Bingka Pisang

Kalau mencari resep cake tanpa terigu maka kita harus sering-sering praktek resep-resep kuliner tradisional. Aneka kudapan enak, tanpa terigu dengan berbahan baku lokal.Tentu saja di era milenia ini, aneka cake luar membanjiri citarasa dan selera masyarakat Indonesia. Namun panganan lokal tetap melekat dihati dan lidah ini, salah satunya bingka pisang ini. Cake yang berasal dari Kalimantan ini layak untuk dicoba, dilestarikan dan di modifikasi sesuai dengan perkembangan jaman.
Jika dahulu saya membuat bingka polosan, tanpa topping apapun sekarang semua bisa di dipadupadankan. Terkadang dengan topping ganache, atau hanya coklat, keju,kismis dll. Kebetulan saya menggunakan keju sisa membuat saus telur asin beberapa waktu yang lalu. Rasanya manis, gurih dan creamy. Olahan bingka ini bisa menggunakan singkong atau cassava bingka yang pernah saya posting sebelumnya cassava bingka, sukun , atau mungkin kentang.

Santan yang saya gunakan berasal dari 1 buah kelapa. Kelapa parut di tambahkan dengan 400 ml air dan diperas. Santannya saya rebus bersama daun pandan menggunakan api kecil. 100ml pada layer atas digunakan untuk layer custard, sedangkan sisanya ditakar 400 ml untuk adonan bingka. Cara ini lebih hemat jika dibandingkan menggunakan santan instan dan tentu saja lebih gurih,wangi, sehat dan ekonomis. Walau tidak praktis untuk yang menginginkan kepraktisan. Saya kembalikan ke masing-masing pembaca. Bisa menggunakan santan instan yang di encerkan, susu cair ataupun percampuran keduanya. Tertarik ingin mencoba Bingka Pisang. Pada layer custard, keju ditambahkan saat layer sudah 1/2 mengering. Saya menambahkannya diadonan sehingga keju tenggelam. Saya berikan 5menit sebelum matang dan keju kurang menempel sempurna. Untuk itu beri keju saat layer telah dipanggang, tetapi masih belum kering. Tertarik mencoba bingka pisang?, berikut ini resepnya

Bingka Pisang



Resep Bingka diadaptasikan dari Bengkang Pisang just try and taste, layer hasil modifikasi sendiri

Bahan:
- 350 gram pisang raja, kira-kira 6-7 buah ukuran sedang
- 1 sendok teh garam
- 3 sendok makan susu bubuk
- 1/2 sendok teh vanili bubuk
- 240 gram gula pasir
- 2 butir telur ayam, kocok lepas
- 220 gram tepung terigu serba guna
- 400 ml santan  (saya menggunakan santan dari 1 kelapa dan di masak bersama daun pandan ambil 400ml untuk adonan bingka dan 100 ml untuk layer atau bisa diganti dengan susu cair)

Layer Custard
- 100 ml santan kelapa*
- 2 sdm tepung terigu*(Jika menginginkan 100% free gluten ganti dengan tepung maizena /tepung custard)
- 1 pcs kuning telur*
- 50 ml susu evaporated* (bisa menggunakan susu cair biasa atau 2 sdm susu larutkan sampai menjadi 50ml)
- 100 gram keju parut
*campur semua kecuali keju menjadi satu

Cara membuat:
  1. Panaskan oven, set di suhu 200'C. Olesi loyang dengan mentega, saya menggunakan loyang bujur sangkar ukuran 24 x 24 cm.
  2. Siapkan mangkuk yang cukup untuk mengadoni adonan, masukkan pisang dan lumatkan dengan menggunakan garpu/ tangan, jangan menggunakan blender karena tekstur pisangnya akan hilang. Tambahkan garam, vanili bubuk, susu bubuk dan gula pasir ke dalam adonan pisang, aduk menggunakan spatula. Masukkan telur kocok, aduk rata.
  3. Masukkan tepung terigu dan santan secara bergantian sedikit demi sedikit ke dalam adonan sambil diaduk-aduk hingga rata.
  4. Tuangkan adonan ke dalam loyang. Panggang selama 50 -60 menit hingga permukaannya berwarna kecoklatan dan ketika lidi kita tusukkan ke tengah adonan tidak ada adonan yang menempel di lidi. Keluarkan kue dari oven beri adonan layer custard dan panggang menggunakan api atas hingga setengah set lalu beri keju parut dan panggang hingga set dan dinginkan. 
  5. Sajikan

Semoga bermanfaat The Secret Ingredient Is Always Love Denia Kitchen

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ke sini dan mau meninggalkan komentar manis atau pertanyaan di sini. Komentar promosi produk dan jualan tidak akan saya tampilkan ya, begitu juga dengan nama URL yang saru. Dan untuk yang berkomentar anonymous mohon cantumkan nama ya biar saya tahu yang berkomentar siapa kan enak jadi bisa panggil mas atau mba. Terima kasih.