Es buah dan Manisan JRC (Jeruk, Rambutan dan Ceremai)

Musim buah aneka jenis dan semua tersaji di halaman rumahmu, apalagi yang ditunggu selain dikupas lalu di buah es buah. Rambutan berwarna merah yang manis, ditambah asemnya buah ceremai dan jeruk lokal yang ada sepanjang waktu. Apalagi ditambah air dogan yang seger. Diminum saat cuaca sedang terik menyengat. Hmm... Segelas mana cukup. Alhamdulillah tinggal di negara dengan banyak buah-buahan lokal. Aneka buah dengan harga terjangkau bisa dinikmati semua kalangan.

Rambutan yang thiya panen ini merah, manis dan tidak sakit tenggorokan saat dimakannya. Yang thiya panen masih kuning tapi sudah manis sekali, saya memanen satu keranjang penuh bersama bu moudy dengan galah yang ada kaitannya.



Rambutan adalah tanaman tropis yang tergolong ke dalam suku lerak-lerakan atau Sapindaceae, berasal dari daerah di Asia Tenggara. Kata "rambutan" berasal dari bentuk buahnya yang mempunyai kulit menyerupai rambut. Rambutan banyak terdapat di daerah tropis seperti Afrika, Kamboja, Karibia , Amerika Tengah, India, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand dan Sri Lanka.

Buah rambutan terbungkus oleh kulit yang memiliki "rambut" di bagian luarnya (eksokarp). Warnanya hijau ketika masih muda, lalu berangsur kuning hingga merah ketika masak/ranum. Endokarp berwarna putih, menutupi "daging". Bagian buah yang dimakan, "daging buah", sebenarnya adalah salut biji atau aril, yang bisa melekat kuat pada kulit terluar biji atau lepas ("rambutan ace"/ngelotok). Pohon dengan buah masak sangat menarik perhatian karena biasanya rambutan sangat banyak menghasilkan buah. Jika pertumbuhan musiman, buah masak pada bulan Desember hingga Maret, dikenal sebagai "musim rambutan". Masanya biasanya bersamaan dengan buah musiman lain, seperti durian dan mangga. 

Pohon rambutan memiliki banyak jenis, ntah jenis pohon apa yang ditanam di belakang rumah dan samping rumah tetangga. Rasanya manis, walau makan banyak sekalipun tak membuat sakit tenggorokan. Anak-anak akan memetik di bagian bawah dan kami akan memetik bagian atasnya. Pemilik rambutan (Febri) yang adalah teman kerjaku dulu bilang. Ambil aja nia nggk usah bilang-bilang. Daripada dimakan kelelawar kan?. Harga seikat durian bisa bervariasi mulai dari Rp.2000 -Rp.7.000,- kenapa harus bayarkan kalau ada gratis. Hehehe. Berbekal sedikit usaha. dan ditambah dengan jeruk lokal yang dibeli saya mencampur Jeruk, Rambutan dan Ceremai lalu diberi air kelapa. Mantap sekali rasanya. 

Buah ceremai juga ditanam disini, tak susah mengambilnya. Rasanya yang asam membuat buah ini tergeletak di tanah dan berserakan. Cermai, ceremai, cereme atau cerme adalah nama sejenis pohon dengan buahnya sekali. Buah yang masam ini dikenal pula dengan nama-nama lain seperti ceureumoe (Aceh), chermai (Mal.), karmay (Ilokano, Fil.), mayom (Thai.) dan lain-lain. Dalam bahasa Inggris dinamai Otaheite gooseberry, Malay gooseberry dan beberapa sebutan yang lain. Nama ilmiahnya adalah Phyllanthus acidus.
Perdu atau pohon kecil dengan ketinggian sampai 9 m, bercabang rendah dan renggang. Sepintas, pohon cerme bukan tidak mirip dengan pohon belimbing wuluh.

Daun tunggal, bundar telur dengan ujung runcing, panjang 2-7 cm, tersusun di rantingnya seperti daun majemuk menyirip. Bunga-bunganya berkelamin tunggal atau ganda, merah, berbilangan 4, tersusun dalam malai hingga 12 cm. Buah batu, bulat dengan 6-8 rusuk, kuning keputihan menyerupai lilin, berdiameter hingga 2,5 cm, bergantungan sendiri atau dalam untaian. Daging buah keputihan, masam dan banyak berair, di tengahnya terdapat inti yang keras dengan 4-6 butir biji.

Buah cerme sering dimakan segar dengan dicampur gula, garam atau dirujak. Cerme juga kerap dibuat manisan, direbus (disetup) atau dibuat minuman penyegar. Daun mudanya digunakan sebagai lalap.Pohon cerme kerap ditanam sebagai peneduh atau penghias halaman dan taman. Pohon ini dapat tumbuh di daerah tropis dan subtropis, menyukai tempat yang lembap sampai ketinggian sekitar 1.000 m dpl. Cerme dapat dibiakkan melalui biji atau stek.


Es buah Jeruk Rambutan Ceremai  ini bisa menggunakan Jeruk tanpa biji, atau dengan biji tapi saya mengambil bulir dan airnya saja. Karena kalau makan dengan masih berbentuk jeruk nanti anak kecil kerepotan saat mengambil bijinya, sehingga saya memeras jeruk lokal tersebut hingga terpisah bijinya. Kombinasi Jeruk Rambutan Ceremai juga enak dijadikan setup buah. Jangan lupa tambahkan cabai merah keriting halus dan dinikmati sebagai manisan/asinan buah. Namun karena tidak menggunakan bahan pengawet, setup ini harus senantiasa di letakkan di kulkas. Nikmat setelah 4 jam. Rasa asam dari ceremai akan berkurang dan bercampur dengan air dogan, air jeruk dan rambutan. Rasanya segar sekali. Ingin mencobanya berikut ini resepnya

Es Buah  dan Manisan JRC (Jeruk, Rambutan, dan Ceremai)
resep hasil modifikasi sendiri

Bahan
1 ikat rambutan (Kupas dan ambil daging buahnya saja)
Air kelapa muda dari 1 buah kelapa (bisa diganti dengan air kelapa kemasan)
1/2kg jeruk
20 pcs ceremai
50 - 100 gram gula (Tambahkan gula jika suka manis)
cabai merah halus
Cara membuat
Kupas buah rambutan, jeruk (saya memeras jeruknya, jika menggunakan jeruk tanpa biji tak perlu diperas)
Ambil ceremai, iris disisi kira dan kanan, buang bagian tengahnya karena keras
Campur ceremai, rambutan, jeruk dan air dogan.
Beri gula
Aduk rata cicipi rasanya. Rasa asem manis harus pas
Sajikan dingin

Jika akan disajikan manisan , tambahkan cabai merah halus , gula pasir dan diamkan minimal 8 jam di kulkas (bukan frezer).

Source
Ceremai-Wikipedia
Rambutan Wikipedia
Semoga bermanfaat The Secret Ingredient Is Always Love Denia Kitchen

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ke sini dan mau meninggalkan komentar manis atau pertanyaan di sini. Komentar promosi produk dan jualan tidak akan saya tampilkan ya, begitu juga dengan nama URL yang saru. Dan untuk yang berkomentar anonymous mohon cantumkan nama ya biar saya tahu yang berkomentar siapa kan enak jadi bisa panggil mas atau mba. Terima kasih.