Bau Peapi Ikan Kakap Khas Mandar

Mandar merupakan salah satu dari 4 suku besar yang ada di wilayah geografis Provinsi Sulawesi Barat, serta sebagian Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah. Dulunya, sebelum terjadi pemekaran wilayah (5 oktober 2004), Mandar bersama dengan etnis Bugis, Makassar, dan Toraja mewarnai keberagaman di Sulawesi Selatan. Meskipun secara politis Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan diberi sekat, secara historis dan kultural Mandar tetap terikat dengan “sepupu-sepupu” serumpunnya di Sulawesi Selatan. Istilah Mandar merupakan ikatan persatuan antara tujuh kerajaan di pesisir (Pitu Ba’ba’na Binanga) dan tujuh kerajaan di gunung (Pitu Ulunna Salu). Keempat belas kekuatan ini saling melengkapi, “Sipamandar” (menguatkan) sebagai satu bangsa melalui perjanjian yang disumpahkan oleh leluhur mereka di Allewuang Batu di Luyo.

Populasi Suku Mandar dengan jumlah Signifikan juga dapat ditemui di luar Sulawesi seperti Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Jawa dan Sumatera bahkan sampai ke Malaysia. Bahasa Mandar adalah bahasa suku Mandar, yang tinggal di provinsi Sulawesi Barat, tepatnya di Kabupaten Mamuju, Polewali Mandar, Majene dan Mamuju Utara. Di samping di wilayah-wilayah inti suku ini, mereka juga tersebar di pesisir Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Bahasa ini bagian dari kelompok Utara dalam rumpun bahasa Sulawesi Selatan dalam cabang Melayu-Polinesia dari rumpun bahasa Austronesia

Jika Makassar terkenal dengan Pantai Losarinya, Bugis terkenal dengan Uang Panaiknya (Mahar wanita yang super mahal), dan toraja terkenal dengan rumah tongkonannya, maka Mandar terkenal dengan Lopi Sandeqnya (Perahu Sandeq) yang telah dinobatkan sebagai perahu layar tercepat di dunia dan kuliner dari suku mandar sangat khas dan menarik untuk dicoba. Diantara semua makanan khas mandar, menurut saya Bau Peapi adalah makanan yang paling cocok menyandang predikat sebagai makanan yang paling khas mandar. Karena makanan ini hampir menjadi makanan sehari-hari masyarakat mandar. Berbeda dengan makanan khas lainnya yang hanya dimakan pada saat tertentu atau pada saat ingin memakannya saja. Bau Peapi adalah ikan yang dimasak menggunakan bumbu khusus yang beda dengan bumbu ikan masak lainnya. Bumbunya itulah yang menjadi faktor utama kelezatan cita rasa dari Bau Peapi.

Untuk memasak bau peapi digunakan 2 bumbu khusus yaitu lasuna mandar dan kaloe/pamaissang/asam mangga kering. Kaloe atau Pammaissang ini merupakan asam mangga kering yang pernah saya posting cara pembuatannya ini link nya Asam Mangga-Bumbu Khas Mandar Sulbar Biasanya orang Mandar yang tinggal jauh dari Mandar seperti di Kalimantan atau daerah lain, akan membawa Kaloe dalam jumlah yang banyak saat mereka kembali ke tanah rantau dan karena saya bukan orang Mandar maka sayapun membuatnya atau bisa juga membeli online ternyata ada yang menjualnya.

Selain Kaloe, salah satu bahan khas "Bau Peapi Mandar" adalah Lasuna Mandar atau bawang Mandar. Bawang Mandar ini bentuknya seperti bawang prei tapi ukurannya lebih kecil. Ketersediaan Lasuna Mandar ini tidak seperti ketersediaan bawang merah dan bawang putih yang banyak kita jumpai di pasar. Itu sebabnya, ada banyak orang yang memasak "Bau Peapi" tanpa lasuna Mandar dan diganti menggunakan bawang merah.

Saya belum pernah makan dan melihat langsung Bau Peapi tetapi melihat postingan mbak monic di Monic's Simple Kitchen saya jadi ngiler dan terkendala asam mangga maka sayapun membuatnya. Perlu waktu lama untuk mencicipi Bau Peapi karena bumbu utama yaitu asam mangga/kaloe yang tidak ada. Lasuna mandar diganti dengan bawang merah menurut saya rasanya tidak terlalu berbeda. Yang membuat rasa khas adalah Asam Mangga. Saat Bau Peapi ikan Kakap saya selesai dimasak, rasanya enak sekali. Dengan bumbu minimalis, proses memasang yang gampang dan cepat sup ikan ala Bau Peapi ini juara banget.

Bau Peapi biasanya menggunakan ikan  tongkol, namun sedap juga diganti dengan ikan laut lainnya. Ikan yang telah direndam dengan asam mangga lalu digoreng juga enak. Masyarakat mandar menggunakan asam mangga/kaloe sebagai pengganti asam kandis untuk membuang amis pada ikan. Thiya yang saya beri ikan goreng dari rendaman asam mangga lahap dan ketagihan. Mau membuat menu khas mandar Bau Peapi, berikut resepnya

Bau Peapi Ikan Kakap Khas Mandar
Resep  dari Monic's Simple Kitchen Bau Peapi Khas Mandar


Bahan :
800 gram ikan tongkol (saya menggunakan kakap merah)
segenggam asam mangga/kaloe
5 butir bawang merah/lasuna mandar (iris tipis)
10 pcs cabai hijau keriting haluskan (sesuaikan dengan selera jumlahnya, saya mengiris dan menghaluskan sebagian)
10 pcs cabai rawit hijau utuh (saya tidak pakai)
1/2 sdt kunyit bubuk
3sdm minyak goreng (resep asli minyak kelapa mandar)
1sdt garam
500 ml air

Cara membuat

  1. Cuci asam mangga lalu sebagian di rendam dengan air minimal 10 menit ,sisihkan. Air rendaman asam mangga ini dipakai untuk merendam ikan. Asam mangga nya jangan dibuang
  2. Bersihkan ikan, Potong sesuai selera bersihkan darah yang terperangkap di tubuh ikan lalu bilas. Rendam ikan dengan air asam mangga.
  3. Siapkan wadah masukkan minyak, bawang merah iris, kunyit bubuk, remas remas kurang lebih 30 detik. 
  4. Buang air asam yang dipakai merendam ikan, lalu balur ikan dengan bumbu bawang 
  5. Siapkan panci, masukkan ikan beserta bumbunya, air, cabai, asam mangga masak sampai mendidih atau air menyusut (saya cukup sampai mendidih dan ikan lunak)
  6. Beri garam, koreksi rasanya
  7. Siap disantap bersama nasi hangat


Source :

Wikipedia Suku Mandar
Monic's Simple Kitchen Bau Peapi khas Mandar

Semoga bermanfaat The Secret Ingredient Is Always Love Denia Kitchen


No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ke sini dan mau meninggalkan komentar manis atau pertanyaan di sini. Komentar promosi produk dan jualan tidak akan saya tampilkan ya, begitu juga dengan nama URL yang saru. Dan untuk yang berkomentar anonymous mohon cantumkan nama ya biar saya tahu yang berkomentar siapa kan enak jadi bisa panggil mas atau mba. Terima kasih.