Ayam Bakar Wong Solo

Ayam Bakar Wong Solo selalu jadi primadona dihati ini, rasanya gurih dan manis sehingga jika memakan ayam bakar ini harus ditemani dengan sambal yang pedas agar rasanya lebih seimbang bagi saya si lidah Sumatera. Tak terhitung banyaknya ayam bakar solo di kota Palembang, seperti ayam bakar mas tarjo, ayam bakar wong solo dan soponyono mungkin sekarang lebih banyak lagi. 

Ayam bakar Solo biasanya lembut di dalam dengan rasa juicy, manis serta beraroma bakar /arang yang khas. Dulu saat saya masih kerja di Oku timur Sumatera Selatandan PP seminggu sekali ke palembang, kami akan berhenti di warung makan soponyono di pasar Kayuagung dan makan siang berupa ayam bakar yang enak sekali. Bikin kami ketagihan. Ayam Bakar Solo berbeda dengan ayam bakar padang. Jika ayam bakar sumatera lebih menonjolkan pemakaian cabe yang banyak maka ayam bakar solo nggak. Sehingga anak kecil yang nggak doyan pedan seperti anak saya thiya bisa makan ayam dengan lahap. 


Gunakan air kelapa saat mengungkep ayam agar rasa juicy lebih strong lagi, masak dengan api kecil dan jangan menggunakan presto saat mengungkep ayam agar bumbunya lebih meresap. Kenali jenis ayam yang digunakan. Apakah ayam kampung, ayam broiler/ayam pedaging, ayam petelur yang sudah tua tetapi tidak produktif lagi menghasilkan telur lalu di potong. Karena jenis ayam tersebut memerlukan waktu dan jumlah air yang berbeda saat memasaknya Baiknya memang menggunakan ayam kampung yang tidak tua. Tetapi kita kan nggak tahu nasib /takdir membuat kita dapat jenis ayam apa? Apalagi kalau tinggal di daerah terpencil. hehehe. Oleh karena  itu gunakan air sedikit dahulu saat mengungkep ayam, jika air sudah habis namun ayam masih keras bisa ditambahkan air kembali. 

Jika air merebus/mengungkep ayam ini berlebih/sisa. Jangan dibuang yah. Gunakan untuk mengungkep tempe atau bacem. Kan hemat (bukan pelit loh..), nah bagi yang ingin membuatnya berikut ini resepnya

Ayam Bakar Wong Solo
Bahan :
1/2 ekor ayam kampung ( atau ayam biasa ), potong-potong sesuai selera
2 lembar daun salam
1 batang sereh, memarkan
3 cm lengkuas, memarkan
1/2 sendok makan gula merah
4 sendok makan kecap manis
1 sdt garam
Air kelapa 600 ml (sesuaikan dengan jenis ayam yang dipakai bisa ditambahkan jika ayam afkir,kurangi jika ayam pedaging)

Bumbu halus :
8 siung bawang merah
4 siung bawang putih
4 butir kemiri
2 cm kunyit
2 cm jahe
1 sdt ketumbar
1/4 sdt merica butiran

Cara Membuat :
  1. Tumis bumbu halus hingga harum dan matang.
  2. Masukkan air kelapa dan semua bumbu lain, serta ayam
  3. Tutup panci dan ungkep dengan api kecil hingga kuah habis dan mengental menyelimuti ayam ( Jangan lupa sebelum kuah mengering, dicicpi rasa nya tambahkan garam dan koreksi rasanya )
  4. bakar di atas bara api atau pakai teflon anti lengket 
  5. Sajikan dengan sambal sesuai selera dan lalapan jika suka.
Semoga bermanfaat The Secret Ingredient Is Always Love Denia Kitchen

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ke sini dan mau meninggalkan komentar manis atau pertanyaan di sini. Komentar promosi produk dan jualan tidak akan saya tampilkan ya, begitu juga dengan nama URL yang saru. Dan untuk yang berkomentar anonymous mohon cantumkan nama ya biar saya tahu yang berkomentar siapa kan enak jadi bisa panggil mas atau mba. Terima kasih.