Ekado ala Hokben

Siapasih yang nggak  suka ekado?. Daging giling yang dibalut kulit kembang tahu dengan isian telur puyuh, di makan sambil di cocol sambal ataupun mayonaise yummy sekali. Ekado yang diperkenalkan oleh Hokben ini bercitarasa gurih, walau diperkenalkan sebagai snack jepang nyatanya hokben 100 % milik orang Indonesia oleh karena itu citarasanya Indonesia banget. 

Walau copycat ekado ini banyak di jual online, membuat sendiri ekado ini dirumah sangat mudah. Hokben di Palembang sendiri tidak ada cabang, hanya copycatnya saja Saka Bentx kalau nggak salah itu adanya di PTC mall, saya sendiri paling suka mencicipi ekkado ini kala ke hokben jika ke Jakarta mengunjungi saudara saya. Rasanya yummy sekali dan karena sudah lama sekali tidak ke Jakarta, membuat sendiri nyatanya mudah kok. 

Bulan lalu saya ke Palembang, mencairkan dana BPJS saya dan mampirlah ke Diamont, ada kulit kembang tahu dengan label halal, tanpa pikir panjang saya lantas membelinya. Dan setelah sampai Lampung, saya eksekusi menjadi Kani Roll, Shrimp Roll dan Ekkado ini. Resepnya mirip sama Kekian Udang yang saya suka eksekusi, namun bedanya di Ekkado ini di beri telur puyuh dan menggunakan perpaduan ayam dan udang.

Dan karena ini adalah homemade, bila ada anggota keluarga yang tidak menyukai telur puyuh, baik karena alergi atau sekedar tidak suka saja, skip saja penggunaan ikan puyuhnya. Bagi yang ingin menyajikaan ekkado sebagai frozen food sebaiknya menghilangkan penggunaan telur puyuh, karena tekstur putih telur akan seperti karet setelah di suhuruangkan. Ulasan tentang frozen food pernah saya tulis disini Tips Cara Mengawetkan Aneka Jenis Makanan di Rumah , saya sendiri hanya menyimpannya di Chiller kulkas sebelum 1 minggu sudah habis. Ekkado yang disimpan di freezer jika di simpan dengan  baik bisa bertahan 3 bulan bahkan lebih. 

Jadi tak perlu jauh jauh ke Jawa dan Bali jika hanya ingin mencicipi Ekado saja. Anak dan suami saya doyan sekali. Yang masak jadi suka dan tambah bahagia. Alhamdulillah. Di resep ini saya tidak menggunakan lemak ayam, baik dari minyak kulit ayam ,atau lemak di daging ayam. Saya membuatnya sesehat mungkin dan tidak ada penambahan baking soda /baking powder. Hasilnya enak, kenyal dan yummy sekali.

Gunakan kulit kembang sepatu yang tipis, dijualnya dalam keadaan terlipat namun tidak robek, bukan kembang tahu yang keras, yang digunakan untuk membuat sup kimlo /sup kembang tahu, harganya juga murah sekitar 15 ribu /bungkus dengan ukuran sekitar 60 x 60 cm. Di Palembang adanya di Diamont, saya cari di carefour nggak ada. Kalau nggak ada bisa di ganti kulit pangsit /spring roll walau rasa kulitnya 100 % akan berbeda. Kulit kembang tahu ini di balurkan garam halus, oleh karena itu saat akan digunakan tepuk -tepuk untuk membuang kelebihan garamnya dan bila perlu lap dengan serbet lembab. Saya sendiri hanya menepuk -nepuk kulit kembang tahu hingga garamnya berjatuhan. Dan proses pengelepasan garam juga saya lakukan saat menggunting kulit kembang tahu berukuran persegi 11 x 11 cm, walau ada juga sih yang tidak presisi. Yuk  ahh buat sendiri ekado mu.

Ekado ala Hokben
Bahan
150 gram udang kupas
250 gram fillet dada ayam
1/2 batang wortel serut kasar
1 batang daun bawang cincang halus
30 butir telur puyuh rebus
1 sdm seafood sauce /ganti kecap asin
1 sdt minyak wijen
2 sendok makan tepung sagu / tapioka
1/2 sdt garam
1 butir putih telur
kulit kembang tahu untuk membungkus (gunakan yang tipis, potong persegi minimal 10 x 10 cm)
daun pisang / tali kasur untuk mengikat (saya menggunakan daun pisang)
2 butir telur kocok untuk menggoreng ekkado

Bumbu Halus :
4 pcs bawang putih
3 pcsbawang merah
1 sdt  merica bubuk

Cara Membuat
  1. Rebus telur puyuh di air mendidih hingga matang , sekitar 15 menit. Pindahkan ke air dingin. Rendam sebentar hingga dingin, kupas kulitnya, sisihkan.
  2. Siapkan kulit kembang tahu, gunakan jenis kulit yang tidak perlu direndam. Bentuknya lebar, tipis, lemas dan mudah dilipat tanpa sobek. Potong persegi minimal sekitar 10 x 10 cm. Tepuk tepuk untuk membuang kelebihan garamnya ,sisihkan
  3. Siapkan fillet dada ayam dan udang kupas, masukkan ke chopper dan proses hingga halus. Bisa juga menggunakan daging ayam cincang, atau cincang ayam dan udang di talenan hingga hancur.Tuangkan ayam udang cincang ke mangkuk.
  4. Masukkan semua bumbu, aduk rata. Tambahkan wortel serut dan daun bawang, aduk hingga rata. Cicipi rasanya dengan menggoreng secuil adonan, sesuaikan gula dan garamnya.
  5. Siapkan dandang / kukusan, jangan isi air terlalu banyak agar ketika mendidih air tidak meluap dan merendam ekkado. Panaskan dandang, kukus sebentar daun pisang hingga tidak getas. Sisihkan
  6. Ambil 1 lembar kulit kembang tahu, letakkan 1 sendok makan adonan, lebarkan, letakkan sebutir telur diatas adonan. Satukan ujung-ujung kulit kembang tahu, rapikan, pelintir,  dan ikat ujungnya dengan daun pisang / tali kasur. Lakukan hingga semua adonan habis. 
  7.  Alasi permukaan dandang kukusan dengan sehelai daun pisang / kertas baking agar ekkado tidak lengket. 
  8. Kukus dengan api sedang selama 20 menit. Angkat dan keluarkan ekkado. 
  9. Siapkan wajan isi minyak agak banyak. Panaskan minyak. Celupkan ekkado ke telur kocok, ketukkan untuk membuang kelebihan telur. Goreng ekkado hingga keemasan, angkat dan tiriskan. Sajikan dengan salad dan saus sambal. 

Semoga bermanfaat The Secret Ingredient Is Always Love Denia Kitchen

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ke sini dan mau meninggalkan komentar manis atau pertanyaan di sini. Komentar promosi produk dan jualan tidak akan saya tampilkan ya, begitu juga dengan nama URL yang saru. Dan untuk yang berkomentar anonymous mohon cantumkan nama ya biar saya tahu yang berkomentar siapa kan enak jadi bisa panggil mas atau mba. Terima kasih.