Ikan Bawal Panggang Tempoyak

Tempoyak yang merupakan fermentasi daging durian dengan garam, sudah menjadi konsumsi masyarakat Indonesia. Tidak hanya Sumatera Selatan tetapi juga Riau, Jambi, Bangka Belitung dan Kalimantan. Setiap daerah tentu memiliki citarasa dan cara masak tersendiri. Di restoran Malaysia (saya lupa namanya), Udang dipanggang dengan bumbu tempoyak kerap ada di daftar menu. Udang ini sama seperti orang Palembang membuat Ikan Baung Tempoyak yang pernah saya posting disini tetapi beda di jenis seafoodnya saja. Bumbu tempoyak fleksibel bisa digunakan untuk ikan laut, sungai, cumi,kepiting,udang hingga tiram.

Di Riau ada olahan ikan bernama Ikan Kacau Asam. Ikan dengan bumbu tempoyak seperti ibu saya masak, tetapi menggunakan cabai hijau. Jujur saja saat itu saya belum tertarik belajar masak, sehingga celoteh teman kerja saya dahulu, hanya saya anggap angin lewat. Bagi saya masakan teman saya itu sungguh enak dan saya tidak tertarik untuk belajar karena dia ada di sebelah saya, setiap kali dia masak, sayalah juru cicipnya. 

Tapi nasib dan jalan hidup terpisah, saat kami sama-sama resign dari tempat tersebut. Dan seperti biasa, saat kangen melanda dan sekarang saya seorang ibu dan istri justru ingatan tentang celoteh dialah yang saya ingat. Bahwa 1 butir tomat bisa diolah menjadi sambal yang lezat, hiasan yang cantik, bukan berakhir membusuk dan dibuang ke kotak sampah. Bahwa kalau kamu sudah niat baking, dengan membeli aneka bahan. Jangan karena malas malah berakhir ke kotak sampah akibat kadarluarsa. Seretlah kakimu, gerakkan badanmu, lawan rasa malasmu. Mulailah apa yang kau rencanakan. Siapa lagi yang akan mewujudkannya kalau bukan kamu?

Nah, berbicara dengan ikan bawal panggang tempoyak yang terinspirasi dari ikan kacau asam riau, kali  ini ikannya saya panggang. Bumbu ikanpun saya menebaknya sendiri, jadi mungkin berbeda dengan resep aslinya. Saya tidak menamainya ikan bawal kacau asam, karena sudah tidak otentik lagi. Resep disesuaikan dengan lidah orang Palembang, dan saya yakin hampir mirip dengan orang Riau. Dan seperti biasa saya membuang biji nya agar tidak pedas untuk anak saya. Kalau ada tidak mempunyai anak balita, biarkan cabai nya utuh. Tanpa rasa pedas, makan tidaklah enak😎.

Saya membungkusnya dengan daun pisang, jika anda kesulitan mendapatkan daun pisang bisa menggunakan aluminium foil. Di salah satu restoran di KL Malaysia mereka menggunakan daun pisang di bagian dalam sedangkan luarnya aluminium foil. Saya tanya kenapa seperti itu, karena mendapatkan daun pisang sulit, jadi pakai sedikit saja untuk aroma kata kokinya. Wah disini daun pisang melimpah, justru aluminium foil yang mahal dan langka. Ok bagi yang ingin mencicipinya, ini dia resepnya

Ikan Bawal Panggang Tempoyak

Bahan :
1 ekor ikan bawal sekitar 400 gram ( Bisa diganti dengan jenis ikan lainnya)
2 sdm munjung  tempoyak (100 gram)
2 cm Lengkuas memarkan/geprek
1 pcs batang serai memarkan ikat simpul
2 pcs daun jeruk (buang tengah daunnya)
25ml air untuk blender bumbu halus

Bumbu Dihaluskan:
8 pcs cabe merah
5 cabe rawit merah (optional, saya tidak pakai)
5 siung bawang merah
3 siung bawang putih
2cm jahe

Cara membuatnya:

  1. Siangi ikan hingga bersih, buang sisik halus, isi perut,insang dll. Hilangkan/buang darah yang terperangkap di tengah badan ikan. Kucuru dengan air jeruk nipis. Sisihkan
  2. Haluskan bumbu halus ,saya menggunakan blender yang diberi sedikit air. Haluskan
  3. Tumis bumbu halus hingga harum dan air berkurang, masukkan tempoyak, serai dan daun jeruk aduk rata. Koreksi rasa. (Saya tidak menambahkan garam karena di tempoyak kandungan garam telah tinggi).Dinginkan
  4. Ambil selembar daun pisang yang telah di layukan agar memudahkan ditekuk (bisa dengan cara di kukus /layukan di atas kompor), Balurkan bumbu ke seluruh badan ikan, letakkan ikan, gulung daun pisang.Rekatkan dengan tusuk gigi.
  5. Panggang hingga matang
Notes :
Tempoyak yang dibeli di Pasar biasanya lebih berair dari yang dibuat sendiri. Saya tidak menambahkan garam karena tempoyak saya telah asin. Sesuaikan rasa bumbu dengan menambahkan garam atau gula sesuai selera

Selamat mencoba The Secret Ingredient Is Always Love Denia Kitchen

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ke sini dan mau meninggalkan komentar manis atau pertanyaan di sini. Komentar promosi produk dan jualan tidak akan saya tampilkan ya, begitu juga dengan nama URL yang saru. Dan untuk yang berkomentar anonymous mohon cantumkan nama ya biar saya tahu yang berkomentar siapa kan enak jadi bisa panggil mas atau mba. Terima kasih.