruncing atau disebut rostrum; dikepala dan dada terdapat anggota tubuh yang berpasangan yaitu mata, antennule,scaphoceritae, antenna, tiga maksiliped dan lima peroopoda. Pada abdomennya terdapat lima pasang pleoipoda dan satu pasang uropoda serta bagian belakang telson.

Udang air tawar memiliki peranan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Salah satunya sebagai komponen mata rantai makanan. Udang yang merupakan hewan noukturnal (mencari makan di malam hari), berperan sebagai makanan bagi hewan akuatik yang lebih besar juga sebagai pemakan bangkai dan detritus di perairan. Oleh karena itulah keberadaan udang dapat menjadi salah satu indikator tercemar /tidaknya kualitas badan sungai oleh limbah domestik rumah tangga, limbah industri ataupun limbah pertanian. 

Tim Pemantauan Lingkungan Hidup biasanya akan menghitung koloni dan banyaknya variasi dan keberagaman plakton,salah satunya adalah anakkan udang. Katanya kalau udang sudah banyak, biasaanya habitannya masih terjaga keasriannya. 

Kembali ke Pindang Udang Meranjat yang kali ini saya posting. Walau saya menyukai udang sungai untuk dimasak pindang, anda bisa menggantinya dengan udang laut. Asal jangan udang rebon 😛. Jangan lupa bersihkan kotoran disela mata dan kepala dengan cara dicungkil ya dan rendam dengan air asam jawa /air jeruk nipis untuk membuang amis dan lumpurnya. Udang air tawar ini saya beli bersama dengan udang goreng mentega yang pernah saya posting disini. Sebagain saya olah menjadi udang goreng mentega, dan satu udang terbesar saya buat pindang meranjat. Berikut resepnya

Pindang Udang Meranjat

Bahan :
Udang Besar @300 gram 1 ekor
1/2 Ikat kemangi  potong potong
1/4 buah nanas, potong - potong (tambahkan jika suka)
1sdt garam
1 sdm gula pasir
1 sdt gula
500 ml air
1/4 blok asam jawa (1 sdm asam jawa larutkan dengan 6 sdm air)
1 ruas kunyit (Bakar sebentar , potong serong -saya kunyit bubuk)
1 buah batang serai (gemprek , ikat simpul)
1 ruas (5 cm) lengkuas (Memarkan)
Daun salam 3 lembar
10 pcs cabe rawit merah utuh (optional)
terasi 1 1/2 sdt

Bumbu halus
Cabe merah 7 buah ( Tambahkan jika suka pedas)
5 siung bawang merah

Cara membuat :

  1. Bersihkan udang, potong bagian  yang menjuntai (antena, anntenule, scaphocerite)  dan  kucuri dengan jeruk nipis. Sisihkan
  2. Blender bumbu halus, Campurkan bumbu halus ke dalam panci. Tambahkan kunyit, lengkuas,daun salam , air asam jawa dan garam  masak sampai air mendidih, masukkan udang masak sampai udang berubah warna (10 menit)
  3.  Tambahkan potongan nanas, terasi dan kemangi dan bumbu lainnya. Masak sekitar 5 menit . Jika rasanya cemplang tambahkan gula dan garam, koreksi rasanya sesuai selera. 
  4. Siap di hidangkan
 Selamat mencoba The Secret Ingredient Is Always Love Denia Kitchen

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ke sini dan mau meninggalkan komentar manis atau pertanyaan di sini. Komentar promosi produk dan jualan tidak akan saya tampilkan ya, begitu juga dengan nama URL yang saru. Dan untuk yang berkomentar anonymous mohon cantumkan nama ya biar saya tahu yang berkomentar siapa kan enak jadi bisa panggil mas atau mba. Terima kasih.