Bingka Ubi (Cassava Bingka)

Saya suka sekali memakan dan memasak makanan olahan singkong. Singkong selain di buat Pempek Singkong yang resepnya pernah saya posting sebelumnya atau klik disini jika ingin melihat Cassava Pempek , Singkong juga diolah menjadi nasi tiwul, Getuk,Kolak ubi kayu, Bingka Ubi dan aneka pangan olahan singkong lainnya. Di Indonesia ada banyak olahan berbahan dasar singkong.


Kendala terbesar menurut saya adalah mendapatkan singkong empuk. Jika umumnya singkong di dapatkan di pasar tradisional. Di Palembang setidaknya seperti itu tetapi di sini di Lampung Tengah singkong tidak dijual di pasar. Hampir rata- rata penduduk menanam singkong di halaman rumah mereka kecuali rumah saya sehingga jika saya ingin makan singkong saya harus meminta dari tetangga. 

Umbi singkong /ubi Kayu  harus di panen sesuai umurnya, jika kelamaan  maka singkong tua akan keras dan tidak akan empuk walau di rebus berjam-jam. Karena itu singkong yang di tanam untuk dikonsumsi daun nya, lantas dipanen lebih dari 6-8 bulan dari penanaman hanya akan menghasilkan umbi singkong yang keras.

Tetangga belakang rumah saya khusus menanam singkong secara periodik untuk di ambil umbinya dan dalam jumlah banyak. Sepetak tanah di halaman belakang sekitar 35 batang. Dan rejeki saya, pakde memberi untuk suami. Alhamdulillah. Dapat sekitar  3kg singkong dari 1 batang yang dicabut. Saya senang sekali. Suami sampai bilang "kayak dapet duet segepok aja loh bunda". wkwkw. Saya ngengir kuda aja karena memang saya senang sekali. Semua singkong lantas saya kupas, sebagian langsung saya olah sebagian lagi saya masukkan freezer. 

Waktu saya masih kecil untuk memarut singkong saat akan membuat combro atau misro saya akan memarutnya dengan parutan kelapa atau jika ada uang saya akan membawanya ke tukang parutan kelapa untuk di parut. Upah parutan Rp.100/1kg. Sekarang semua serba praktis tinggal menggunakan blender juice aja maka akan dihasilkan parutan singkong yang sama ok nya dengan parutan mesin kelapa. Praktis sekali jaman ini :)

Olahan pertama adalah Bingka Ubi. Resep di Adaptasi dari Bingka Ubi kayu JTT yang berasal dari resep Table for 2 ..or more Bingka Ubi. Bingka sendiri menurut wikipedia berasal dari suku Banjar Kalimantan Selatan. Rasanya sangat manis, legit, dan lembut. Bingka merupakan salah satu kue yang dipakai dalam tradisi Banjar untuk menyajikan 41 jenis kue untuk acara-acara istimewa seperti pernikahan. Meski dapat ditemukan sepanjang tahun, bingka menjadi primadona pada bulan Ramadhan karena dianggap cocok berbuka puasa.

Bingka dibuat dari bahan-bahan sebagai berikut: tepung terigu, telur, santan, gula pasir, dan garam. Sebagai kelaziman, bingka dipanggang dengan cetakan berbentuk bunga. Ada bermacam-macam perisa bingka seperti bingka tapai, bingka kentang, bingka labu, bingka pandan, dan lain sebagainya. Selain menjadi kue khas Suku Banjar, bingka juga terkenal di provinsi-provinsi tetangga seperti Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah, bahkan ke mancanegara seperti Malaysia dan Brunei Darussalam. Saya pernah membuat Bingka dari Labu kuning, dan Pisang. Insyaallah diposting demi agar blog ini  berisi aneka kue jajanan tradisional. 

Jika ingin membuat olahan singkong yaitu Bingka Ubi (Cassava Bingka) saran saya gunakan loyang ukuran 20 x 20 cm,saya menggunakan loyang 24 x24 cm sehingga bingka lebih pendek. Bingka Singkong selain bebas gluten, bebas lemak jahat yang umumnya berasal dari kelapa sawit juga memiliki citarasa legit, manis dan tak kala lezatnya dengan cake modern lainnya. Mau mencoba membuatnya ini resep Bingka Ubi (Cassava Bingka) 

Bingka Ubi (Cassava Bingka)

Untuk 1 loyang bingka ukuran 20 x 20 cm

Bahan:
- 2 butir telur
- 200 ml santan kental (saya menggunakan perasan dari 1 buah kelapa + daun pandan)
- 1/2 sendok teh vanili bubuk
- pewarna kuning secukupnya (optional)
- 900 gram parutan ubi kayu (proses ubi kayu dengan cara yang saya sertakan dibawah)
- 250 ml air
- 200 gram gula pasir
- 40 gram mentega/margarine

Cara membuat:.
  1. Siapkan ubi kayu, kupas kulitnya dan cuci bersih. Parut ubi kayu menggunakan parutan kelapa. Atau, anda bisa menggunakan cara yang saya lakukan. Menghaluskannya menggunakan blender. Potong-potong ubi berukuran kecil, Masukkan ke dalam gelas blender, beri sedikit air agar blender bisa berputar. Proses hingga halus. Peras parutan ubi, tampung air perasannya. Sisihkan parutan ubi, masukkan ke mangkuk besar. Endapkan air perasan hingga pati ubi tampak di dasar mangkuk. Buang airnya yang telah jernih dan campurkan pati ( endapan pati) dengan parutan ubi kayu.
  2. Peras Kelapa parut dengan menggunakan 2 gelas air, Lalu masak dengan api kecil bersama pandan hingga ada buih di pinggir panci, matikan dinginkan. Masukkan ke dalam wadah tinggi transparan ambil cairan putih pada bagian atasnya sebanyak 200 ml sisihkan. Atau skip proses ini jika anda menggunakan santan instan
  3. Panaskan oven, set di suhu 180'C. Letakkan rak pemanggang di tengah oven. Siapkan loyang, olesi permukaannya dengan mentega dan alasi dengan kertas minyak /Daun pisang. Sisihkan
  4. Siapkan mangkuk, masukkan telur, kocok hingga lepas. Tuangkan santan, vanili bubuk dan beberapa tetes pewarna kuning (jika suka). Aduk campuran hingga rata.
  5. Menggunakan panci kecil, rebus air dan gula pasir hingga mendidih. Masukkan mentega dan aduk hingga meleleh. Tuangkan ke dalam mangkuk berisi parutan ubi kayu. Aduk rata. Adonan akan terlihat sedikit mengental. 
  6. Jika adonan sudah tidak terlalu panas, tuangkan campuran telur + santan ke dalam adonan ubi kayu. Aduk rata dan tuangkan ke loyang yang telah disiapkan.
  7. Panggang selama + 45 menit atau hingga kue matang dengan permukaan coklat keemasan. Tusuk dengan lidi untuk mengetes kematangan kue.
Note:  
Kue harus benar-benar dingin saat dipotong agar tidak lengket di pisau.  Celupkan pisau ke dalam gelas berisi air matang saat akan di potong. Lepaskan Kertas minyak saat kue benar -benar dingin. Jika masih hangat akan lengket.

Selamat mencoba, semoga bermanfaat

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ke sini dan mau meninggalkan komentar manis atau pertanyaan di sini. Komentar promosi produk dan jualan tidak akan saya tampilkan ya, begitu juga dengan nama URL yang saru. Dan untuk yang berkomentar anonymous mohon cantumkan nama ya biar saya tahu yang berkomentar siapa kan enak jadi bisa panggil mas atau mba. Terima kasih.