Ikan Kerapu Panggang ala Padang

Ikan Kerapu salah satu ikan yang memiliki kandungan omega 3 , DHA, protein, lemak, vitamin  yang sangat dibutuhkan tubuh kita. Di pasar, harganya relatif mahal tidak seperti sarden, tongkol atau kembung. Ikan kerapu memiliki daging putih, sedikit duri halus dan berasa gurih. Hampir semua bumbu cocok untuk olahan ikan kerapu, tidak hanya di panggang, kukus atau di goreng. Ikan kerapu ini sering saya olah dengan kuah tom yum disini atau di tim /kukus disini  atau ikan bakar spicy disini. Harga ikan kerapu cukup bersaing dengan kakap merah atau ikan ekor kuning dan rasanya memang juara. 

Saya lagi kangen dengan ikan bakar yang suka saya makan di RM Pagi Sore Indralaya. Dulu saat masih PP seminggu sekali dari OKI ke Palembang, rumah makan ini akan kami singgahi untuk santap siang dan sholat dzuhur. Bumbunya yang pedas, membuat saya harus menyingkirkan setiap bumbu yang ada di permukaan ikan agar thiya bisa makan. Untungnya rasa pedasnya tidak meresap sampai kedalam. Beberapa kali melihat proses mereka masak, koki di rumah makan tersebut hanya memanggang ikan tanpa bumbu pedasnya. Ikan di panggang dengan panggangan kawat mungkin dengan bumbu perendam saat setengah matang, baru diberi polesan bumbu padang di setiap sisi. Rasanya sungguh mantap, pedas namun tetap di santap dengan sambal ijo, rasanya sungguh juara. Dan nasi harus di singkirkan kalau nggak mau sampai kapan timbangan saya naik.

Tahukah anda bahwa ikan kerapu di golongkan sebagai ikan dengan kandungan merkuri (Hg) tinggi bersama dengan ikan makarel, ikan tuna kuning baik segar /yellowfin (sering di gunakan sebagai sushi maguro, atau sushi toro) ataupun tuna kuning kalengan yaitu dengan kadar 0,3 - 0,49 ppm. Dan ikan -ikan predator  /atau yang memiliki posisi tinggi dalam rantai makanan seperti hiu, marlin, raja macarel, todak, tuna varian bigeye digolongkan sebagai ikan dengan kandungan merkuri paling tinggi atau lebih dari 0,5 ppm, hal ini karena akumulasi dari merkuri ikan yang dimakan.

Merkuri yang merupakan salah satu logam berat selain sudah terkandung di laut, danau dan sungai juga meningkat kandungannya karena aktivitas manusia, lewat limbah pabrik yang dibuang ke badan air (laut,sungai,danau dll). Merkuri bersifat  racun neuron yang menyerang syaraf manusia terutama otak yang sedang berkembang, oleh karena itulah ibu hamil, menyusui dan bayi serta wanita yang berencana hamil sebaiknya menghindari makanan dengan kandungan merkuri yang tinggi.

Merkuri di dalam air akan berbentuk metilmerkury yang akan berikat pada protein di  otot ikan. Dan saat kita mengkonsumsinya akan terakumulasi di tubuh. RfD (Reference Dose atau jumlah maksimum suatu zat aman dikonsumsi) untuk merkuri adalah 0.1ug/kg berat badan/hari. Ini berarti toksitas merkuri tergantung pada berat badan kita. Dan di anjurkan untuk di konsumsi sekitar 170 -340 gram per minggu , dan hindari ikan dengan merkuri paling tinggi. Jadi jika kita mengkonsumsi ikan/udang/seafood yang mengandung merkuri dalam minggu ini, minggu besoknya sebaiknya berganti protein lainnya. Saat kita mengkonsumsi merkuri, tubuh dapat menyerapnya dengan cepat, namun butuh waktu yang sangat lama untuk mengeluarkannya dari jaringan tubuh. Waktu paruh atau Half life merkuri (waktu yang dibutuhkan sampai jumlah merkuri yang terserap dalam tubuh menurun sampai setengahnya), ditemukan sekitar 50 hari.

Walau kerapu memiliki kandungan merkury tinggi , namun berapa kandungan merkuri untuk ikan yang hidup di perairan Indonesia tidaklah diketahui dengan pasti. Asal tidak berlebihan (karena sesuatu yang berlebihan tidaklah baik bukan?) , ikan tetaplah sumber protein,omega 3 dan vitamin yang sangat dibutuhkan tubuh dan perkembangan otak. Jadi kenapa harus di hindari?. Kecuali untuk sebab kesehatan lainnya seperti asam urat, kolesterol dll. Gunakan bumbu yang banyak, masak dengan matang, jangan berlebihan dan keluarga kita pun akan mendapatkan sumber makanan sehat dan bergizi.

Ikan Panggang merupakan favorit thiya. Jika makan ke RM Padang, pedas sekali dan anak saya kesulitan untuk makannya, nah dengan membuat sendiri kita bisa mengatur tingkat kepedasannya, bisa jadi senjata ampuh kalau anak lagi GTM. Jika biasanya Ikan Panggang ala Padang di panggang di atas batok kelapa. Selain karena tersedia  batok kelapa yang banyak, stok melimpah, harganya murah serta dapat memberikan  aroma berbeda pada ikan jika dibandingkan dengan arang biasa.Untuk rumahan seperti saya memanggang diatas piringan datar barberque ataupun di double pan umumnya di lakukan, karena double pan saya lengket sekali, saya mengalasi ikan dengan daun pisang. Hasilnya ikan matang dengan merata, tidak kering dan tampil cantik di piring saja. Mau mencoba membuatnya, ini dia resepnya

Ikan Kerapu Panggang ala Padang 
Bahan :
Ikan kerapu 1 ekor, berat sekitar 400 gram
Jeruk nipis /purut/kunci 2 sdm
1 batang serai memarkan 
2 lembar daun salam 
1/2 sdt gula jawa /gula aren ( sisir halus)
1 sdt  garam
sedikit minyak untuk menumis
Daun pisang (optional) 

Bumbu Halus
5 pcs bawang merah
3 pcs bawang putih
3 pcs cabai merah keriting
3 pcs cabai merah kering
2 pcs cabai rawit merah (tambah jika suka pedas)
1 sendok teh ketumbar bubuk
1/4 sendok teh jintan bubuk
3 butir kemiri sangrai
1/2 sdt  jahe bubuk (bisa ganti jahe segar 2 cm)
1/2 sdt kunyit bubuk (bisa ganti kunyit segar 2 cm)

Cara membuat :
  1. Siangi ikan, Cuci bersih ikan, kucuri dengan air jeruk npis, sisihkan
  2. Blender halus bumbu ikan, saya mencampurnya dengan sedikit air. Tumis dengan sedikit minyak lalu masukkan bumbu. Tumis hingga harum dan air mengering. Tambahkan gula,garam dan air jeruk nipis, Koreksi manis dan asinnya
  3. Ambil selembar daun pisang yang telah dilayukan, beri bumbu pada ikan secara merata. Beri daun salam dan batang serai. Jika anda menggunakan pan datar anti lengket. Panggang tanpa menggunakan daun pisang. Daun salam dan batang serai bisa di masukkan ke tumisan bumbu.
  4. Panggang ikan hingga matang
  5. Sajikan dengan sambal favorit dan lalapan lainnya
Selamat mencoba The Secret Ingredient Is Always Love Denia Kitchen

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ke sini dan mau meninggalkan komentar manis atau pertanyaan di sini. Komentar promosi produk dan jualan tidak akan saya tampilkan ya, begitu juga dengan nama URL yang saru. Dan untuk yang berkomentar anonymous mohon cantumkan nama ya biar saya tahu yang berkomentar siapa kan enak jadi bisa panggil mas atau mba. Terima kasih.