Pukis Triple Cokelat

Saya sampai bosan membuat Pukis Cokelat ini. Bermula dari rapi -rapi file di rumah. Ada selembar majalah saji edisi 154 tahun 2009. Saya lantas membuat pukis. Tekstur pukis dari majalah tersebut menurut saya terlalau kental, sehingga saya modifikasi. Resep ini adalah modifikasi dari saya. Untuk resep real dari majalah sedap, akan di post terpisah. Kebetulan saya foto semuanya. Ini resep pukis favorit. Bermula dari tidak sengaja membuat pukis dari majalah niatnya setengah resep, tetapi tihya mau menuang semua susu dalam adonan. Sehingga adonan lebih encer. Ternyata setelah jadi malah lebih enak. Sejak saat itu membuat pukis ini jadi rutinitas saya 2x dalam seminggu. Pukis ini lembut, tidak padat, berongga dan manisnya pas menurut saya. Dan saya lebih menyukai tekstur seperti ini. 


Untuk satu adonan di bawah dapatnya sekitar 5 x tuang 16 hole. Lumayan banyak kan. Sehingga maksud saya buatnya 1/2 resep saja. Supaya nggak capek juga memanggangnya. Tapi banyak begini dan cuma dikomsumsi bertiga, akhirnya bagi-bagi tetangga saja. Tetangga adalah penyelamat saya :). Pukis ini harum, dengan rasa cokelat yang kuat. Pakai Topping meisis juga lebih nampol. Sedap nya bunda masak. Selalu kata -kata itu yang keluar dari mulut thiya kalau pukis nya matang. Dan thiya tak pernah rewel minta dibelikan jajanan lagi sejak bundanya baking.

Loyang pukisnya sudah saya miliki lama, tapi baru sekarang, setidaknya 1 bulan ini kerjanya maksimal. Jika menggunakam loyang pukis antilengket berbahan teflon, ukuran pukisnya akan lebih besar dan mungkin jumlah yang di dapat tidak sebanyak jika menggunakan cetakan aluminium seperti saya. Sedikit tips untuk pertama kali memanggang pukis adonan pertama kali, oles tipis dengan margarin cetakannya, agar memudahkan saat dipanggang. Selanjutnya tidak perlu dioles lagi. Tertarik mencobanya,ini resepnya ya

Pukis Triple Cokelat

Bahan
200  gram tepung terigu protein tinggi
20 gram cokelat bubuk
350 ml susu cair
75 gram, cokelat masak batangan, lelehkan
40 gram margarin /mentega, lelehkan
1 sdm SKM (Susu Kental Manis)
1 sdt ragi
50 ml air hangat
100 gram gula pasir
3 butir telur
1/2 sdt garam (skip jika menggunakan mentega)

Meises /chocochip/keju dll untuk taburan

Cara membuat
  1. Masukkan 1 sdt gula dan 50 ml air hangat ke dalam gelas, tambahkan ragi. Sisihkan 10 menit, sampai keluar busa. Jika tidak ada busa /gelembung udara buang ganti ragi  baru. 
  2. Lelehkan cokelat bersama margarin. Sisihkan. Biarkan dingin
  3. Ayak terigu bersama cokelat bubuk. Sisihkan.
  4. Masukkan telur, garam dan gula dalam wadah, kocok hingga tercampur rata dengan kecepatan rendah, naikkan kecepatan tinggi. Kocok hingga kental, mengembang dan putih. 
  5. Masukkan susu cair berselang seling dengan  campuran terigu. Saya membaginya 3 bagian. Jika sudah rata tambahkan SKM, ragi. Aduk rata
  6. Tambahkan campuran cokelat leleh dan margarin. Aduk rata. Diamkan minimal 30 menit.
  7. Sebelum dipanggang, panaskan cetakan dengan api besar. Saya memberi tatakan kompor sebelum cetakan pukis agar pukis bisa matang merata tanpa gosong.
  8. Tuang pukis di cetakan yang panas tandanya saat adonan di tuang ada bunyi berdesis. Kecilkan api kompor lalu panggang sebentar. Saat buih sedikit berkurang tutup pukis dengan tutupan panci agar atas pukis juga matang. Jika mau di beri topping bisa dilakukan sesaat sebelum buih berkurang /hanya menyisakan sedikit adonan mentah di atasnya, lalu tutup dengan menggunakan tutup panci /tutup pukis
  9. Cek kulit luar pukis, dengan menggunakan tusukan sate. Jika sudah kecokelatan dan matang.Cuil sedikit pukis. Ambil pukisnya. Bisa juga mengunakan penjepit.
  10. Panggang hingga semua adonan habis, pukis pun siap di santap dan jika akan distok, masukkan ke wadah kedap udara dan simpan dikulkas.

Semoga bermanfaat The Secret Ingredient Is Always Love Denia Kitchen

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ke sini dan mau meninggalkan komentar manis atau pertanyaan di sini. Komentar promosi produk dan jualan tidak akan saya tampilkan ya, begitu juga dengan nama URL yang saru. Dan untuk yang berkomentar anonymous mohon cantumkan nama ya biar saya tahu yang berkomentar siapa kan enak jadi bisa panggil mas atau mba. Terima kasih.