Keripik Sukun

Keripik Sukun merupakan keripik dari potongan buah sukun. Sama seperti halnya keripik pisang yang di buat dari irisan buah pisang yang menkal (belum matang). Begitupun keripik sukun yang terbuat dari buah sukun mengkal yang diiris tipis dan di goreng dalam minyak panas. Tidak seperti keripik pisang yang mudah di temui, keripik sukun sudah jarang di temui kecuali di daerah pedesaaan dimana pohon sukun masih tumbuh subuh dan lebat. 


Perkarangan rumah kami, dahulu ada sukun, namun karena saat musim kemarau sukun sering merontokkan daunnya dan dalam jumlah banyak membuat suaminya kesal karena dalam 2 hari halaman telah penuh dengan daun sukun seperti tak disapu saja, suami saya lantas menebang pohon sukun dan menyisakan pohon mangga saja. Ya saat itu kami masih LDR sehingga buah sukun emang jarang termanfaatkan. heehee. Alhamdulillah tetangga masih banyak yang menanam sukun, sehingga jika berbuah cukup meminta atau membelinya di pasar. Harga sukun pun relatif murah. Kurang dari Rp.10.000,- kita bisa mendapatkan 1 buah sukun terkadang malah gratis seperti hari ini. 

Sukun adalah nama sejenis pohon yang berbuah. Buah sukun tidak berbiji dan memiliki bagian yang empuk, yang mirip roti setelah dimasak atau digoreng. Karena itu, orang-orang Eropa mengenalnya sebagai "buah roti" (Ingg.: breadfruit; Bld.: broodvrucht, dll.). Sukun sesungguhnya adalah kultivar yang terseleksi sehingga tak berbiji. Kata "sukun" dalam bahasa Jawa berarti "tanpa biji" dan dipakai untuk kultivar tanpa biji pada jenis buah lainnya, seperti jambu klutuk dan durian. "Moyangnya" yang berbiji (dan karenanya dianggap setengah liar) dikenal sebagai timbul, kulur (bahasa Sunda), atau kluwih (bahasa Jawa), kulu (bahasa Aceh), kalawi (bahasa Minang), bakara' (bahasa Makassar). Di daerah Pasifik, kulur dan sukun menjadi sumber karbohidrat penting. Di sana dikenal dengan berbagai nama, seperti kuru, ulu, atau uru. Nama ilmiahnya adalah Artocarpus altilis.

Sukun menyukai iklim tropis: suhu panas (20-40˚C), banyak hujan (2000–3000 mm pertahun) dan lembap (lengas nisbi 70-90%), dan lebih cocok di dataran rendah, di bawah 600 m dpl., meski dijumpai sampai sekitar 1500 m dpl. Anakan pohon lebih baik tumbuh di bawah naungan, namun kemudian membutuhkan matahari penuh untuk tumbuh besar. Meskipun kebanyakan kultivarnya akan tumbuh dengan baik pada tanah-tanah aluvial yang subur, dalam dan berdrainase baik, akan tetapi variasi kemampuannya sangat besar. Maka ada varietas-varietas yang tumbuh baik di tanah berawa, tanah kapur, tanah payau dan lain-lain.

Buah sukun mengkal biasanya di goreng seperti ubi goreng dengan atau dibalut tepung, dibuat sayur lodeh ataupun sayur tumis. Jika sukun sudah matang akan mengeluarkan aroma yang khas dan tajam, di olah menjadi donat sukun, ataupun bingka sukun sangat lezat. Nanti saya akan posting tentang cake berbahan dasar sukun. 1 buah pohon sukun akan berbuah banyak buah sukun. Hanya hati-hati saja saat mengolahnnya karena sukun mengeluarkan getah seperti halnya nangka, cempedak dll. 

Daripada buah sukun berserakan dan tidak termanfaatkan lebih baik saya olah menjadi keripik sukun saja, keripik sukun kalau kita melewati jalan lintas sumatera terkadang ada beberapa toko yang jual, namun beberapa toko hanya menjual keripik pisang , kerupuk, dan keripik nangka. Membuatnya pun tak susah. Jika memiliki food processor pekerjaan memotong slice keripik lebih mudah, tapi jika tak ada sebilah pisau tajam pun bisa juga, namun memang latihan akan penting untuk menghasilkan ketebalan yang seragam. Tips membuat keripik yang saya dapatkan dari pemilik UMKM keripik pisang adalah gorenglah buah dalam minyak panas dan api besar. Maka akan menghasilkan tampilan keripik yang menggugah selera. 

Keripik Sukun

Bahan
1 buah sukun mengkal
minyak goreng 1L

Cara membuat,
Pilih buah sukun yang masih mengkal, tandanya kulit sukun jika ditekan masih keras dan tidak ada bau harum dari buah sukun
Cuci bersih sukun lalu teringkan dan Kupas buah sukun, lalu belah dua dan iris tipis dengan menggunakan pisau tajam, atau dudukan yang ada mata pisau, atau food processor. Tata sukun di wadah/nampan dan angin-angin kan sebentar (saya suka lewatkan dan hasilnya masih bagus  saja)

Panaskan minyak dalam kuali. Isi minyak banyak sampai 3 /4 kuali, pastikan panasnya pas, tidak terlalu panas ataupun belum panas, test dengan memasukkan setil kayu jika ada buih banyak di sekeliling sutil itu tandanya minyak telah panas, masukkan sukun satu persatu, goreng hingga warnanya kuning keemasan.

Angkat dan tiriskan. Berikan topping sesuai selera (manis atau asin)
Semoga bermanfaat The Secret Ingredient Is Always Love Denia Kitchen

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ke sini dan mau meninggalkan komentar manis atau pertanyaan di sini. Komentar promosi produk dan jualan tidak akan saya tampilkan ya, begitu juga dengan nama URL yang saru. Dan untuk yang berkomentar anonymous mohon cantumkan nama ya biar saya tahu yang berkomentar siapa kan enak jadi bisa panggil mas atau mba. Terima kasih.