Pindang Meranjat

Setiap daerah memiliki makanan khas daerah masing -masing terutama untuk mengolah ikan yang hidup di daerah tempat tinggal tersebut. Bagi masyarakat Sumatera Selatan dan sebagian Lampung tentu mengenal Pindang Meranjat. Hidangan berkuah dengan citarasa pedas, asam dan segar sanggup memanjangkan lidah dan membuat siapapun ketagihan (bagi orang Sumatera Selatan). Memasak Pindang bisa menggunakan ikan Baung, patin, gabus ataupun Belida tergantung stok ikan. Walau kebanyakan menggunakan ikan patin karena stok patin yang melimpah.

Suami saya tidak menyukai Ikan patin, mau dimasak dengan aneka rempah dan cara. Dia tidak akan memakannya. Tidak mau repot memasak 2 jenis masakan dalam 1 hari, saya biasanya memilih memasak dengan baung. Kecuali thiya lagi GTM saya akan memasak Ikan Patin Panggang kesukaan thiya. Ikan baung biasanya menjadi alternatif jenis ikan air tawar yang bisa dimakan keluarga saya. Tidak hanya saya, suami dan thiyapun menyukainya. Tekstur daging lembut, sedikit kejal (tidak lembek) berwarna putih, tanpa duri halus sangat diminati orang dewasa dan tidak merepotkan dan membuat khawatir saat anak kecil memakannya.

Ikan baung merupakan ikan air tawar yang masih satu kerabat dengan lele , baung  dapat hidup dari perairan di muara sungai sampai ke bagian hulu. Bahkan di Sungai Musi (Sumatera Selatan), baung ditemukan sampai ke muara sungai di daerah pasang surut yang berair sedikit payau. Selain itu, ikan ini juga banyak ditemui di tempat-tempat yang letaknya di daerah banjir. Secara umum, baung dinyatakan sebagai ikan yang hidup di perairan umum seperti sungai, rawa, situ, danau, dan waduk. Baung bersifat noktural. Artinya, aktivitas kegiatan hidupnya (mencari makan, dll) lebih banyak dilakukan pada malam hari. Selain itu, baung juga memiliki sifat suka bersembunyi di dalam liang-liang di tepi sungai tempat habitat hidupnya. Di alam, baung termasuk ikan pemakan segala (omnivora). Namun ada juga yang menggolongkannya sebagai ikan carnivora, karena lebih dominan memakan hewan-hewan kecil seperti ikan-ikan kecil (Arsyad, 1973). Pakan baung antara lain ikan-ikan kecil, udang-udang kecil, remis, insekta, molusca, dan rumput. 

Saat membersihkan Ikan Baung hati -hati dengan 3 buah Patil (Duri berbisa, keras dan tajam) yang terdapat di tubuh baung yaitu  sepasang sirip dadanya, dan sebuah lagi berada di awal sirip punggungnya. Kalau kena sakit dan biasanya bengkak (tergantung tingkat keparahan). Dulu saat masih remaja hal inilah yang membuat saya malas menyiang ikan Baung. Bisa nangis meraung -raung (lebay dikit yach).  Seperti halnya lele yang memiliki patil (karena masih kerabat dengan baung kan). Kandungan racun di Patil Baung bisa menyebabkan demam tinggi ,  peradangan ,bengkak pada bagian yang terkena pantak /patil ikan ini. Jadi hati-hati saat menyiang ikan. Jika terlanjur kena segera siram dengan kucuran air mengalir, beri betadine. Ya..Betadine bukan air seni atau getah jambu , atau otak ikan seperti orang tua kita dulu ajarkan :).

Jika Suka Pindang meranjat yang pedas, tambahkangn saja pemakaian cabai rawitnya dan beri taburan rawit di atasnya. Jangan lupa gunakan Nanas segar dan Kemangi yang banyak. Selalu gunakan ikan yang masih segar agar Pindang Meranjat lebih enak dengan sensasi rasa asam, pedas, segar dan kuah kaldu yang sedap tanpa bau amis.  Jika di Lampung disantap dengan sambal seruit, di Palembang sambal embeb /mangga juga ok. Tertarik mencobanya berikut resep Pindang Meranjat ala Ibu saya

Pindang Meranjat

Untuk 2 Porsi

Bahan :
Ikan Baung /Patin  500 gram
1/2 Ikat kemangi  potong potong
1/4 buah nanas, potong - potong (tambahkan jika suka)
1sdt garam
1/2 sdm gula pasir
500 ml air
1/4 blok asam jawa (1 sdm asam jawa larutkan dengan 6 sdm air)
1 ruas kunyit (Bakar sebentar , potong serong)
1 buah batang serai (gemprek , ikat simpul)
1 ruas (5 cm) lengkuas (Memarkan)
Daun salam 3 lembar
10 pcs cabe rawit merah utuh (optional)
terasi 1 1/2 sdt

Bumbu halus
Cabe merah 7 buah ( Tambahkan jika suka pedas)
5 siung bawang merah


Cara membuat :
Bersihkan ikan  dan darah yang terperangkap di sela -sela tulang perut ikan, kucuri dengan jeruk nipis. dan simpan di kulkas selama mempersiapkan bumbu halus.
Campurkan bumbu halus ke dalam panci tambahkan air, masak sampai air mendidih, masukkan ikan sungai (Patin /baung) masak sampai ikan lunak (10 menit) , tambahkan potongan nanas, air asam jawa, terasi dan kemangi dan bumbu lainnya. Masak sekitar 5 menit . Tambahkan garam. Koreksi rasanya dengan menambahkan gula pasir atau garam.
Siap di hidangkan

Sajikan Pindang meranjat dengan lalapan sayur (Potong timun, Terong sayur dan kubis) dan Nasi hangat. Bisa disantap dengan sambal seruit (jika di lampung) yaitu 1sdt tempoyak + ulekan cabai segar (cabai +bawang merah+garam) atau sajikan dengan sambal cenge/bajak /sambal favorit lainnya. Yummy

Source
Baung Wikipedia 



No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ke sini dan mau meninggalkan komentar manis atau pertanyaan di sini. Komentar promosi produk dan jualan tidak akan saya tampilkan ya, begitu juga dengan nama URL yang saru. Dan untuk yang berkomentar anonymous mohon cantumkan nama ya biar saya tahu yang berkomentar siapa kan enak jadi bisa panggil mas atau mba. Terima kasih.