Pukis Labu Kuning

Thiya lagi senang-senangnya sama pukis, karena saya pernah buat pukis double cokelat hasil buka-buka file kliping sajian sedap. Kali ini saya berkreasi dengan labu kuning yang telah saya stok dikulkas. Labunya saya panggang ya karena mengikuti saran Jamie Oliver yang bilang, aroma terbaik didapatkan jika labu di panggang. Jadi saya percaya aja. Sebelum saya lupa resepnya saya catat dulu disini, ini dibuat 2 mingguan yang lalu. Saya menggunakan susu UHT thiya yang rasa strawberry, alhamdulillah warnanya tetap kuning cantik. Alhamdulillah pukis ini enak dan lembut sekali.
 

Pukis dengan tambahan labu kuning ini saya lakukan mengingat kandungan gizinya. Sekaligus mengurangi penggunaan terigu. Pukisnya bisa dikreasikan dengan topping pilihan masing-masing mau keju,kismis atau coklat boleh saja. Emang cemilan yang satu ini gampang banget dibuatnya. Lagi mati lampupun, mengocok manualpun dilakukan demi anak kesayangan ini. Kalau sudah matang, anteng dia makan dengan lahapnya.



Pukis ini memiliki tekstur yang lembut, tidak padat, ada rongga didalamnya karena menggunakan ragi sebagai pengembangnya. Ciri raginya ok adalah masukan ragi ke dalam campuran air gula dengan suhu hangat, jika setelah 10 menit ada busanya , ragi dimasukkan ke campuran telur, jika nggak ada, baiknya ganti yang baru karena ragi sudah rusak. Membuat pukis ini karena raginya hanya 1 sdt (sendok teh biasa, bukan sendok takar), kira-kira 2 gram saja, sehingga jika menggunakan ragi sachetan bisa di pakai 4 -5 kali baking. Agar ragi tetap aktif, saya suka melewati bungkus yang telah terbuka di api kompor, dengan sendok tekan -tekan hingga aluminiumnya merapat. Insyaallah ragi kemasan bisa awet dan bisa dipakai dikemudian hari.

Pukis Labu Kuning
Resep hasil modifikasi sendiri


Bahan
150 gram Puree labu kuning (saya panggang)
225 gram tepung terigu protein tinggi
250 ml susu cair
65 gram margarin /mentega, lelehkan
40 gram SKM (Susu Kental Manis)
1 sdt ragi
100 ml air hangat
125 gram gula pasir
3 butir telur
1/2 sdt garam (skip jika menggunakan mentega)

Cara membuat
  1. Masukkan 1 sdt gula dan 50 ml air hangat ke dalam gelas, tambahkan ragi. Sisihkan
  2. Masukkan telur, garam dan gula dalam wadah, kocok hingga tercampur rata dengan kecepatan rendah, naikkan kecepatan tinggi. Kocok hingga kental, mengembang dan putih. Pastikan kocokan telur telah kental berjejak, karena kita akan memasukkan labu yang berat
  3. Ditempat terpisah (saya menggunakan blender juice). Masukkan susu cair, sisa air 50 ml ,dan labu kuning yang sebelumnya dipanggang, blender hingga labu halus. Tambahkan terigu, dan SKM. Blender halus
  4. Masukkan campuran labu ke dalam kocokan telur, aduk rata dengan kecepatan rendah.
  5. Tambahkan ragi, aduk rata
  6. Tambahkan margarin. Aduk rata. Diamkan minimal 30 menit.
  7. Sebelum dipanggang, panaskan cetakan dengan api besar. Saya memberi tatakan kompor sebelum cetakan pukis agar pukis bisa matang merata tanpa gosong.
  8. Tuang pukis di cetakan yang panas tandanya saat adonan di tuang ada bunyi berdesis. Kecilkan api kompor lalu panggang sebentar. Saat buih sedikit berkurang tutup pukis dengan tutupan panci agar atas pukis juga matang. Jika mau di beri topping bisa dilakukan sesat sebelum buih berkurang /hanya menyisakan sedikit adonan mentah di atasnya. 
  9. Dengan menggunakan tusukan sate cuil sedikit pukis. Ambil pukisnya. Bisa juga mengunakan penjepit.
Note
Jika tidak menggunakan tatakan kompor, lakukan test, gunakan api kompor kecil agar pukis bisa matang sampai ke dalam dan tidak gosong. Jika pure labu di kukus bukan dipanggang, takaran air dikurangi. Adonan kental sedang, bukan cair. Bukan pula kental sekali hingga sulit turun. 
 

Semoga bermanfaat The Secret Ingredient Is Always Love Denia Kitchen

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ke sini dan mau meninggalkan komentar manis atau pertanyaan di sini. Komentar promosi produk dan jualan tidak akan saya tampilkan ya, begitu juga dengan nama URL yang saru. Dan untuk yang berkomentar anonymous mohon cantumkan nama ya biar saya tahu yang berkomentar siapa kan enak jadi bisa panggil mas atau mba. Terima kasih.