Sambal Goreng Kentang Ala Kondangan

Di sini (Lampung) kalau ada keluarga yang hajatan baik menikah, sunatan, ataupun lahiran akan di kasih "besek /tonjok" yaitu nasi kotak dengan isian nasi putih, sambal goreng kentang, ayam goreng serta kerupuk udang. Kalau di Palembang nggak ada tradisi ini. Sambal gorengnya berbeda dengan sambal goreng hati ampela yang suka di masak Ibu saya saat lebaran. Sambal Goreng Kentang  ala Kondangan ini kering, tahan lama, tidak menimbulkan rasa eneg di tenggorokan dan tanpa santan. Beberapa kali mencicipinya saya jadi suka apalagi di beri potongan tahu, ati ampela dan berasa pedas. Enak sekali.



Walau Sambal goreng ini di jual di pasar sebagai lauk jadi. Saya lebih suka membuatnya sendiri. Jika membuat sendiri jenis tahu yang digunakan bisa saya pilih, jadi tidak menggunakan tahu yang terkadang terasa pahit. Selain lebih sehat juga lebih hemat. Sambal Goreng Kentang ini bisa di simpan di kulkas sekitar 1 minggu dan di freezer bisa berbulan -bulan. Saya suka membuatnya sekali banyak untuk dijadikan sambal saya dan suami. Jadi masak harian bisa dibuat tidak pedas, agar anak saya bisa ikutan makan dari piring saji yang sama dan saya serta suami bisa tetap makan pedas dari sambal goreng kentang ini. Jika membuat ini, saya tidak pernah membuang biji cabai seperti masakan saya lainnya. Namun jika anda ingin tetap berwarna merah dan tidak terlalu pedas, buang biji cabainya dan tambahkan tomat tanpa biji ke dalam bumbu halus kentang goreng ini. Jadi buah hati bisa ikutan makan.

Agar tampilannya sama dengan Sambal Goreng kentang ala Kondangan biasanya ada irisan cabai merah dan hijau, namun stok cabai saya menipis sehingga saya skip. Jika umumnya ada ati ampela yang di rebus dahulu dan di potong -potong, saya tidak memasukkan ampela ayam, karena baik saya ataupun suami tidak suka. Sehingga saya hanya memasukkan potongan ati ayam saja. Jadi semua nya kembali ke selera. Kalau ada keluarga yang mau makannya, bisa tambahkan potongan hati ampela yang sebelumnya telah di rebus di dalam sambal goreng kentang ini. Beberapa malah ada yang menambahkan pete dalam sambal goreng kentangnya. 

Bagi pemula di dapur, mungkin belum tahu. Ampela  atau empedal adalah organ dalam yang terhadap dalam sistem pencernaan burung, reftil, dan beberapa jenis ikan. Pada ayam, ampela merupakan bagian dari organ perut berupa  dinding berotot dan tebal yang digunakan untuk menggiling makanan yang di makan ayam. Biasanya ampela dijual dalam keadaan telah dikuliti dan dibuang isi dalamnya, bersama dengan ati ayam dan usus ayam. Untuk di Indonesia Ampela dan ati ayam sering dikonsumsi untuk di buat sambal goreng kentang. Kalau ayamnya hasil motong sendiri, kita harus mengupas dan membuang selaput ampela ayam ini dengan cara menariknya hingga "makanan ayam" yang berwarna hijau dibuang. Tahan napas karena bau hehehe. Ya namanya aja kantong makanan ayam ,jadi yaa bau sisa -sisa fermentasi makanan ayam.
Agar kentang pada Sambal Goreng kentang ini lebih awet, pastikan di goreng terlebih dahulu hingga masak dan berkulit, lalu ditiriskan dan disimpan terlebih dahulu di kulkas. Baru kemudian di beri baluran bumbu cabai yang kering. Jika akan dimakan , mengambilnya harus menggunakan sendok bersih. Jangan ambil dari sendok bekas dari mulut kita. Hal ini bertujuan agar meminimalisir mikroorganisme yang ikut dan terpapar ke kentang dari sendok. Jika sering melakukannya biasanya sebelum 1 minggu kentang telah berubah rasa dan bau

Saat seseorang ada hajatan, biasanya memasak dalam jumlah banyak dan tidak di masukkan ke kulkas, untuk itu dipastikan kentang, tahu dimasak sampai matang dan berkulit dan hati ampela di rebus terlebih dahulu hingga matang sampai ke dalam. Semakin kering semakin baik dan tahan lama, malah terkadang sangat kering sehingga saya jadi tidak suka. hehehe. Umurnya biasanya kurang dari 3 hari di suhu ruang dan di kulkas bisa lebih dari 1 minggu. Mau mencoba membuatnya berikut resepnya ya

Sambal Goreng Kentang ala Kondangan

Bahan :
1 kg kentang, kupas kulitnya potong dadu
4 pcs tahu cuci bersih, potong dadu
2 pcs ati ampela rebus sebentar potong dadu
1 sdm gula aren /kerek/gula jawa/gula batok sisir halus
1 sdt garam
1 sdm air perasan jeruk nipis (optional)
1 batang serai memarkan, ikat simpul
2 pcs daun salam
minyak untuk menggoreng dan menumis

Bumbu Halus:
10 pcs cabai merah keriting kering
15 pcs cabai merah keriting segar (ambil beberapa pcs dan iris serong)
4 pcs cabai merah keriting hijau (iris serong_saya tidak pakai)
4 pcs cabai lombok/rawit merah (tambah jika suka pedas)
7 pcs bawang merah
4 pcs bawang putih

Cara membuatnya
  1. Satu hari sebelumnya, siapkan kentang. Potong dadu dan goreng hingga matang. Tiriskan. Biarkan hingga dingin, masukkan ke dalam wadah dan simpan di kulkas selama semalaman, lakukan hal yang sama pada tahu.Goreng tahu hingga semua permukaannya kecokelatan dan berkulit.
  2. Siapkan hati ampela, cuci bersih. Rebus sebentar hingga matang, dinginkan. Potong dadu dan sisihkan.
  3. Rendam sebentar cabai kering, angkat. Masukkan ke dalam blender dry mill. Haluskan bersama bawang dan cabai segar. Saya menambahkan sedikit air. Namun jika ingin menggunakan lumpang ,ulek sampai halus. Sisihkan.
  4. Panaskan sekitar 3 - 4 sendok makan minyak ,Masukkan bumbu halus, daun salam dan batang serai. Tumis hingga harum dan matang dan air menguap. Tambahkan minyak jika bumbu sudah mengering / gosong di tepi tetapi belum matang. Aduk-aduk tumisan bumbu selama dimasak. Bumbu harus benar-benar matang, agak kering dan berubah lebih gelap. Jika bumbu kurang kering maka sambal goreng akan lembab.
  5. Masukkan ati ampela, aduk hingga rata dan ati sedikit berkulit. Jika minyak menumis kebanyakan. Ambil dengan menyendoknya agar kentang tidak berminyak dan lembab.
  6. Masukkan air perasan jeruk nipis,gula, garam aduk hingga rata. Matikan api kompor. Masukkan kentang, dan tahu goreng, aduk rata.  Cicipi rasanya, sesuaikan rasa asin dan manisnya
  7. Hidupkan kompor, masak kembali sambal goreng dengan api kecil sambil diaduk-aduk hingga kentang panas. Angkat dan sajikan. Jika telah dingin simpan di kulkas. 

Selamat Mencoba   The Secret Ingredient Is Always Love Denia Kitchen

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ke sini dan mau meninggalkan komentar manis atau pertanyaan di sini. Komentar promosi produk dan jualan tidak akan saya tampilkan ya, begitu juga dengan nama URL yang saru. Dan untuk yang berkomentar anonymous mohon cantumkan nama ya biar saya tahu yang berkomentar siapa kan enak jadi bisa panggil mas atau mba. Terima kasih.