Pizza Lembut Tanpa Ulen ala Peter Reinhart

Sejak booming dan menjadi resep andalan banyak orang  membuat pizza tanpa proses menguleni yang lama dan membuang banyak tenaga bertahun -tahun nan lampau, resep napoletana dough dari Peter Reinhart ini selalu jadi primadona saya  jika membuat roti tanpa ulen, baik karena ketiadaan mixer, malas mengulen yang lama atau menginginkan pizza namun mahal kalau beli di delivery pizza ternama. 

Proses menguleninya yang cepat, lalu membiarkan ragi bekerja semalaman di chiller sangat menghemat waktu dan tenaga. Untuk topping saya selalu menyesuaikan stok kulkas. Dahulu harus menggunakan paprika, sosis, smoked beef atau pepperoni. Sejak dicicipi oleh teman saya Fredy Kusuma pizza dengan sayuran dari wortel dan mentimun dan topping dari suiran daging ayam, daging sapi, tempe bahkan tahu. Persepsi saya tentang pizza berubah. Pizza bisa menggunakan topping apa saja, tidak sekaku yang saya pikirkan. Hasilnya enak.

Tinggal di lingkungan yang bukan perkotaan, ,membuat kami harus menyesuaikan bahan baku yang tersedia di pasar terdekat, tidak sesuai pakemnya pizza dari Italiano ini. Perpaduan lembut dan crunchy di pinggir roti, sayur yang renyah dan olesan saus yang pedas adalah favorit kami. Dan seloyang pizza akan hilang tak berkekas dalam 15 menit. Menyisakan loyang kosong dan sebal dari yang memasaknya karena diapun belum mencicipinya.

Masa rebutan pizza itu telah berlalu, namun cerita dan kreativitas sang koki dalam mempadupadankan sayuran telah berbekas di hati ini. Jika dahulu teman saya menggunakan resep roti yang wajib di uleni, karena tenaga nya kuat, melihat dia menggilas gilas adonan dan kami adalah penonton yang sangat  menikmati "atraksinya". Saya lebih memilih resep Nepotelana dough ala Peter Reinhart. Sejak di perkenalkan dan di rebake oleh Grup Kuliner yang saya ikuti, lantas browsing tentang cheft asal amerika ini. Saya tak bisa berpaling hati. Dough Pizza ini selalu jadi andalan.

Jika menginginkan pizza yang tipis dan renyah, sebaiknya lebarkan adonan dan perbesar loyang bisa menggunakan 1 buah loyang diameter 25 cm. Saya menginginkan kulit pizza yang tebal dengan pinggiran yang renyah, sehingga 1 resep ini untuk 3 buah loyang diameter 10 cm dan 1 loyang 20 cm. Loyang diameter terbesar sudah habis semalam, hanya loyang kecil yang tersisa untuk saya foto -foto. Dan makan pagi suami saya adalah pizza pagi ini. Kenyang dan enak kata pak bos. Alhamdulillah.  Thiya sendiri menikmati setiap gigitannya dan akan menyisakan pinggiran rotinya."Ini keras bunda" kata thiya dan bundanya ini yang dengan suka hati menghabiskannya.

Rasa pizza  terenak jika disajikan dalam keadaan hangat, karena dough pizza yang tidak di uleni hingga kalis elastis akan cenderung keras bila telah dingin. Orang eropa memang menyukai tekstur roti yang keras, itu sebabnya roti- roti bertekstur  keras seperti Sourdough, Baguette disukai, lain seperti kita orang Indonesia yang lebih menyukai tekstur lembut. Karena roti kita anggap cemilan, makanan utama ya tetap nasi. Intermezzonya kelamaan? Maafkanlah, ini dia resep Pizza Lembut Tanpa Ulen ala Peter Reinhart

Pizza Lembut Tanpa Ulen ala Peter Reinhart

Untuk 1 loyang pizza dengan diameter + 25 cm (jika ingin tipis), diameter 20 -22 cm untuk yang tebal

Bahan adonan pizza:
250 gram tepung terigu protein tinggi (saya menggunakan Cakra Kembar)
3/4 sendok teh garam
7 gram ragi instant, pastikan fresh dan tidak kadarlursa
25 ml olive oil (bisa menggunakan minyak goreng biasa)
200 ml air es
Sedikit tambahan terigu untuk taburan di meja

Bahan saus:
1/2 buah bawang bombay ukuran kecil, cincang halus
2 butir bawang putih, cincang halus
1/4 sendok teh merica bubuk
1 sdt basil leave (saya pakai yang kering)
2 sdt oregano kering ( tambah jika suka)
50 gram saus tomat botolan
20 gram saus sambal botolan (tambah jika  ingin pedas /kurangi jika tak ingin pedas)
1/4 sendok teh garam
25 ml air

Bahan topping:
1 buah wortel potong dadu
1 buah mentimun, ambil pinggiran dan buang yang lunak /bijinya potong dadu
 1 butir bawang bombay ukuran kecil, belah menjadi empat bagian dan lepaskan lapisan-lapisannya (optional, saya tidak pakai)
Beef pepperoni /sosis/ ayam/daging (saya suiran daging sapi)
1/2 batang keju mozarella, potong bentuk kubus ukuran 1 x 1 cm (bisa di ganti keju lainnya)
saus mayonaise secukupnya

Cara membuat
Malam hari sebelumnya
Campur tepung terigu, ragi dan air di mangkok besar lalu aduk rata hingga menyatu,  tambahkan olive oil dan ragi aduk rata, uleni sebentar hingga adonan menyatu. Adonan memang lengket, namun jika dirasa telah menyatu dengan baik yang ditandai dengan tidak menempel di pinggir mangkok maka proses menguleni telah selesai. Bagi adonan menjadi 2 bagian. Simpan di chiller kulkas semalaman  Minimal 12 jam (saya 24 jam).

Note : Proses menguleni tidak membutuhkan waktu dan tenaga yang banyak karena adonan lengket, tidak berat dan gampang di aduk. Lumuri tangan dengan terigu atau minyak untuk membantu pengadukan.

Membuat saus:
Tumis bawang putih dan bawang bombay hingga harum dan berwarna sedikit kecoklatan. Kecilkan api, masukkan saus tomat, saus sambal, merica, Italian seasoning (basil, oregano kering), garam. Aduk rata, tambahkan 50 ml air dan masak hingga saus mengental. Cicipi rasanya dan angkat.

Membuat Pizza
Keluarkan adonan pizza dari chiller, jika ada bagian yang membeku maka diamkan sebentar hingga melembut. Oles loyang dengan minyak dan panaskan oven dengna suhu 170 oC. Tata adonan di loyang dan di memarkan hingga menutupi semua permukaan loyang. Tusuk -tusuk dasar pizza dengan garpu sisihkan.

Beri saus yang dibuat di atas dasar pizza, lalu beri topping aneka sayur yang di pakai, irisan beef pepperoni /sosis/suiran ayam, beri saus, keju dan mayonaise di atasnya. Panggang hingga matang 

Semoga bermanfaat The Secret Ingredient Is Always Love Denia Kitchen

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ke sini dan mau meninggalkan komentar manis atau pertanyaan di sini. Komentar promosi produk dan jualan tidak akan saya tampilkan ya, begitu juga dengan nama URL yang saru. Dan untuk yang berkomentar anonymous mohon cantumkan nama ya biar saya tahu yang berkomentar siapa kan enak jadi bisa panggil mas atau mba. Terima kasih.