Sup Tom Yum Tofu dengan Tom Yum Paste Homemade

Bagi penggemar masakan thailand, tentunya tak asing lagi dengan Sup berkuah pedas, asam dan manis ini. Sup ini kaya akan rempah -rempah yang familiar dengan bumbu nusantara kecuali daun ketumbar yang jarang kita pergunakan.  Bumbu wajib yang jangan kita lewatkan adalah daun jeruk, batang serai dan kecap ikan. Sup ini cocok di sandingkan dengan ikan, cumi,udang, aneka jenis bakso dengan sayur bermacam-macam jenis tidak hanya jamur baik itu enoki, jamur kuping,shimej, dll, tetapi juga wortel bahkan kembang kol.

Daun ketumbar menjadi pelengkap dan pembeda sup tom yum, tanpa daun ketumbar menurut saya rasanya tidaklah sama. Namun mendapatkannya justru sulit, hanya ada di supermarket itupun dalam beberapa ikat. Daun ketumbar mirip seperti daun seledri namun berbau langu, bagiku mirip bau sabun. Di Indonesia sendiri daun ini jarang dipergunakan, kita lebih mengenal seledri, daun bawang untuk penambah aroma masakan. Saya membeli  1 ikat daun ketumbar seharga Rp,35.000, yang cuma terpakai beberapa helai saja dan sisanya mengering. Sedih sekali saya saat membuangnya, sangat kontras dengan daun seledri dengan jumlah dan besar yang sama dan hanya di bandrol Rp.5.000,- . Oleh sebab itu saat ke Palembang beberapa waktu yang lalu dan di salah satu sudut bumbu kering,ada daun ketumbar kering saya lantas membelinya bersama dengan basil, mint dan oregano. Alhamdulillah.


Bakso Bakar Saus Barbeque (BBQ) Homemade

Di postingan sebelumnya saya membahas bakso ayam homemade disini. Kali ini saya menggunakan baksonya untuk di bakar menggunakan saus Barbeque. Saus ini saya buat sendiri. Berkali-kali mencicipinya di mall setelah nonton film di bioskop kesayangan, saya jadi suka ngemil bakso bakar ini. Sebagai penggemar Bakso, saya lebih memilih bakso ketimbang sosis, atau jasuke kalau hangout sama kawan. Buat sendiri ternyata mudah dan menyenangkan. Saus ini bercitarasa manis, rasa pedas sedikit saja dari merica, rasa berbeda berasal dari bubuk mustard. Sensasi dengan tidak menggunakan mustard memang berbeda. Tapi jangan menggunakan bubuk mustard terlalu banyak, rasanya bakal aneh dan mendominasi rasa sehingga nggak enak.

Pukis Pandan Kismis

Daun Pandan yang ditanam suami, awal oktober 2018 lalu sudah tumbuh dan lumayan banyak. Memanfaatkan daun pandan tersebut jadilah pukis ini. Tahun lalu memang perkarangan belakang saya minta ditanam batang serai, kunyit putih, daun salam dan daun pandan ini. Karena memang perlu untuk sehari-hari memasak. Kunyit putih untuk obat. Tapi daunnya suka saya pakai untuk memasak. Tidak seperti tetangga kami yang lain yang menanam kemangi, ubi kayu, kangkung,mentimun dan kacang tanah. Saya kurang telaten merawat tanaman. Masih moody sehingga gulma terlanjut tinggi, dan mati. Capek mencangkulnya saja 😥. 
 

Tahu Sambal Petis

Tadi pagi buat gado-gado bumbu petis untuk sarapan suami. Sayang bumbu kacangnya dan melihat ada tahu putih dikulkas. Kepingin makan cocolannya sambal petis, jadinya eksperiment di dapur saja sambil coba-coba enaknya petis yang dikasih tetangga ini diolah menjadi apalagi. Saya buat tahu dengan cocolan sambal petis. Pedas, sedap sekali. Tahunya bisa dibuat krispi, atau bisa goreng berkulit saja. Kebetulan saya bosen makan yang krispi-krispi, gara-gara membuat banyak pempek krispi, jadi stop dulu lah yang krispi. Tapi kembali ke selera masing - masing.
Sambal petis ini akan jadi favorit saya. Rasa petis yang kuat dan khas berpadu pedas dari cabai membuat tahu yang dimakan nggak berhenti sampai piring habis. Membuat sambal ini ternyata gampang sekali. Yuk cobain.

Pukis Triple Cokelat

Saya sampai bosan membuat Pukis Cokelat ini. Bermula dari rapi -rapi file di rumah. Ada selembar majalah saji edisi 154 tahun 2009. Saya lantas membuat pukis. Tekstur pukis dari majalah tersebut menurut saya terlalau kental, sehingga saya modifikasi. Resep ini adalah modifikasi dari saya. Untuk resep real dari majalah sedap, akan di post terpisah. Kebetulan saya foto semuanya. Ini resep pukis favorit. Bermula dari tidak sengaja membuat pukis dari majalah niatnya setengah resep, tetapi tihya mau menuang semua susu dalam adonan. Sehingga adonan lebih encer. Ternyata setelah jadi malah lebih enak. Sejak saat itu membuat pukis ini jadi rutinitas saya 2x dalam seminggu. Pukis ini lembut, tidak padat, berongga dan manisnya pas menurut saya. Dan saya lebih menyukai tekstur seperti ini. 


Sup Labu Air

Labu air di sini lagi panen banyak sekali, sehingga di warung terdekat dan pasar jual labu ukuran besar cuma 5ribu. Ya udah di masak simple saja, ada daging sapi yang emang telah saya wadahkan kecil -kecil berat 200 gram. Rasa sup ini ringan, light, nggak eneg karena kuah bening saja. Biasanya di masak dengan lobak, tapi lagi kosong lobaknya jadi saya ganti labu air aja. Labu air ini dinamakan labu karena bentuknya seperti labu takar. Dan emang suka di jadikan sayur kuah bening seperti ini. Bentuknya pun bermacam-macam. Ada yang seperti biola, lonjong seperti mentimun ataupun bentuknya seperti labu takar.

Pukis Labu Kuning

Thiya lagi senang-senangnya sama pukis, karena saya pernah buat pukis double cokelat hasil buka-buka file kliping sajian sedap. Kali ini saya berkreasi dengan labu kuning yang telah saya stok dikulkas. Labunya saya panggang ya karena mengikuti saran Jamie Oliver yang bilang, aroma terbaik didapatkan jika labu di panggang. Jadi saya percaya aja. Sebelum saya lupa resepnya saya catat dulu disini, ini dibuat 2 mingguan yang lalu. Saya menggunakan susu UHT thiya yang rasa strawberry, alhamdulillah warnanya tetap kuning cantik. Alhamdulillah pukis ini enak dan lembut sekali.

Mengenal Cabai, Bawang, Merica dan Ketumbar - Bumbu Dapur part 1

Pernahkah kamu kebingungan melihat ragam dan banyaknya jenis cabai di pasaran. Kapan harus menggunakan cabai rawit,lombok dan keriting? Dan kenapa sih makan makanan pedas bisa bikin kita ketagihan.  Atau pernahkah kamu heran melihat bawang merah yang mirip dengan bawang bombay tapi berukuran lebih besar bila dibandingkan dengan bawang merah pada umumnya?. Di Edisi kali ini kita akan membahas tentang cabai, Bawang, Merica dan Ketumbar. Bumbu wajib yang harus kamu kenal. Bumbu ini harus selalu ada di dapur  kalau mau memasak. Tanpanya masakan dijamin hambar. Di post kali ini kita tidak hanya membahas tentang jenisnya saja, tapi juga khasiat serta kandungan kimianya. Yuk Simak uraiannya berikut ini.

Ikan Peda Pelangi

Sepertinya saya suka sekali ikan peda. Ikan peda bisa di padupadankan dengan apapun. Sayur ya ok, sambal apalagi. Rasa asin , ikan terfermentasinya juara banget. Indonesia taste banget. Rasa begini yang ngangeni. 

Kalau foto ikan dan olahannya thiya nggak pernah gangguin. Heran saya. Ibunya bisa leluasa jepret. Tapi kalau cake,masyaallah. Dia yang ngatur, segala mainannya dikeluarkan untuk properti. Ntah kenapa kalau sayur-sayuran dia nggak antusias. Mungkin karena dia susah sekali makan sayur, kudu dipaksa dulu dan dibujuk aneka cara, sampai mati gaya ibunya ini. 

Oseng Kacang Panjang Jagung Manis

Oseng Kacang Panjang Jagung ini sayur simple yang suka tersaji di meja makan. Kacang panjangnya jangan dimasak lama-lama agar tetap Krezz..krezz saat disantap. Terkadang ditambahkan tempe yang di potong dadu, ataupun cumi dan udang,terkadang polosan saja tanpa tambahan protein nabati atau hewani. Sedap, sehat dan bergizi. Mau coba?

Bakso Ayam Homemade

Bakso yang ditambahkan pada masakan seperti mie goreng, nasi goreng selain menambah nilai gizi masakan tersebut, sebagai pelengkap dan juga berperan sebagai penambah citarasa masakan. Penyimpanannya yang gampang, berukuran kecil dan mudah di masak membuat siapapun menyukai dan menambahkan bakso dalam hidangan apapun. Bakso bisa di panggang, digoreng ataupun di hidangkan berkuah. Semangkuk bakso dapat dengan mudah kita temui di hampir sudut kota. Mulai dari bakso tenis,bakso urat, bakso telur dan bakso variasi kekinian lainnya. 

Pasta Tom Yum -Thai Chili Paste

Kalau kamu pecinta tom yum seperti saya dan suka membeli pasta instan pabrikan atau makan di restoran? kalau iya tampaknya kamu harus mencoba membuatnya sendiri. Karena membuatnya pun sangat gampang dan mudah. Berbekal browsing dan beberapa kali mencicipi tom yum di restoran, saya sedikit PD  mencoba membuatnya sendiri. Pasta dan bumbu instan pabrikan seperti yang pernah saya tulis disini Mari Mengenal 7 Bahan Pengawet Makanan di Sekitarmu rentan dengan MSG dan pengawet lainnya. Membuat bumbu instan sendiri selain bisa mengatur level pedasnya juga pastinya lebih sehat. 

Ikan Peda Sambal Belimbing Wuluh

Sebelumnya saya pernah posting tentang Ikan Peda Homemade, ini salah satu ide olahannya. Resep receh begini masuk blog, nggak papalah ya. Saya niatkan untuk dairy denia kitchen. Kalau masuk ke fb atau Ig hilang sesuai dengan tenggelamnya news feed. Kalau masuk blog, siapa tahu ada pembaca yang benar-benar pemula sehingga nggak tahu cara membuatnya seperti saya dahulu awal awal merantau.

Pumpkin Chiffon Cake - Cake Lembut dengan Labu Kuning

Lagi aktif di IG beberapa hari ini dan melihat Pumpkin Chiffon Cake punya mbak Ricke Ordinary Kitchen. Wah unik banget pikirku. Jadi semangat banget mau eksekusi. Kebiasaan di desa sebutnya bolu bukan cake jadi thiya sebutnya bolu lembut karena cake ini lembut, ringan banget. Ini cake terlembut yang pernah saya buat. Jika di luar ini disebut 'Cake' (dalam bahasa Inggris), atau dalam bahasa Indonesia sering disebut 'bolu'. Karena kata 'bolu' berasal dari serapan bahasa Portugis 'bolo' yang artinya 'cake'. Sama dengan kata 'mentega' yang merupakan kata serapan dari bahasa Portugis 'manteiga' yang artinya 'butter'. Pumpkin chiffon cake alias bolu sifon labu kuning ini mempunyai tekstur lembut, ringan, enak banget. Super duper enak. Wajib coba. 

Ayam Goreng Jahe (Ginger Fried Chicken)

Resep lawas punya ibu, si ayam goreng jahe. Biasanya bukan ayam melainkan daging sapi yang di masak semur. Kebiasan keluarga kami terkadang menambahkan jahe dalam masakannya. Sehingga kala kangen "semur" ibu saya memasak ini untuk mengobati rasa kangen. Soalnya memasaknya sangat mudah, dengan bahan yang mudah ditemui juga. Kalau di Palembang olahan seperti ini di sebut malbi. Tapi malbi identik dengan daging sapi, Nah kalau menggunakan ayam dan sentuhan terakhir seperti digoreng sebentar dengan bumbu jahe sehingga saya lebih menyukai dinamai Ayam goreng Jahe. Nama umumnya saya juga nggak tahu. 

Pempek dan Ikan Patin

Bude mengambil ikan patin yang berada di kolam samping rumahnya. Besar -besar sekali ada 3 pcs gede yang di siangi. Petugas fillet ikan yaitu saya yang amatiran ini kurang pandai memfillet ikan sehingga masih banyak yang tersisa😁. Daging beserta tulang di kukus untuk menjadi abon, sedangkan daging ikan di olah menjadi pempek. Yang di foto adalah bagian saya yang diberi bude. Jadi nggak semuanya. Si ikan Patin sekitar 4 -5 kg Kami olah menjadi pempek sosis, lonjong,telor dan krispi. Sedangkan kulitnya di olah menjadi keripik kulit ikan. 

Tim Ikan Kerapu

Ikan merupakan salah satu protein hewani yang bermanfaat bagi kesehatan. Seperti apapun jenis ikannya, karena lemak yang terkandung dalam ikan merupakan lemak tak jenuh, sehingga membuatnya gampang untuk bisa dicerna oleh tubuh dengan baik. Anak saya suka sekali makan ikan, baik di goreng atau di panggang. Kali ini saya menggunakan cara di tim atau kukus agar kandungan omega 3 pada ikan tidak hilang karena metode pemanggangan ataupun penggorengan melalui deep frying. Kebetulan di pasar ada ikan kerapu yang masih segar. Jadi cocok sekali jika di tim. Membuat tim kukus ikan begini kuncinya adalah mencari ikan segar dan beri perasan  air jeruk nipis, kukus sebentar dan buang air yang menetes di dasar loyang. 

Ikan Peda Homemade

Lagi kepingin makan ikan peda, tapi di pasar lagi nggak ada. Buat sendiri aja selain mudah juga terjamin bahan dan kebersihannya. Kalau buat ikan peda sendiri, tingkat keasinan bisa di atur sesuai keinginan. Mau asin sekali boleh tambahkan garam yang banyakan. Kalau resep ini asinnya nggak terlalu asin banget. Ikan, cumi dan udang ini saya buat saat cuaca tidak terlalu panas, sehingga diperam di kulkas 2 harian. Saat matahari muncul, saya jemur 2 hari. Kalau terik sih 1 hari cukup

Sate Bandeng Bumbu Rendang dengan Foto Step by Step

Di pasar ada ikan bandeng lumayan besar untuk saya olah menjadi sate bandeng. Seperti sebelumnya saya pernah posting. Maafkanlah kalau fotonya tidak menarik. Itu pertama kali belajar bloging dan belum ngehh tentang foodphotography. Sama seperti sekarang nggak terlalu paham, tapi ada ilmu sedikit saja. Penting fotonya nggak berbayang. Itu dulu lah untuk blog saya ini. Learning by doing dulu. Sebelumnya sate bandeng ala saya disini. Sekarang saya sedang memberdayakan bumbu rendang homemade yang sebelumnya pernah saya posting disini. Kalau nggak ada bumbu rendang homemade nya bisa menggunakan rendang instan yang banyak dijual.  Sate Bandeng bumbu rendang ini gurih,pedas dan sangat disukai suami saya karena dia paling malas memisahkan kulit ikan saat makan. Bau lumpur bandengpun hilang,yang ada hanya aroma rendang dalam casing ikan. Sedapnya. 

Bumbu Rendang Instan Homemade

Saya tahu ada banyak Bumbu rendang Instan Pabrikan yang dijual di pasaran. Dan harganya relatif murah. Membuat sendiri bumbu rendang instan homemade seperti yang saya posting ini mungkin tidak lebih murah, lebih  menguras tenaga dan waktu tapi percayalah itu semua sebanding dengan kesehatan keluarga kita, dan membantu kita menyiapkan sarapan pagi bergizi secara cepat,praktis di pagi hari dan dikala rasa malas melanda.

Mari Mengenal 7 Bahan Pengawet Makanan di Sekitarmu!

Era milenia saat ini , makanan instan dengan segala bahan pengawet yang menyertainya telah merambah tidak saja resto ternama, jajanan kaki lima tapi juga telah masuk hingga ke dapur kita. Cobalah sesekali lihat bahan di dapur kita adakah yang tidak  mengandung Penguat Rasa (Monosodium Glutamat, Dinatrium Inosianat dan Guanilat), Perisa dan Pengatur Keasaman. Kesemua bahan pengawet tersebut ada di bumbu instan (Bumbu rendang, ayam,opor,lodeh, kari instan, santan kemasan dll), Kaldu instan, ataupun saus tomat atau sambal  baik kesemua bahan pengawetnya ataupun sebagian saja.  

Tidak adanya bukti ilmiah zat pengawet sebagai biang keladi dari maraknya penyakit kanker  tidak berarti kita harus menerima begitu saja iklan dan promosi dari para industri makanan kemasan. Kesehatan keluarga, diri sendiri ada di tangan kita. Terlebih jika memiliki anak kecil yang alergi ataupun sedang menjalani diet dari semua pengawet (anak autis misalnya), ataupun merawat orang tua yang pantang terhadap natrium/sodium berlebih dalam makanan yang di konsumsi ( penderita darah tinggi). Sudah sewajarnya kita berusaha untuk menghindarkan dan mendidik anak kita agar tetap mengedepankan pola hidup sehat dan mengontrol asupan natrium dalam tubuh kita. Untuk bisa mendidik generasi masa depan akan pentingnya pola hidup sehat selalu dimulai dari diri sendiri. Dimulai dari dapur rumah kita sendiri. Sebisa mungkin jika homemade bisa dilakukan, buat sendiri saja makanan itu. Selagi bisa. 

Saya mengetik ini, saat mendengar bu Ami Yudhoyono sakit kanker darah. Begitupun anak denada (penyanyi favorit saya dl), setiap melihat berita adanya survivor kanker, hati ini sedih sekali. Semoga bu Ani dan para penderita kanker diberi kesembuhan serta di gugurkan dosanya dan saya serta kita semua terhindar dari penyakit mematikan ini (aamin). Menurut dokter penyebab kanker disebabkan oleh Makanan pengawet, Hereditas (keturunan), Pola hidup tak sehat, Penyimpangan gen /kromoson karena uji coba nuklir lewat pancaran sinar radioaktif (era ini telah berlalu sepertinya) tetapi kekhawatiran adanya kebocoran nuklir di jepang  dahulu tetap perlu diwaspadai. Tuntutan hidup yang serba cepat dan instan telah membawa sebagian besar masyarakat mudah sekali mengkonsumsi makanan tak sehat, junkfood, makanan kemasan instan dan aktivitas gerak yang terbatas seperti kurangnya olahraga, kemudahan transportasi online yang mengakibatkan malas nya orang berjalan kaki serta aktifitas fisik lainnya yang berkurang seiring dengan kemajuan teknologi.

Di sela sempitnya waktu, baik karena sibuk ataupun banyaknya aktivitas di pagi hari, membuat pilihan akan bumbu masakan praktis menjadi pilihan. Apalagi ada banyak ragam bumbu masakan dalam kuliner nusantara sehingga saat akan memasak opor, rendang atau kari bahkan lodeh sekalipun kepraktisan bumbu siap pakai menjadi incaran. Itu sebabnya bumbu instan siap pakai di produksi massal tidak hanya oleh industry besar seperti Unilever, Indofood tetapi juga UMKM. Semua produsen mengklaim produknya bebas dari bahan pengawet, tapi benarkah? Saya jadi ingat sewaktu magang ke salah satu Perusahaan mie terbesar di Indonesia. CSR nya bilang produk nya tanpa pengawet , padahal di kemasan jelas jelas tertulis mengandung TBHQ. Kami yang adalah mahasiswa Teknik kimia senyum sajalah. daripada nggak di ijinkan magang iyakan.

Para pakar medis telah menginfirmasi bahwa merupakan sesuatu yang vital bagi kesehatan untuk menjaga rasio potassium /kalium dan sodium/natrium yang berimbang dalam menu makan kita. Rasio potassium dan Sodium yang sempurna adalah 5 : 1, tetapi sayangnya kebanyakan orang memiliki rasio 1:2 yang artinya kita mengkonsumsi dua kali lebih banyak sodium daripada potassium. Berkat pola hidup modern yang cepat, kita lebih banyak mengonsumsi makanan olahan, sehingga asupan garam lebih tinggi dan asupan potassiumnya mengerut.

Rasio potassium-Sodium yang kacau dapat berujung pada tingginya tekanan darah, penyakit jantung bahkan stroke. Hanya 5 % dari asupan orang amerika yang bersumber dari penabur garam, 95 % berasal dari sodium yang tersembunyi dari makanan olahan. Untuk Orang Indonesia, saya sendiri tidak mengetahuinya. Tetapi melihat begitu cepat lagi modernisasi dan menjamurnya makanan olahan, pelan tapi pasti makanan kitapun akan ikut terpolarisasi.

Bahan pengawet adalah zat atau bahan kimia yang ditambahkan ke dalam produk seperti makanan, minuman, obat-obatan, cat, sampel biologis, kosmetik, kayu, dan produk lainnya untuk mencegah terjadinya dekomposisi yang disebabkan oleh adanya pertumbuhan mikroba atau oleh perubahan kimiawi. Secara umum, pengawetan dilakukan melalui dua cara, yaitu secara kimiawi atau fisik. Pengawetan kimiawi melibatkan penambahan senyawa kimia ke dalam produk. Pengawetan fisik melibatkan berbagai proses seperti pembekuan atau pengeringan. Simak ulasan tentang Frozen food sebagai cara pengawetan zaman now yang telah saya posting sebelumnya disini

Bahan pengawet aditif makanan mengurangi risiko keracunan makanan, mengurangi paparan mikroba, dan mempertahankan kesegaran serta kualitas nutrisi produk tersebut. Beberapa teknik fisik untuk mengawetkan makanan di antaranya dehidrasi, radiasi UV-C, pengering-bekuan, dan pembekuan. Teknik pengawetan kimiawi dan fisik terkadang dikombinasikan.

Zat pengawet  pada Makanan Instan (Bumbu, Penyedap rasa, Saus, dan makanan olahan lainnya) biasanya telah tertulis di kemasan produk dan penggunaan nya sesuai dengan regulasi yang diijinkan oleh Pemerintah negara tersebut. Kesemuanya kembali lagi ke konsumen, tubuh kita mengijinkan ambang batas berapa persen dalam menampung zat pengawet tersebut. Kita tidak bicara tentang chemical berbahaya  tetapi di pakai di makanan seperti borak dan formalin. Karena 2 zat tersebut memang telah dilarang dalam makanan olahan. Di Postingan saya ini kita hanya akan berbicara tentang bahan pengawet, pengemulsi, penstabil makanan yang pemakaiannya diijinkan dalam kadar tertentu dan diatur regulasinya. Yang selalu jadi pertanyaan dan benak saya adalah berapa sih kadar yang diijinkan tubuh saya? Yang "batas-batas tertentunya" setiap orang berbeda-beda dan tidak semua orang menakarnya bukan. Karena sekali lagi zat tersebut tersembunyi di setiap produk yang kita makan. Berikut ini daftar zat pengawet yang umumnya ada di makanan olahan kita dan aman/food grade tetapi selagi bisa dihindari hindari saja yaitu.

1. STTP (Sodium Tripoli Phospat)
STPP  yang berupa serbuk putih merupakan  pengawet untuk makanan laut, daging, unggas, dan pakan ternak. Umum dalam produksi makanan seperti nomor E E451 . Dalam makanan, STPP digunakan sebagai pengemulsi dan untuk mempertahankan kelembaban. Pemerintah setempat mengatur jumlah yang diperbolehkan dalam makanan, karena secara substansial dapat meningkatkan berat penjualan makanan laut pada khususnya. Administrasi Makanan dan Obat Amerika Serikat mencantumkan STPP sebagai " secara umum diakui aman" alias food grade ."
Foto ikan hanya pemanis, saya nggak tahu dikasih STTP atau nggak. Tapi kalau sudah pakai ES BATU ngapain pakai STTP lagi kan?
STTP yang larut dalam air akan digunakan untuk merendam daging laut seperti fillet ikan, dan makanan laut lainnya. Penggunaan STTP di makanan laut akan meningkatkan kelembaban daging ikan karena kemampuan STTP untuk mengikat air di tubuh ikan seperti daging sapi gelonggong dan jika kita membeli makanan laut tersebut , kita akan membayar "kelebihan air" yang terikat pada ikan. Alasan keuntungan lagi bukan?. Oleh karena itu cermatlah dalam membeli. Selalu membeli makanan di tempat-tempat yang kita yakini kualitas dan  kejujuran penjualnya. 

Dalam makanan olahan beberapa produsen menambahkan STTP pada bakso, pempek dan makanan olahan ikan lainnya. Hal ini dilakukan untuk mempertahankan tekstur dan umur simpan produk

2. Natrium Benzoat
Natrium benzoat rumusnya NaC7H5O2. Digunakan sebagai pengawet makanan dengan nomor E E211. Merupakan garam natrium dari asam benzoat. Senyawa ini dapat diproduksi dengan mereaksikan natrium hidroksida dengan asam benzoat. Asam benzoat ada secara alami dalam jumlah kecil di kranberi, prune, kayu manis, cengkih, dan apel

Zat ini diketahui mampu memperpanjang umur  dalam makanan asam seperti selai, saus salad, jus, acar, minuman berkarbonasi, dan kecap. Zat ini diketahui dapat memperpanjang umur simpan pasta tomat selama 40 minggu tanpa kehilangan kualitas. Konsumsi natrium benzoat  dapat menyebabkan hiperaktivitas. Selama lebih dari 30 tahun, telah terjadi perdebatan tentang apakah benar atau tidak pengawet dan bahan tambahan makanan lainnya dapat menyebabkan hiperaktivitas. Penelitian telah menemukan bahwa mungkin ada kenaikan hiperaktivitas di antara anak-anak yang mengkonsumsi pewarna buatan dan bahan pengawet benzoat dan yang sudah secara genetika cenderung hiperaktif, tetapi studi ini tidak sepenuhnya konklusif. Hiperaktivitas hanya meningkat dalam taraf yang sedang, serta tidak adanya kesimpulan apakah pengawet, pewarna, atau kombinasi dari keduanya yang bertanggung jawab atas peningkatan hiperaktivitas tersebut.

3. Monosodium Glutamat /MSG
Selama lebih dari 100 tahun MSG telah dikenal luas untuk meningkatkan rasa, menciptakan rasa baru yang lebih dikenal dengan sebutan "umami". Produsen makanan industri memasarkan dan menggunakan MSG sebagai penguat cita rasa karena zat ini mampu menyeimbangkan, menyatukan, dan menyempurnakan persepsi total rasa lainnya. Nama dagang untuk monosodium glutamat termasuk diantaranya AJI-NO-MOTO®, Vetsin, dan Ac'cent.

MSG murni sendiri bercitarasa sedikit pahit dan tidak enak di makan jika tidak dikombinasikan dengan rasa gurih pada makanan. Sebagai pemberi cita rasa dan dalam jumlah yang tepat, MSG memiliki kemampuan untuk memperkuat senyawa aktif rasa lainnya, menyeimbangkan, dan menyempurnakan rasa keseluruhan pada masakan tertentu. MSG tercampur dengan baik dengan daging, ikan, daging unggas, berbagai sayuran, saus, sup, dan marinade,kaldu, dan aneka makanan olahan lainnya.

4. Dinatrium Guanilat

Merupakan garam dari penyedap rasa  quanosin monophospat (GMP), digunakan sebagai senyawa MSG. Biasanya terdapat pada keripik kentang ,kecap, bumbu instan rendang opor, kari dll bersama dengan dinatrium inosinat, atau kombinasi keduanya dan dikenal dengan nama dinatrium 5'-ribonukleotida.

5. Dinatrium Inosinat
Dinatrium inosinat  adalah garam natrium asam inosinat dengan rumus kimia C10H11N4Na2O8P, yang digunakan sebagai aditif makanan dan sering ditemukan dalam mi instan, keripik kentang dan berbagai jenis makanan ringan lainnya (kecap,saus sambal, saus tomat, keju dll)

6. TBHQ / tert -Butylhydroquinone
Dalam makanan, TBHQ digunakan sebagai pengawet untuk lemak. Baik minyak nabati./ hewani. Penambahan TBHQ menambah umur simpan  dan tidak menyebabkan bahan yang ditambahi mengalami perubahan warna , rasa dan bau (tengik). TBHQ terdapat pada mie instan dan aneka produk olahan yang menggunakan lemak /minyak. TBHQ sering digunakan dengan aditif lain seperti propil galat, butylated hydroxyanisole (BHA), dan butylated hydroxytoluene (BHT). BHA dan TBHQ biasanya dibahas bersama, karena bahan kimia terkait erat: TBHQ terbentuk ketika tubuh memetabolisme BHA.

Pelaksana Died ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) percaya bahwa TBHQ adalah salah satu zat adifit yang harus dihindari karena mempengaruhi perilaku manusia.

7. Natrium Nitrit dan Nitrat
Kedua senyawa ini di pakai dalam pengawetan daging dan turunannya. Walau keduanya untuk daging, keduanya tidaklah sama. Natrium nitrit adalah pengawet yang digunakan dalam daging, daging giling ham, sosis, hot dog, dan daging babi asap untuk mencegah botulisme. Zat ini melayani fungsi penting untuk mengendalikan bakteri yang menyebabkan botulisme (kekakuan otot), namun natrium nitrit dapat bereaksi dengan protein, atau selama makanan dimasak pada suhu yang tinggi, membentuk N-nitrosamin karsinogenik. Penambahan zat ini untuk mempertahankan warna daging tetap merah , tidak mengalami perubahan warna karena oksidasi seperti pada kornet, daging giling dll.

Natrium nitrit berbentuk bubuk kristal putih sampai agak kekuningandan, sangat larut dalam air dan bersifat higroskopik (menyerap air). Sodium nitrit dikenal karena perannya dalam menghambat pertumbuhan spora Clostridium botulinum pada daging yang didinginkan dan dianggap tidak efektif untuk mengendalikan patogen enterik gram negatif seperti Salmonella dan Escherichia coli. Selain itu juga natrium nitrit dapat memberi rasa dan warna pada daging serta menghambat oksidasi lipid yang menyebabkan tengik

Natrium Nitrat berbentuk padatan berwarna putih dan sangat larut dalam air. Sodium/ Natrium nitrat juga merupakan aditif makanan yang digunakan sebagai pengawet dan pengawet warna pada daging dan unggas yang diawetkan; terdaftar di bawah nomor INS 251 atau E number E251. Itu disetujui untuk digunakan di UE, dan Australia dan Selandia Baru.

Ayah saya,yang adalah pedagang daging sering mengeluh tentang daging yang berwarna kecokelatan jika tidak laku dijual setelah dipotong dihari yang sama walau di simpan di freezer di es. Daging sapi tersebut esoknya dijual dengan harga yang lebih murah dan itu merugikan pedagang. Apalagi harga pokok daging lebih mahal dari keuntungan yang di dapat. Sehingga atas dasar inilah, ayah memilih untuk tidak menjual daging sapi dan lebih memilih menjual krecek, tulang ataupun jeroan. Saya yang waktu itu masih kuliah lantas menjelaskan tentang asam nitrat dan nitrit ini, yang kebetulan dijual bebas di pasaran. Semula ayah sangat semangat, namun takkala dijelaskan tentang bahaya karsinogenik jika di masak. Ayahpun takut merugikan konsumen lantas enggan mencobanya.  Alhamdulillah walau ayah tidak mengenal "bangku sekolah", kejujurannya untuk tidak merugikan pembelinya dan takut sama "dosa" membuat diri ini bangga padanya.

Secara historis, garam telah digunakan untuk pengawetan daging. Produk daging yang diawetkan dengan garam biasanya berwarna abu-abu kecoklatan. Ketika natrium nitrit ditambahkan dengan garam, daging berkembang menjadi warna merah, kemudian merah muda jika di olah dan menambah rasa. Aditif makanan lainnya yang bisa melindungi daging dari bakteri adalah asam laktan dan sorbat namun tidak memberikan efek warna merah muda pada daging. Sehingga jarang dipakai.

Karsinogenisitas adalah kemampuan atau kecenderungan bahan kimia untuk menginduksi tumor, meningkatkan insidensi atau keganasannya, atau mempersingkat waktu terjadinya tumor. Salah satu alasan mengapa daging olahan meningkatkan risiko kanker adalah kandungan nitratnya. Sejumlah kecil nitrat yang ditambahkan ke daging sebagai pengawet terurai menjadi nitrit, selain nitrit yang juga dapat ditambahkan. Nitrit kemudian bereaksi dengan makanan kaya protein (seperti daging) untuk menghasilkan NOC karsinogenik ( senyawa nitroso ). NOC dapat dibentuk baik ketika daging dimasak atau di dalam tubuh saat daging dicerna

Demikianlah 7 bahan pengawet makanan di sekitar kita. Selalu baca ingredient pada kemasan. Jaga selalu kesehatan keluarga dengan menjaga pola makan dan berolahraga secara teratur

Semoga bermanfaat


Sumber
STTP Wikipedia
Mononatrium Glutamat Wikipedia
Sodium Nitrate Wikipedia
Sodium Nitrite Wikipedia
Semoga bermanfaat The Secret Ingredient Is Always Love Denia Kitchen

Pempek Kulit Krispi

Jika biasanya pempek kulit hanya pempek hitam tanpa ada sensasi renyahnya, saya membuatnya berbeda terinspirasi dari pempek kulit crispy di perhelatan Asian Games Jakarta Palembang 2018 yang lalu. Sensasi crispinya bisa di dapatkan dari penambahan tepung terigu berbumbu atau kombinasi sagu dan maizena berbumbu bagi yang menginginkan gluten free dan akan membuat pempek kulit ini begitu beda. Renyah diluar dan kenyal di dalam. Penggunaan bumbu disesuaikan dengan selera masing-masing. Terkadang saya menambahkan banyak ketumbar agar rasanya beda dengan pempek kulit di palembang. Dan Pempek ini enak sekali. 

Pound Cake Cokelat

Punya anak yang suka cokelat? samaan kalau iya 😀. Jadi  ibunya ini harus masak semua cake yang berbau cokelat. Termasuk cake ini nih. Rasa cokelatnya mantap, cakenya  padat beremah walau tidak sepadat brownies namun bukan jenis cake seperti chiffon cake. Sejujurnya saya lebih menyukai cake dengan metode butter cake ini. Saya coba resep luar yang katanya sih mirip dengan cake starbucks, menurut saya malah lebih enak. Tapi agar mirip dengan starbucks menurut saya kuncinya di jenis Dark Chocolate yang bagus dan penggunaan mentega, walau kalau pakai margarin tetap bisa hanya saja  rasa nggak bisa bohong.

Mengenal Bumbu Dapur dan Khasiatnya Part 2 (Aneka Rempah -Rempah)

Bumbu Dapur yang ragam dan khasiat nya banyak sekali, emang wajib dan perlu kita ketahui jenis dan khasiatnya. Nggak harus hapal semua sih, cuma kalau masak sama mertua kan malu kalau cabai rawit itu lebih pedas dari cabai merah besar aja nggak tahu, atau mana bawang bombay mana bawang putih, atau merica sama ketumbar. Jangan tertukar. Mau buat bacem, jadinya semur 😂 (yang ini tunjuk diri sendiri). Karena menjadi perempuan itu ada musimnya. Musim jadi pelajar, musim jadi istri, musim jadi ibu, musim jadi mertua, musim jadi nenek, musim jadi tante ataupun peran sosial lainnya. Semua peran dan lakon jika Allah berkenan akan kita jalani. Dan ketika kita sampai di post berikutnya kita akan merindukan musim kita sebelumnya, makanya belajarlah dengan mengenal bumbu dapur dahulu selagi muda agar tak bonyok dikala tua (hehehe bercanda),  nikmati dan jalani setiap moment dengan penuh syukur. Kita nggak pernah tahu nasib membawa kita kemana kan. Jika setiap hari bisa menikmati masakan di restoran ternama, ok saja, kita harus siap juga jika kita adalah cheftnya. Dan bagaimana bisa jadi cheft kalau gula dan garam aja tertukar.😃

Sup Ikan Batam

Seingetku Sup Ikan Batam yang kumakan di resto dulu tidak berwarna keruh seperti ini, mungkin karena saya menambahkan terlalu banyak kemiri dan teri yang dipakai jenis teri jengki sehingga kuahnya tidak bening seperti di restoran dulu. Hehehe. Tak apalah. Overall rasanya makyus. 

ini sup ikan batam ala saya ya. Jangan dimarahin bagi yang tinggal di batam kalau nggak sesuai  hehehe. Suami yang suka makan di yongkee waktu kerja di batam bilang enak. Alhamdulillah. Terlalu sering mendengar cerita tentang Batam dari suami jadi ingin kesana. Jadi pas ke jakarta lalu ada tulisan sup ikan batam di salah satu foodcourt dan restoran di mall lalu cuss makan siang disana. Enak, segar dan beda rasanya dengan pindang, sup ikan yang pernah saya masak. Dulu suami pernah kerja di Sony Batam sebelum akhirnya hijrah ke Lampung dan bertemu saya. Setiap hari cerita tentang muka kuning dan daerah sekitarnya membuat saya serasa pernah kesana. Terus ku tanya nggak ke singapura sekalian yah? ehh dijawab nya nggak. Dasar cowok...kalau saya disana pasti langsung menyebrang. Kapan lagi bisa keluar negeri cukup naik ferry. Tapi emang dasar suamiku ini bukan tipe yang suka jalan-jalan, wisata kuliner. Beda banget sama aku yang suka cicipin aneka makanan apa lagi kalau itu aku nggak pernah makan.  Terus ntar diingat-ingat rasa dan bentuknya untuk di buat suatu hari nanti (suatu hari nanti itu jaraknya bisa lamaaa sekali)

Homemade acar sawi dengan perasan kaffir lime (jeruk citrus)

Saya sedang tergila-gila membaca buku Khasiat Cuka karya Cal Oley bermacam -macam variant cuka dan khasiatnya dikupas pada buku itu. Mulai dari cuka beras, cuka anggur, cuka apel dan variant cuka yang berada di cina selain cuka beras ada juga cuka jeruk. Dengan membaca buku tersebut, pengetahuan tentang cuka bertambah. Sayangnya karena perkembangan teknologi dan modernisasi beberapa variant cuka pabrikan tidak bisa umat muslim konsumsi. 

Maka daripada termimpi-mimpi mencicipi rasa cuka apel, cuka jeruk nipis sayapun membuatnya sendiri. Insyaallah halal dan bahan bakupun terjamin. Lalu teringat akan sawi asin yang biasa dijual di pasar dalam kuah bening terkadang keruh yang umumnya dari air tajin beras. Maka sayapun mencoba membuatnya dengan menggunakan jeruk purut dan jeruk kunci. Saya memerlukan sekitar 30 pcs jeruk kunci dan 3 pcs jeruk purut untuk mendapatkan sekitar 120 ml air perasan jeruk purut ini.

Tips Cara mengawetkan Aneka Jenis Makanan di rumah

Sebelumnya saya pernah memposting tentang Frozen Food sebagai Cara Pengawetan Makanan Jaman Now linknya disini  Sekarang kita akan membahasnya lebih spesifik yaitu  cara mengawetkan beberapa jenis makanan ikan, daging, buah-buahan hingga makanan olahan . Jika membaca link saya sebelumnya, kita harusnya sepakat bahwa pengawetan makanan yang murah adalah dengan menggunakan metode foozen. Dan hampir semua  makanan bisa dijadikan frozen food. Mulai dari daging dan olahannya, roti dan semua jenisnya mulai dari Pao, Pizza, Roll cake , pastry dll. Agar mendapatkan umur simpan makanan yang lama tanpa tambahan pengawet, dalam kualitas yang sama seperti aslinya (sebelum di frozen) sebaiknya menyimak beberapa tips berikut ini