Model Ikan - Pempek Ikan Isi Tahu dengan Kuah Kaldu

Namanya Model, Yaitu sejenis pempek tapi dimakan dengan kuah kaldu. Jadi bukan Profesi Peraga busana atau peragawati. Melainkan nama makanan- lucu yah😀. Hehehe, Saya pun tak tahu kenapa namanya seperti itu, ini makanan sudah ada dari saya kecil dan namanya Model. Model ada 2 jenis kalau dari terigu dan diberi ragi disebut model gandum, kalau dari ikan kami bilangnya model ikan. Saat saya kecil hanya model gandumlah yang jadi makanan saya sehari-hari, apalagi kalau bukan karena alasan lebih murah dan mengenyangkan saja. 

Rendang Kacang - Rendangnya Vegetarian

Saya suka makan rendang, tapi tidak terlalu suka memasaknya. Satu-satunya alasan adalah karena lamanya proses pembuatannya. Menunggu agar santan berubah menjadi londo lalu mengering dan berubah warna kecokelatan, selain melelahkan juga membuat waktu menemani thiya bermain berkurang. Padahal saya adalah satu-satunya patner bermainnya. Kelamaan di dapur, anak saya itu akan mencari banyak cara agar perhatian ibunya ini ke dia seorang saja

Resep Ikan Keumamah - Ikan Kering ala Aceh

Sudah satu  minggu ini dipasar ada ikan manyung terus. Jadi hari ini saya beli lagi untuk dimasak yang lain. Kepingin masak ikan keumamah- ikan kering aceh, Ikan kering /ikan kayu ini saya suka stok untuk lauk darurat karena teksturnya yang tahan lama, kering dan berasa pedas asam. Jadi kalau punya stok ikan ini dikulkas, suka saya jadikan teman nasi goreng atau untuk lauk makan siang. Rasanya yang pedas dan asam membuat aman saja kalau dirumah nggak ada stok sambal.

Nila Bakar dengan Sayuran Kuah Kuning

Lagi-lagi masak rumahan dahulu ya kawan-kawan. Ini menu makan siang kami. Nila Bakar dengan Sayuran Kuah kuning. Hal yang saya suka memasak harian adalah suami dan anak saya makan dengan lahap. Thiya hampir menyukai semua jenis masakan ikan yang saya masak. Mau di goreng, panggang/ bakar atau kukus  dan tentu saja agar sehat dan kaya serat saya menambahkan sayur mayur. Sayurnya akan dipilih bermacam-macam mulai dari kecipir, kembang kol, wortel dan cacaisim. Jadi warnanya akan warna warni dengan kuah ngejreng berwarna kuning dan anak saya pun seakan terhipnotis untuk makan siang dengan lahap. Alhamdulillah

Gulai Rampai - Sup Bening Sedap dari Jamur dan Kemangi Khas Linggau

Gulai Ampai berasal dari kata rampai artinya campur-campur. Gulai ini berupa campuran aneka sayur. Di Linggau_ Salah satu kabupaten di Sumatera Selatan, Gulai ini terdiri dari kemangi, jamur dan sisik, terkadang terong. Jamur yang digunakan biasanya berasal dari perkarangan rumah sendiri. Jenis jamur yang biasa dimakan ya, bukan jamur hitam yang beracun. Sekarang, lahan kosong sudah sedikit dan jamur liarpun sulit ditemui, makanya kalau buat gulai rampai ini mama menggunakan jamur tiram yang tersedia di pasar tradisional. 

Resep Pumpkin Brownies - Cake Cokelat Padat, Legit dengan Creamy Labu Kuning Lezattos

Ada banyak resep Brownies yang bertebaran di Internet. Saya menyukai brownies dengan tekstur padat, legit dan berasa cokelat , namun tidak terlalu berat di kolesterol tubuh. Tapi jangan dikira rasanya nggak nendang ya. Apalagi saat brownies berpadu dengan pumpkin. Rasanya sungguh lezat. Cake cokelat super padat ,legit dan nyoklat digigit dengan superlembut pumpkin /labu kuning, masyaallah saya suka sekali.   

Pempek Adaan - Pempek Bulat Kenyal Tanpa Keriput

Orang Palembang kalau sehari saja nggak menghirup cuka , badan rasanya meriang😅. Kalau di Palembang saya biasa membelinya, wah disini saya harus membuatnya sendiri. Alhamdulillah walau sudah lama ajaran nyai saya dahulu masih di ingat dengan jelas, walau bentuk nggak bisa bohong ya. Ada yang bulat, sedikit gepeng dan kribo hehehe. Saya nggak jualan, jadi buat sendiri untuk 500 gram pempek adaan , rasanya banyak sekali ya. Dan lama eii. Apalagi punya panci minimalis begini. 

Cream Cheese Bread With Homemade Cream Cheese So Yummy

Tinggal di site dengan akses terbatas, membuat ibu rumah tangga seperti saya harus kreatif dan memaksa diri sendiri membuat serba homemade, salah satunya adalah cream cheese. Siapa sangka salah satu praktikum jaman kuliah, akan di rebake berkali-kali demi memuaskan dahaga akan roti dengan topping dan isian super keju yang nyusu banget. Roti ini benar-benar juara. Berpadu dengan topping lembut rasa susu dan isian cream cheese pula. Alangkah double sensasinya. Tapi itulah letak juaranya

Sate Bandeng Loa Hoa - Sosis Ikan dengan Wortel, Jamur Kuping dan Soun ala Indonesia

Masih menggunakan bandeng yang sama yang pernah saya posting disini Sate Bandeng Telur Puyuh dengan bumbu western, kemarin saya buat sate bandeng juga dengan bahan ikan bandeng yang telah saya fillet dan simpan di chiller kulkas. Kali ini saya buat dengan bumbu seperti Bakso Loa Hoa atau bakso rambutan. Baksonya orang chinese. Ini versi ikan bandengnya. Membuat sate bandeng ini saya anggap seperti membuat sosis homemade saja. Kalau sosis premiumkan menggunakan usus domba sebagai casingnya. Nah karena si usus dan peralatan nggak ada. Saya anggap sate bandeng ini sosisnya orang Indonesia. Maksa? Ya maafkanlah

Pindang Kecap Ikan Lais

Ikan Lais atau Selais merupakan ikan air tawar yang merupakan endemik dari Riau. Ikan ini terutama hidup di sungai Kampar, Kuantan, Sungai Inderagiri dan Sungai Segati. Di Sini (Lampung) ikan ini masih sering di jumpai di pasar tradisionalnya. Untuk daerah tertentu di Palembang ikan lais sudah jarang ditemui dalam keadaan segar, biasanya sudah menjadi ikan asap. Ikan asap dari ikan Lais ini memiliki harga ekonomis yang tinggi karena memang ikan ini sedap sekali. 

Sate Bandeng Sosis Bumbu Bali dengan Sambal Matah

Bali yang terkenal dengan sambal matah, dan masakannya yang enak -enak. Memang sanggup memanjakan lidah siapapun. Tak terkecuali saya. Pulau Dewata dengan segala keindahan, panorama dan ragam kulinernya benar -benar layak di sebut surganya dunia. Namun Indonesia tidak hanya Bali, Ada banyak masakan nusantara yang enak dan disukai penjuru dunia. Kekayaan Indonesia , masakan salah satunya memang perlu di eksplore dan dilestarikan. Kalau bukan kita, lalu siapa lagi?


Resep Corn Flakes Cookies _ Kue Kering dalam baluran Jagung Renyah

Saya suka sama cookies dari corn flakes ini, sejak SMA dan teman baik saya vivi membuat ini untuk kue kering imlek dan cap go meinya , saya sudah jatuh hati. Namun dahulu internet tidak selancar sekarang. Dan informasi cara memasak dan baking tidaklah segampang saat ini. Jadi saat pertama tahu resep ini dari blog ordinary kitchen, saya sudah jatuh hati dan bertekad membuat corn flake ini sendiri. 

Pepes Ikan Baung _Kali ini Beneran pakai daun pisang

Seminggu ini menu makan kami nggak jauh-jauh dari Pindang, kukus /tim dan bakar. Semua karena alasan kesehatan. Pundak saya mudah sekali sakit dan pegal-pegal, gejala kalau kolesterol saya sedang tinggi. Harus belajar mengerem makanan berminyak, kalau nggak bakal sakit semua sekujur badan. Karena itu hari ini masak Pepes ikan baung dan lais  saja agar no minyak dan meminimalisir gizi ikan yang terbuang. Hari ini masak ikan baungnya pakai daun pisang. Nggak seperti kemarin masak nila tanpa daun pisang. Bisa baca disini ya Pepes Ikan Nila tanpa daun pisang

Membuat Nastar Lembut dan Lumer Dimulut, namun kokoh di Toplesmu Hari Rayamu

Siapa penggemar nastar ayo?. Walau nastar itu kue kering klasik dan jadul, tapi penggemarnya banyak loh. Serupa dengan kue kacang yang saya posting disini Skippy si Kue kering kacang tanah. Penggemar nastar tidak hanya laki-laki, perempuan dan anak-anak juga suka. Dan kreasi nastar ada macamnya, mulai dari nastar premium dengan hamper cantik aneka bentuk hingga nastar original seperti ini


Skippi si Kue kering Kacang Tanah

Yang namanya laki-laki paling suka sama kue kering kacang tanah ini, atau skippy. Ntah kenapa?, baik ayah,mertua, suamiku suka sekali. Di bandingkan dengan kue kering lainnya. Jadi pasti kue kering kacang ini ada dalam list, di stabilo in jangan sampai kelupaan. Suami sih saat sedang baking nggak nanyain, tapi kalau masa lebaran habis pasti nanyai, yang kacang habis ya bun? 

Doggy Chocolate Cookies - Kuker Imut Chocolate Doggy

Sejak melihat bentuk cookies ini , kue kering cokelat dengan bentuk doggy di bogasari expo beberapa tahun yang lalu saya memang suka. Tapi cuma sebatas mimpi membuatnya. Lagi-lagi alasannya karena waktu. Working mom tanpa IRT sambil menjaga IBu yang sakit diabetes, semua kerjaan sebelum dan sesudah pulang kerja, saya yang handle. Jangankan membuat kue kering /cookies yang ribet seperti Doggy chocolate ini, membuat yang bentuknya standarpun tak ada waktu. Jadi kalau lebaran, selain masakan, kue kering dan bolu lebaran semua dibeli😁. 

Chocolate Stick Cookies _kue kering dengan Stick Cokelat

Kue kering ini sebenarnya booming tahun lalu. Kalau tahun lalu saya beli saja di tbk karena selain status nya msih kerja, rasa-rasanya saya benaran nggak ada tenaga untuk buat kue hari raya. Kalau tahun ini saya jobless. Alias Ibu rumah tangga biasa, jadinya membuat chocolate Stcik Cookies ini kejar-kejaran dengan kue kering lainnya. 

Sagu Keju Full Margarin - Kue ngeprull Milky dan Gurih dalam satu gigitan.

Kue Kering Sagu merupakan kue kering jadul yang suka ada di toples hari raya keluarga Indonesia. Sekarang ada banyak ragamnya, mulai dari sagu cokelat, sagu keju, sagu pandan hingga sagu red velvet. Serupa dengan kue bangket yang menggunakan tepung sagu sebagai bahan baku utamanya, sagu keju saya pun menggunakan tepung sagu. Bukan tepung tapioka. Walau kedua tepung ini sama-sama bisa untuk pempek. Namun untuk kue sagu, jika menggunakan tepung tapioka dan tepung sagu rasanya "sedikit" berbeda. Harus dengan sagu agar ada sensasi Ngeprull dan ada suara cretak saat memakannya. Saat telah memasukki mulut, kuenya benar-benar amblas dan melebur sempurna di rongga mulut. Enak sekali..

Kue Satu Asam Jeruk Nipis (Si penyegar Toples Hari Raya)

Jeruk nipis /jeruk lemon berbeda dengan jeruk purut dan jeruk kunci /lemon cui. Persamaan ketiganya adalah sama -sama memberikan rasa asam pada minuman atau masakan. Dan ketiganya bisa dipakai untuk menumpas bau amis pada  ikan, udang,seafood ataupun memberikan rasa yang segar pada minuman. Sekarang ini penggunaan ketiganya tidak hanya sebatas pada penumpas bau amis, tapi ke minuman, dan makanan kita sehai-hari. 

Sate Bandeng Telur Puyuh Bumbu Western ( Versi Ikannya Ayam Kodok)

Siapa yang suka dengan ayam kodok? Yaitu ayam tanpa tulang yang dimakan sambil di cocol dengan saus pedas manis. Saya penggemarnya loh. Sedap sekali. Sayang untuk membuat si ayam tersebut, harus ada moment-moment tertentu dan jika dibeli lumayan mahal harganya. Terinspirasi dari ayam kodok itu. Saya buat saja olahan serupa namun ini di ikan bandeng bukan di ayam. Dan bebas Tulang. Aman untuk si kecil.
Untuk mengupas atau memisahkan kulit dari daging ikannya, sebaiknya membaca tread ini yaitu Sate Bandeng telur puyuh bumbu rempah . Saya telah membuat step dan step sejelas mungkin. Karena saya merangkap koki, cleaning service, dan pengasuh anak. Saya sudah berusaha maksimal menggambarkan secara detail  baik foto-fotonya ataupun tulisannya. Tolong dibaca ya. Selebihnya memang latihan agar terbiasa. Awal-awal juga saya kesulitan. Bisa lihat foto dan fillet ikan saya di postingan sebelumnya. Amatiran sekali.

Jika di lihat sate bandeng saya seperti menongak ke atas dan tidak rapi, hal itu disebabkan karena saya kealpaan mengucuri kulit bandeng dengan jeruk nipis. Sehingga kulit menjadi lunak dan gampang robek. Ceroboh nya saya. Saat menfillet lalat berterbangan segala sisi. Membuat keringat bercucuran, sambil anak terus memanggil membuat saya hilang konsentrasi wkkwkw. Selain karena kesiangan ke pasar. Stok lauk yang dikulkas tak ada, sehingga buru-buru mengolahnya. 

Ikan bandeng ini berukuran besar.1 ekor seberat 500 gram, saya beli 1kg dan langsung di fillet begitu sampai rumah. Saya tidak mempertimbangkan ukurannya yang besar tidak muat di dandang kami saat dikukus, sehingga dikukus di atas kuali yang diberi saringan dan sedikit ditekuk. Mengikat ikanpun pakai tali plastik. Jangan ditiru ya, Kalau bawaan udah panik. Yaa begini ini. Ini aja disempatkan di foto untuk dokumentasi. 

Untuk bumbunya saya menggunakan bumbu untuk ayam kodok, daging sapi saya gantikan dengan udang. Udang memang memberikan saya gurih yang berbeda. Jadi jangan diskip ya. Gunakan tepung roti berkualitas, agar rasa ikannya lebih enak dan milky. Saya menggunakan sisa roti yang saya buat sendiri. Untuk bumbu sausnya tidak begitu sulit. Bumbu utama hanya cacahan bawang bombay, dan aneka saus yang tersedia di dapur. Saya tidak menggunakan kecap inggris. Soalnya sudah expired. Kalau ada pakai sediikit saja ya. 


Walau kulit dan daging telah terpisah dari tulangnya. Tetap hati-hati saat memberi makan anak kecil.  Terkadang durinya masih menempel di kulitnya dan kita kealpaan menyingkirkanya. Oleh sebab itu kalau untuk anak kecil yang sedang dilatih memisahkan ikannya, bagian kulit saya tidak suruh thiya makan. Dan potongan yang diberi ke anak jangan bagian ekornya melainkan bagian tengah sesudah kepala saja. Anak kecilkan masih perlu banyak latihan motorik halus dan kasarnya. Saya hanya menggunakan 1 buah ikan @500 gram ya pada resep dibawah. Cukup sekali makan untuk kami. Berikut resepnya ya

Sate Bandeng Telur Puyuh Bumbu Western Versi Ikannya Ayam Kodok
Bahan
1 buah ikan bandeng ukuran besar (saya 1 buah @500 gram).  Kuliti/pisahkan daging dan kulitnya. Bisa baca disini 
50 gram udang (tanpa kepala dan kulitnya)
5 - 6 pcs telur puyuh rebus. Disesuaikan dengan banyaknya ikan. 
1 butir  telur
2 lembar roti tawar/ 1 buah roti bun/ tepung roti (sekitar 70 gram)
50 ml susu cair
1/2 buah bawang bombay ( dari 1 buah bawang bombay setengah untuk saus ,setengahnya lagi untuk campuran daging ikan) cacah halus
3 siung bawang putih, cincang halus
1sdm  saus tiram
1/2 sendok teh merica bubuk
1/4 buah pala bubuk
1 sdm  seafood sauce /kecap asin
1 sdt  minyak wijen
1 sdt  garam
1/2 sdm gula pasir

Bahan dan bumbu saus:
1 sendok makan margarine
1/2 buah bawang bombay, cincang kasar
2 siung bawang putih, cincang halus
  sdm tepung maizena (larutkan dengan sedikit air)
1 sdm saus tiram
1/2  sdt kecap asin
3 sdm saus tomat
1 sdm saus sambal (tambah jika suka pedas)
1 sdm kecap manis
1/2  sdm kecap Inggris (Worcestershire sauce)
150 ml kaldu ayam
sejumput  pala bubuk
1/4 sdt merica bubuk
1/4 sdt garam
1/4 sdm gula pasir

Cara membuat

  1. Untuk memudahkan proses penggilingan ikan baiknya setengah beku. Giling ikan dan udang hingga halus. Saya menggunakan chopper, anda bisa menggilingnya dengan blender drymill/FP. Lakukan perlahan-lahan, bisa tambahkan susu cair untuk mempermudah penggilingan.
  2. Siapkan semua bumbu campuran daging ikan
  3. Campurkan daging ikan dengan semua bumbunya kecuali gula dan garam. Aduk rata  Beri garam dan gula. Koreksi rasanya dengan cara mengukus sedikit. Sesuaikan asin dan gurihnya.
  4. Isikan campuran daging ikan ke kulit ikan. Beri telur puyuh di dalamnya. Rapikan ikannya (jika tampak berantakan). Tata di atas daun pisang yang sebelumnya telah dilayukan sebentar  diatas kompor. Padatkan isinya dengan cara menekan-nekan isi di perut hingga memadat dan beri isian juga isinya di kepala ikan agar tampak berisi. Sisa adonan bisa masukkan ke dalam daun pisang.
  5. Gulung dan rapatkan. Ikat daun pisang dengan batang serai /daun pisang/ tali kasur. Kukus sekitar 15 menit hingga matang. Panggang sebentar untuk menciptakan efek terpanggang dan aroma daun pisang lebih kuat.
  6. Saus : Tumis bawang bombay hingga harum, masukkan bawang putih masak hingga semuanya harum. Masukkan semua bumbu lainnya. Kentalkan dengan maizena. Koreksi manis,gurihnya. 

Selamat mencoba The Secret Ingredient Is Always Love Denia Kitchen

Pepes Ikan Nila Tanpa Daun Pisang

Yang namanya Pepes ikan, identik dengan dibungkus daun pisang. Kalau rasa malas melanda, apa mau dikata. Loyang bolupun jadi juga menggantikan daun pisang sebagai pembungkus. Rasanya ? Sebelah Dua belas dengan dipepes betulan. Suami nggak bisa protes, nerima saja karena istrinya ini lagi sibuk urusan yang lain. Praktis juga cara seperti ini. Si ikan Nilapun sukses menjadi lauk makan kami😋 

Untuk bumbunya saya menggunakan bumbu hapalan untuk pindang. Nanas saya gantikan dengan belimbing wuluh. Jika dimasak dengan cara dikukus ini. Rasanya tidak seragam semua sisi ya, tergantung kita meletakan potongan belimbing wuluh, lengkuas, kemangi dan serainya dimana. Pada bagian yang terdapat belimbing wuluhnya akan sedikit asam, spot /titik yang lain nggak. Ada yang kuat serai dan lengkuasnya bagian lain tidak. Nah rasa yang nano nano inilah yang saya suka. Ditambah dengan kuah pedas gurih dari tetesan air di kukusan/dandang kita. Segar dan nikmat sekali. 

Pepes ikan ini sudah membudaya di masakan nusantara, walau namanya berbeda di setiap daerah. Si palembang disebut brengkes, pais dalam bahasa sunda, palai untuk minangkabau, payeh Aceh dan Brengkesan dalam bahasa Jawa. Nama Pepes sendiri dikaitkan dengan bahasa sunda. Tidak hanya ikan yang cocok di pepes. Oncom, tahu, tempe pun sedap juga dipepes. Dan semuanya identitik dengan dibungkus daun pisang ya. Di palembang sendiri yang sering di brengkes /di pepes biasanya ikan lais dan ikan patin, atau bisa juga olahan brengkes tempoyak patin. Lemak nian

Oke karena saya sedang mengerjakan masakan yang lain, jadilah buat makan siang yang praktis saja. Bumbu halus saya blender, lalu bumbu lainnya dipotong-potong dan diisi di dalam perut ikan. Jika anda menggunakan kualitas air yang berbeda antara air untuk memasak dan untuk minum. Saran saya gunakan air kukusan/dandang dengan air biasa anda minum, karena air di dandang akan menetes dan menjadi "kuah ikan", karena itu isi air kukusan tidak usah banyak- banyak. Secukupnya saja untuk melunakkan ikan.

Ikan nila sendiri merupakan ikan air tawar yang mudah sekali hidup di Sungai perairan Indonesia. Ikan ini tergolong pemakan apa saja (omnivora). Ikan nila kaya akan omega 6 tetapi rendah omega 3, sebaiknya yang menderita penyakit gangguan peredaran darah menghindari ikan ini. Ikan ini tergolong murah dan tidak memiliki nilai ekonomis yang tinggi dibandingkan ikan air tawar lainnya. Karena pemakan apa saja, Ikan ini digolongkan sebagai hama karena memakan tumbuhan air dan menggantikan posisi ikan "pribumi" Indonesia. Walau begitu ikan ini masih suka ditebar baik oleh pemerintah dan instansi swasta sebagai indikator pencemaran air di sungai dan danau. Kalau ikan sebegini gampang hidupnya nya saja mati, bagaimana kualitas badan airnya ?

Untuk mengolahnya menjadi masakan yang sedap tanpa bau lumpur ataupun bau khas rawa pada ikan ini. Saya harus menyiang ikannya dan membuang kotoran perut serta insannya dengan seksama dan bersih tanpa ada darah. Namun hati-hati sama empedu yang berada di dalam perut, karena jika pecah, akan menimbulkan rasa pahit di area yang terkena. Habitat ikan nila yang omnivora dan sifatnya yang agresif membuat ikan ini memilki bau anyir yang khas. Yang hanya bisa ditumpas jika insang dan kotoran dalam perutnya hilang lalu direndam air asam jawa dan perasan jeruk nipis. Selanjutnya beri bumbu yang pas. So lets go cooking 

Pepes Ikan Nila Tanpa Daun Pisang

Untuk 2 Porsi

Bahan :
Ikan Nila   500 gram ( 2 ekor)
1/2 Ikat kemangi  potong potong
5 buah belimbing wuluh besar, potong - potong (tambahkan jika suka)
1/4 blok asam jawa (1 sdm asam jawa larutkan dengan 6 sdm air)
1 buah jeruk nipis /jeruk kunci
1 buah batang serai (memarkan, ikat simpul)
1 ruas (5 cm) lengkuas (Memarkan bagi 2)
Daun salam 5 lembar
10 pcs cabe rawit merah utuh (optional)

250 ml (untuk isian dandang/sesuaikan dengan besar /kecilnya dandang)

Bumbu halus
Cabe merah 7 buah ( Tambahkan jika suka pedas)
5 siung bawang merah
1 ruas kunyit (Bakar sebentar, saya 1 sdt kunyit bubuk)
1 buah tomat
terasi 1/2 sdt (skip jika tidak suka)
1 sdt garam
sejumput gula (pengganti micin)

Cara membuat :

  1. Bersihkan ikan  dan darah yang terperangkap di sela -sela tulang perut ikan. Rendam dengan air asam jawa sekitar 10 menit. Bilas lalu  kucuri dengan jeruk nipis. Sisihkan /simpan di kulkas selama mempersiapkan bumbu halus.
  2. Blender bumbu halus dengan sedikit air
  3. Bagi 2 semua bumbu berupa serai, belimbing, wuluh, lengkuas. Masukkan ke dalam perut ikan. Sisakan sedikit untuk taburan
  4. Isi dandang dengan air. Panaskan dandang.
  5. Tata daun salam di dasar loyang (bisa digantikan dengan daun pisang/daun kunyit).  Masukkan ikan.
     
  6. Beri Campurkan bumbu halus ke dalam loyang. Tambahkan sisa bumbu berupa potongan belimbing wuluh, kemangi, cabai rawit (bila pakai),  batang serai dan bumbu lainnya. Masak sekitar 15 menit
  7. Koreksi rasanya
Siap di hidangkan

Selamat mencoba The Secret Ingredient Is Always Love Denia Kitchen

Sate Bandeng Telur Puyuh dengan Bumbu Rempah dan Sambal Kencur

Ikan Bandeng merupakan ikan yang populer di kawasan Asia Tenggara. Berbagai olahan bandeng kerap tersaji di kulienr nusantara. Mulai dari Bandeng Tulang Lunak, Bandeng Asap, Hingga Sate Bandeng. Sate Bandeng bukanlah  potongan daging bandeng yang ditusuk pada tusuk sate seperti halnya sate ayam atau kambing. Sate Bandeng ini berupa daging bandeng yang dimasukkan ke dalam selongsong /casing kulit bandeng itu sendiri. Kali ini saya isi telur puyuh di dalam kulit ikan bandeng dalam balutan bumbu rempah nusantara dan dimakan sambil di cocol sambal kencur. Sedapnya

Sate Bandeng berasal dari Jawa, Namun lebih tepatnya daerah mana saya juga kurang tahu. Pertama kali mencicipi Bandeng yang dibuang tulangnya ini saat seorang teman kerja makan masakan ini hasil buatan Istrinya. Sejak saat itu saya tertarik untuk belajar dan membuatnya. Soalnya biasanya bandeng hanya di presto agar semua duri dan tulangnya lunak. Di olah seperti ini benar-benar membantu saya dalam memberi makanan sehat untuk anak saya. 

Walau Duri telah dibuang. Tetap saja ,akan ada bagian duri yang menempel di kulit ikan, terutama bagian ekornya. Tapi tidak separah jika langsung di olah. Ibu saya mengajar jika mau masak bandeng, saat menyiang ikan bandeng, tarik ikan berlawanan arah. Tangan kanan pegang kepalanya, tangan kiri pegang ekornya, lalu ditarik. Nanti duri halusnya akan terpusat. Dan tidak menyebar sehingga sangat membantu kita  saat mengambil durinya. Lumayan membantu sih jika makan bandeng utuh. 
Olahan bandeng lainnya adalah di presto. Namun saya kurang begitu menyukainya. Selain karena rasa juicynya hilang karena penggunaan panci bertekanan saat melunakkan tulang, juga karena panci presto saya sudah rusak. Hehehe. Alasan terakhir lah saya tidak pernah membuat bandeng presto lagi. 😩. Jadi kalau lihat bandeng di pasar, yang saya ingat hanya membuat sate bandeng saja dan di variasikan bumbunya agar anak dan suami tidak bosan. Karena proses memfilletnya lumayan lama, biasanya hari ini dibeli, besok masakan ini baru tersaji di atas meja makan, kalau nggak begitu kerjaan lain terbengkalai. Tidak ada ART soalnya. 

Hal yang tidak disukai dari bandeng selain duri adalah bau lumpurnya. Bau lumpur ini hanya ada jika bandeng dari tambak bukan dari keramba. Bau ini di sebabkan oleh  bakteri Cyanobacteria, terutama dari genus Oscillatoria, Symloca, dan Lyngbia, yang menghasilkan geosmin.  Apabila ikan tinggal di tempat yang kaya geosmin atau memakan plankton ini, dagingnya akan memiliki cita rasa tanah.Alhamdulillah ikan bandeng disini dari laut /keramba bukan dari tambak sehingga tidak berbau lumpur /minimal tidak terlalu kuat bau khasnya itu. Menggunakan bumbu sudah menumpas habis aroma daging yang tidak sedap. 

Kali ini ikan bandeng di kreasikan dengan telur puyuh dengan aroma rempah dan sambal kencur saat menyantapnya. Sedap sekali loh. Sebelumnya saya pernah posting tentang sate bandeng.Sate Bandeng original yaitu menggunakan kelapa parut disini dan Sate Bandeng Bumbu Rendang disini. Postingan ini saya buat dengan sedetail mungkin cara memfillet daging bandengnya. Dan akan menjadi rujukan untuk postingan sate bandeng selanjutnya. Sampai ini saya ketik saya sudah buat sekitar 4 jenis bumbu sate bandeng yang semuanya saya suka semua. Tapi ini yang the best. Indonesia taste banget.

Satu hal yang perlu di ingiat saat membuat sate bandeng ini adalah. Daging yang di fillet saat dimasukkan ke dalam selongsong kulit bandeng nya akan kurang, jika tidak ditambahkan dengan bahan lain seperti kelapa parut, telur puyuh, sosis dll. Karena itu jika dagingnya nggak ditambah dengan daging lainnya jelas akan kurang. Kalaupun nanti di tambah terus berlebih. Kita bisa membungkusnya dan memasaknya bersama dengan sate bandeng ini. Isi dengan Padat yaa agar sate bandengmu benar-benar padat , tidak berongga. 

Jika kamu seperti saya sangat menyukai aroma jeruk nipis karena dinilai mampu menumpas bau amis/bau lumpur pada ikan bandeng ini, saran saya kucuri saat masih berbentuk ikan utuh. Jika sudah terpisah dari selongsongnya dan terkena kulit ikan bandeng, maka kulit akan rapuh dan gampang sobek. Jika masih kesulitan membedakan aneka jenis rempah bisa membaca ini Bumbu dapur part 1 disini, Part 2 (Aneka Rempah) disini 

Sate bandeng ini bisa disajkan dengan sambal favori masing-masing. Mau sambal bawang. sambal terasi atau sambal kencur yang kali ini saya posting. Sambali ini mirip dengan sambal goang  khas sunda yaitu sambal dengan citarasa kencur yang kuat, tapi saya menggunakan bawang merah bukan bawang putih seperti halnya sambal goang pada umumnya. Saya suka kencur yaa, kalau banyak bagi saya tidak bau jamu. Tapi bagi yang tidak menyukainya, kurangi saja takaran kencurnya. Ok Berikut ini cara membuatnya ya

Sate Bandeng Telur Puyuh dengan Bumbu Rempah dan Sambal Goang

Bahan
500 gram ikan bandeng
6 pcs telur puyuh (rebus, kupas kulitnya)
1 sdt garam
1 sdt gula
1 butir putih telur
1 sdm sagu

Bumbu Halus 
1 buah pekak
2 buah cengkeh
5 cm kayumanis (saya 1 sdm kayumanis bubuk)
5 buah cabai merah keriting kering
4 buah cabai merah keriting
6 siung bawang merah
3 siung bawang putih
1/2 sdt kunyit bubuk ( 2 cm jahe dibakar sebentar)
2 sdt ketumbar
1/2 sdt adas
1/2 sdt jinten

Sambal Goang /Sambal Kencur
10 pcs cabai rawit
4 cabai merah /hijau keriting
5 pcs bawang merah
5 cm kencur (6 ruas kecil-kecil) *kurangi jika kurang suka kencur
1 sdt garam
3 sdm minyak goreng

Cara memfillet/ memisahkan daging ikan dengan kulitnya

Bersihkan dahulu sisik ikan lalu keluarkan isi perutnya dengan menggunakan celah/ rongga di kepala ikan. Lepaskan insang ikan, lalu tarik isi perut keluar berbarengan dengan mengeluarkan insang ikan. Jika sudah keluar isi perut ikan, bersihkan badan ikan dengan air dan kotoran yang menempel dari dan diluar badan ikan dan rongga perut ikan. Bila perlu kucuri air jeruk nipis. 

Pukul-pukul badan bandeng perlahan-lahan agar tulang bisa terpisah dari daging ikan. Pegang ekor ikan di tangan kanan dan kepala ikan di tangan kiri, tarik berlawanan arah agar tulang di kepala ikan terlepas dan duri halus menjadi terpusat (ajaran ibu saya). Pukul-pukul kembali, masukkan ujung sendok untuk membantu memisahkan kulit dan dagingnya. Putar-putar ujung sendok hingga keseluruh bagian badan ikan

Dari ekor ikan bandeng , dorong tulang ikan dan bawa ketengah sambil tulang ikan di dorong keluar melalui rongga celah insang ikan. Patahkan tulang ikan pada  ekor , lalu tarik tulang ikan. Pada bagian kulit ikan yang terbalik, sayat daging ikannya dengan menggunakan sendok /pisau. Buang tulang /duri serta kotoran yang masih menempel. Ambil sebanyak mungkin daging yang menempel.

Dengan menggunakan ekor ikan, tarik perlahan-lahan hingga selongsongnya utuh dan memanjang kembali. Sebaiknya sirip ikan tidak dipotong, namun jika ingin dipotong ambil gunting dan potong perlahan,jangan sampai melukai kulit bandengnya. 
Selongsong /kulit ikan bandeng yang telah terpisah siap kita olah menjadi sate bandeng. Simpan di chiller jika akan di olah keesokan harinya. Atau di freezer jika masih lama. 

Cara membuat Sate Bandeng Telur Puyuh dengan Bumbu Rempah dan Sambal Kencur
  1. Untuk memudahkan proses penggilingan ikan baiknya setengah beku. Giling ikan. Saya menggunakan chopper, anda bisa menggilingnya dengan blender drymill. Lakukan perlahan-lahan dan ikan dalam keaadaan beku.
  2. Siapkan semua bumbunya. Rempah-rempah seperti cengkeh, pekak atau kayumanis sebaiknya dihaluskan dilumpang agar tidak menimbulkan gores di gelas blender. Saat rempah sudah halus baru masukkan ke gelas blender dan tambahkan bahan lainnya. 
  3. Campurkan daging ikan dengan bumbu halusnya, aduk rata tambahkan putih telur. Aduk rata. Tambahkan sagu aduk rata. Beri garam dan gula. Koreksi rasanya dengan cara mengukus sedikit. Sesuaikan asin dan gurihnya.
  4. Isikan campuran daging ikan ke kulit ikan. Beri telur puyuh di dalamnya ( 1 ekor ikan saya beri 3 telur puyuh). Tata di atas daun pisang yang sebelumnya telah dilayukan sebentar  diatas kompor. Padatkan isinya dengan cara menekan-nekan isi di perut hingga memadat dan beri isian juga isinya di kepala ikan agar tampak berisi. Rapikan
  5. Gulung dan rapatkan. Ikat daun pisang dengan batang serai /daun pisang/ tali kasur. Kukus sekitar 15 menit hingga matang. Panggang sebentar untuk menciptakan efek terpanggang dan aroma daun pisang lebih kuat.

Sambal Kencur
Ulek semua bumbu hingga agak kasar. Tumis masak hingga harum. Beri garam. Koreksi rasanya.Sajikan

Selamat mencoba The Secret Ingredient Is Always Love Denia Kitchen

Lumpia Bengkoang Daun Kari Cemilan kaya Serat dan Aromatik

Lumpia atau risoles atau kroket dalam bahasa palembang sering jadi makanan kami sehari -hari. Gorengan ini bersama pempek, tempe dan tahu goreng di jajakan mulai dari pinggiran kaki lima hingga ke rumahmakan, foodcourt  di banyak tempat. Jumlah dan pedagang akan meningkat dari sore menjelang malam. Risoles /Lumpia yang biasanya berisikan wortel dan kentang, atau rebung bila ke Semarang. Nyatanya bisa berisikan bermacam-macam isian. Seperti Bengkoang, Sayuran Hijau, Lobak, Daging atau bercitarasa manis seperti pisang cokelat dalam balutan kulit lumpia. 

Lupis Ketan Legit Aroma Pandan, Apa iya ?

Saya cinta mati sama lupis dan gethuk. Dahulu- sesekali di pagi  hari,  ibu saya akan membelikan saya sarapan salah satunya getuk dan lupis yang diberi kelapa parut dan ditabur kelapa kukus dengan air gula merah yang kental. Sungguh perpaduan gurih, manis dalam satu gigitan. Setiap anak akan diberi jatah 3 pcs saja dan biasanya jam 10 pagi perut saya akan segera berbunyi, tanda perlu menyantap segera bekal makan siang di pagi hari. Wkwkwkwk

Sayangnya makin banyak yang jualan, citarasa dan kualitas yang dijual semakin menurun. Apalagi lupisnya. Jarang sekali saya temui lupis hijau dibalut kelapa putih ( Di tempat tinggal saya Palembang), tergantikan dengan jajanan kekinian yang semakin hari semakin menjamur dengan segala variasinya. Walau Lupis dan gethuk ,jajanan pasar yang berasal dari jawa. Saya telah terbiasa menyantapnya dipagi hari sejak saya kecil. Biasanya penjuang akan menjajakan jualannya dengan berjalan kaki sambil memanggul 2 keranjang besar jualannya dibantu sebilah bambu (jika lelaki), Jika perempuan, jajanan pasar ini diletakkan pada keranjang yang dibawa diatas kepala. Nggk kebayang berapa beratnya. 

Pemandangan seperti itu sudah tidak ada lagi di tempat saya tinggal. Bahkan saya tidak pernah mendengar lagi ada jajanan yang di jajakan dari rumah kerumah. Biasanya konsumen seperti kamilah yang akan menghampiri penjual tempat mereka mangkal. Pasar Sekip adalah pasar terdekat jika saya akan mencicipi aneka jajanan pasar seperti ini di Palembang. 

Saya terkenang dengan Lupis beraroma pandan yang suka saya santap saat masih kecil. Ntah dengan cara apa dimasaknya, tapi saya menduga sebelum beras dimasak, beras di rendam dalam air pandan. Itu sebabnya berwarna hijau, namun ternyata saya keliru. Daun Pisang lah penyebab lupis berwarna hijau. Jika dibungkus dengan bagian dalam daun  di dalam maka lupis berwarna hijau, jika sebaliknya cenderung kecokelatan, namun merendam beras dengan ekstrak /sari pandan ( daun pandan yang diblender lalu disaring)  membuat lupis beraroma pandan, tapi cara kerja yang tidak efektif. 

Seharusnya beras tidak usah direndam dengan air pandan, melainkan air biasa saja seperti kita membuat ketupat. Daun pandan dimasukkan saja di air rebusan. Sama saja hasilnya dan tidak terlalu repot. Learning by doing bukan. Saya melihat youtube dan membaca beberapa blog, ada yang mengaroni beras ketannya dahulu sebelum dikukus, ada yang dari beras langsung. Pikirku jika diaroni dahulu, nanti jadinya bukan lupis melainkan Nasi arem-arem. Jadi saya langsung dari beras saja. Dan memang benar adanya tapi merebusnya. Alamakk lama sekali. Ampunn dah ahh.

Kunci agar lupis dapat dan kenyal, tidak lembek adalah pada penutupan lupis dengan daun pisangnya. Jika kendor /longgar. Dan air banyak merembes kedalam menyebabkan lupisnya lembek. Namun jika kita mengikatnya kuat maka lupis akan padat dan kenyal. Setidaknya itu yang saya alami. Beberapa lupis saya sukses hancur dan lembek sekali. Karena keterbatasan daun pisang hingga saya menutupnya tidak rapat. Dan lagi hanya di tusuk dengan tusuk gigi saja ,tidak di tali atau di ikat kencang, jadilah lupisnya lembek sekali. Beberapa bagus sekali. Alhamdulillah banyaklah bagusnya dari yang lembek dan ini yang tersisa dari makan pagi kami dan baru tadi siang saya dokumentasikan. 

Almarhumah Nyai (nenek) saya, kalau membuat lupis selalu berasnya di rendam dengan air kapur /air nginang. Katanya agar lupis bisa padat dan tidak keras. Namun Ibu saya tidak pernah menggunakan air kapur bisa keras saja, karena menurut ibu , baik lupis, ketupat atau lontong bisa menggunakan air kapur atau nggak. Selama memasaknya benar, akan keras juga. Agar tidak gampang basi, meniriskan ketupat /lupis/lontong adalah kuncinya. Seperti kita ketahui tempat basah dan berair akan menyebabkan mikroorganisme cepat sekali berkembang biak. Oleh karena itu menggantung ketupat /bakcang lazim di lakukan agar kandungan air bisa menetes dan bisa kering di semua sisi. Untuk Lupis? karena tidak adanya gantungan yang tercipta dari untaian sisa pisang, saya meniriskannya di nampah peniris dan memasukkannya ke dalam kulkas. Aman max 2 hari selama belum dikupas. 

Membuat ini tidak ada takaran berapa beras ketan dan santan ya, karena beras ketan  masih ada namun daun pisang sudah habis, saya lantas menstopnya dan merebus lupisnya. Kebiasan menggunakan pengukus saya malah meletakkan lupis dikukusan. heheeh. Beras ketan yang terlanjur di cuci, saya masukkan kulkas, sore harinya saya masak menjadi beras ketan dengan serundeng kelapa. Untuk air gulanya, saya suka jika ada aroma jahe yang kuat, karena itu saya memasukkan banyak jahe, semua kembali keselera. Mau pakai jahe atau nggak sesuai selera ya

Lupis ini adalah jajanan pasar yang bebas gluten, jadi bisa jadi alternatif bagi yang sedang menghindari cemilan berbahan tepung.  Yang ingin membuatnya, berikut ini resepnya ya

Lupis Ketan Legit Aroma Pandan 
Bahan : 
500 gram beras
1 sdm air kapur sirih (Optional)
200 ml santan kental (optional)
Daun pisang secukupnya (pilih daun pisang yang lebar, /layukan di atas kompor lalu potong sekitar 10 cm)
Daun pandan 5 lembar

Saus Gula merah
200 gram gula merah
50 gram gula pasir
125 ml air
1/2 ons jahe (kurangi jika tidak suka aromanya)
1/4 sdt garam
2 lembar daun pandan (Ikat simpul)

Pelengkap 
Kelapa parut (buang kulit arinya) Kukus dengan sedikit garam

Cara membuat : 

  1. Cuci bersih beras, Jika akan menggunakan air kapur sirih, silahkan direndam di tahapan ini. tiriskan.
  2. Layukan daun pisang, lap bersih. Potong -potong sepanjang minimal 10 cm.
  3. Ambil 1 lembar daun tekuk, lalu beri 3 - 4 sdm beras. Tambahkan 1 sdm santan kental. Tutup rapat. Jangan ada celah. Bentuk segitiga.
  4. Rebus dalam dandang besar berisi air banyak hingga tenggelam sekitar 3 -4 jam. Beri daun pandan. Dinginkan.
  5. Siapkan saus gula merahnya dengan memasak air,gula dan jahe yang dimemarkan. Jika kualitas gulanya meragukan. Bisa memasak air dan gula merah terlebih dahulu, saring lalu rebus bersama jahe dan gula pasir. Masak hingga agak kental.Sisihkan
  6. Kupas daun pisangnya, balur ke kelapa parut. Tata di piring. Siram saus gula merahnya
 Selamat mencoba The Secret Ingredient Is Always Love Denia Kitchen