Tumis Pare Orak Arik dan Diabetes Melitus

Tanaman pare merupakan salah satu alternatif dalam penyembuhan Diabetes Melitus, karena tanaman ini mengandung saponin, flavonoid, dan polifenol (antioxidant kuat), serta glikosida cucurbitacin, momordicin, dan charantin yang dapat menurunkan gula darah. Tanaman pare atau Paria  merupakan tumbuhan merambat yang berasal dari wilayah asia tropis. Tanaman ini sering dimanfaatkan sebagai sayuran ataupun pengobatan. Sebelumnya saya pernah memposting resep Sayur Telur Puyuh Pare linknya disini. Olah bermacam -macam tanaman pare ini untuk di konsumsi. Sehingga jika kamu adalah keturunan Diabetes, walau bukan penderita diabetes tetap harus mengkonsumsi pare lebih sering agar terhindar dari penyakit diabetes (notes ini untuk saya terutama) 




Diabetes Melitus (DM) adalah suatu penyakit metabolik yang merupakan penyakit berbahaya dan telah familiar di Indonesia yang disebabkan menurunnya hormon yang diproduksi oleh kelenjar pankreas. Penurunan hormon ini mengakibatkan seluruh gula (glukosa) yang dikonsumsi tubuh tidak dapat diproduksi secara sempurna, sehingga kadar glukosa didalam tubuh akan meningkat. Gula yang meliputi polisakarida, digosakarida, disakarida dan monosakarida merupakan sumber tenaga yang menunjang keseluruhan aktivitas manusia. Seluruh gula ini akan diproses menjadi tenaga oleh hormon insulin tersebut. Oleh  karena itu penderita Diabetes Melitus biasanya akan mengalami lesu, kurang tenaga, selalu merasa haus, sering buang air kecil, dan pengelihatan menjadi kabur. Gejala lain akibat adanya kadar glukosa yang terlalu tinggi akan terjadi ateroma sebagai penyebab awal penyakit jantung koroner. 

Diabetes tipe 1 biasanya memerlukan penyuntikan insulin karena pankreasnya 100 % tidak bekerja. DM type 2 pankreasnya masih bekerja, namun perlu di dukung dengan obat dan insulin. Paman, Ibu, Nenek, bibi saya adalah Dm type 2 dan memerlukan obat setiap hari, jika tidak kadar gula akan meningkat dan jika luka sedikit saja berakibat fatal. Dan herannya (tak usah heran ding) tikus, kecoa suka sekali menggigit kaki paman saya (penderita DM) saat dia tidur, dan terakhir paman saya meninggal karena diabetes. Oleh karena pengalaman itulah, sedapat mungkin saya mengatur dan mengontrol asupan makanan saya. 

Paman saya itu suka sekali makan jeroan daging, tetapi tidak ibu saya. Namun walau begitu. Walau kami sebagai anaknya telah menjaga gula, susu yang di konsumsi ibu agar khusus bukan gula pasir biasa melainkan dari stevia, gula dan susu khusus diabetes. Walau begitu di usia lanjut beliau. Ibu saya tetap terkena diabetes. Konsumsi pare dan pola hidup sehat lainnya sekarang semangat saya lakukan demi terhindar dari diabetes selama mungkin. Pare merupakan sayuran yang tak mahal, mudah di jumpai dan enak saya di olah menjadi apapun.  Tips cara memasak pare adalah dengan cara meremes remas irisan pare dengan garam lalu cuci bersih dengan air. Dengan cara ini dijamin pahit pada tumisan pare akan berkurang. Mari olah sayur pare menjadi Tumis Pare Orak arik yuk

Tumis Pare Orak Arik

Bahan :
2 pcs pare (sekitar 300 gram)
1 sdm saus tiram
minyak goreng secukupnya
1/2 sdt garam
air 25 ml (optional)
2 sdm garam kasar
1 butir telur

Bumbu iris
4 cabai merah iris serong
4 cabai hijau iris serong
4 bawang merah iris-iris
3 bawang putih iris-iris

Cara membuat
  1. Belah dua pare, buang biji pada bagian tengahnya. Iris -iris hingga habis.
  2. Masukkan pare ke dalam wadah, beri 2 sdm garam kasar. Remas -remas hingga keluar airnya. cuci bersih hingga garamnya hilang. Tiriskan
  3. Panaskan minyak. Tumis bumbu iris, masukkan pare, tambahkan air sedikit saja (25 ml), 1 butir telur, masuk rata. Masak hingga pare dan telur matang , air kering. 
  4. Tambahkan garam, saus tiram aduk rata. Koreksi rasa
  5. Sajikan

Semoga bermanfaat The Secret Ingredient Is Always Love Denia Kitchen

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ke sini dan mau meninggalkan komentar manis atau pertanyaan di sini. Komentar promosi produk dan jualan tidak akan saya tampilkan ya, begitu juga dengan nama URL yang saru. Dan untuk yang berkomentar anonymous mohon cantumkan nama ya biar saya tahu yang berkomentar siapa kan enak jadi bisa panggil mas atau mba. Terima kasih.