Pumpkin Donuts (Donat Labu Kuning / Donat Waluh)

Teman kerjaku dahulu Pak Imam suka sekali bercocok tanam. Dan di lahan rumahnya dan lahan seberang rumahnya  yang  kosong telah di tanami beraneka ragam tanaman. Baik berupa tanaman semusim seperti Labu kuning, Labu siam,  mentimun, lobak dan kacang panjang,tetapi juga buah -buahan seperti Jambu Mete, Metoa, Pisang, Mangga, Jeruk  dll. 

Saya yang selama ini tak mengenal aneka sayur dan buah jadi mengenal beraneka rupa dan ragam  asal muasal tanaman dan buah setidaknya yang ditanam Pak Imam. Lobak pun ternyata ada banyak jenisnya, begitupun labu. Untuk Labu, saya hanya pernah mengolah dan makan labu siam, Labu kuning  hanya  saya lihat di film Hollywood  saat Hallowen, berapa kali di pasar namun untuk mengolahnya saya belum pernah. Seingatku mama mertua pernah membeli seiris labu kuning untuk di masak sebagai campuran sayur lodeh, tapi berkreasi dengan cemilan dan kue belum pernah sama sekali

Hari itu aku melihat temanku membawa pulang labu kuning dengan ukuran besar berwarna hijau kekuning -kuningan sebanyak 6 pcs, ternyata pak Imam mempersilahkan dia dan banyak rekan kerja kami untuk mengambil labu kuning, lobak dll untuk di bawa pulang dan diolah karena ladang /lahan pertaniannya sedang berbuah banyak dan lebat.  Sayapun bertemu pak imam dan diapun menyuruh saya mengambil labu di kebunnya. Semula saya hanya mau mengambil 1 saja namun pak imam meyakinkan saya kalau labu memiliki kulit yang keras, asal di simpan di tempat kering labu tahan lama.

Bermodalkan rasa serakah saya dan teman kerja pun berkeliling kebun, mencari labu kuning yang besar untuk kami petik dan bawa pulang. Tanaman semusim ini pada dahan/ sulurnya  memiliki bulu -bulu halus, daunnya bertangkai dan ditangkainya memiliki duri yang tajam.Saya yang tak mengetahui nya terkena duri dan berdarah. Walau demikian tetap tak menyurutkan keinginan untuk "memanen" labu kuning /waluh/pumpkin. Hari itu kami mengambil masing -masing 6 labu kuning dan temanku mengambil beberapa labu air , lobak dan kacang panjang. Saya cukup mengambil labu kuning saya. Kami memasukkan hasil panen kami ke karung untuk kemudian kami bawa pulang.  

Memiliki 6 labu kuning di rumah, maka sayapun  mulai mencari resep olahan labu kuning. Saya membuat Cake Labu Kuning, Kue lumpur labu kuning, Bingka Labu Kuning, Donat Labu Kuning dll. Untung nya labu memiliki kulit yang keras. Labu saya lama kelamaan semua nya berwarna kuning, dan dalam 2 bulan saya baru bisa menghabiskan semua stok labu kuning di rumah.

Labu merupakan tumbuhan merambat dari genus Cucurbita yang menghasilkan buah berukuran besar dengan nama yang sama. Labu cukup terkenal dan banyak dibudidayakan di Indonesia. Selain di Indonesia, labu juga banyak dibudidayakan di Amerika Utara, Eropa, Australia, Selandia Baru, dan Asia Tenggara. Nama labu juga sering kali dipergunakan untuk menyebut anggota famili Cucurbitaceae selain genus Cucurbita seperti bligo, labu siam, dan labu ular.

Terdapat 20-an spesies labu diseluruh dunia, dengan jumlah subspesies dan varietas mencapai seratusan lebih. Namun yang dibudidayakan di Indonesia umumnya hanya lima spesies yaitu Cucurbita maxima (labu manis), Cucurbita ficifolia, Cucurbita mixta, Cucurbita moschata (labu kuning atau labu merah), dan Cucurbita pepo (labu manis). Labu kuning diperkirakan berasal dari Maluku.

Labu sering juga disebut sebagai labu kuning atau labu merah (untuk spesies Cucurbita moschata) dan labu manis (untuk spesies Cucurbita maxima dan Cucurbita pepo). Di beberapa daerah di indonesia labu memiliki beberapa nama daerah seperti Labu parang (Melayu), Waluh (Jawa dan Sunda). Dalam bahasa Inggris secara umum disebut sebagai pumpkin atau Butternut squash (labu kuning) dan Winter squash (labu manis).

Ciri-ciri. Labu tumbuh merambat atau menjalar dengan kait pada batangnya dan jarang berkayu. Kait pada batang labu berbentuk melingkar seperti spiral. Batang tumbuhan ini berwarna hijau muda dan berbulu halus serta berakar lekat. Panjang batangnya mencapai lebih dari 5 meter.Daun tanaman labu merupakan daun tunggal yang memiliki pertulangan daun majemuk menjari. Daunnya menyebar di sepanjang batang. Bentuk daunnya menyerupai jantung dan bertangkai. pada bagian tangkai memiliki duri yang tajam

Ketika ikut suami di Lampung , di pasar sering sekali menjumpai labu kuning, terkenang memori lama akupun berniat membuat labu kuning. Donat Labu Kuning ini di ambil dari resep ordinary kitchen. Sebenarnyaa  hal paling sulit saat mengolah labu adalah Kulitnya ya keras sehingga saya harus menggunakan parang dan palu untuk mengupasnya ,atau potong menjadi beberapa bagian lalu kukus bersama kulit. Cara terakhir tidak bisa saya lakukan karena menurut saya boros gas untuk melunakkan labu tersebut (Emak-emak pelit). 

Labu kuning yang telah dikukus ini mungkin terlalu lama di kukus sehingga sangat lunak. Saat menguleni jika terlalu lembek maka penggunaan air di skip atau dikurangi saja dari resep. Donat ini empuk tapi mengenyangkan jadi tanpa perlu di hias sebenarnya sudah enak, namun thiya ingin ada coklatnya sehingga saya beri toping coklat. Mohon maaf ya jika bentuknya tidak terlalu cantik. Membuatnya ditemani asisten Cheft saya yaitu Thiya 3y. Sehingga kadang belum sempat tergilas rata sudah buru-buru saya cetak dengan rolling pin dan cetakan rebutan sama thiya. Next time harus punya peralatan baking double untuk thiya dan ibunya kalau nggak yang ramai dapur. hehehe

Untuk sisa adonan yang tercetak kecil, bisa digoreng lalu di tusuk dengan tusukan sate, atau bisa di satukan dan dirapatkan, jika digoreng akan berbentuk seperti bunga juga. 

Pembuka nya sangat panjang ya, tertarik untuk resep donat labu kuning / Donat Waluh/Pumpkin Donuts berikut resepnya

Pumpkin Donuts ( Donat Labu Kuning /Donat Waluh)

Resep Just My Ordinary Kitchen - Pumpkin Donuts 


Bahan : 
150 gram Labu kuning kukus (berat labu tanpa kulit setelah dikukus)
200 gram tepung terigu protein tinggi
100 gram tepung terigu protein sedang /all purpose flour 
20 gram susu bubuk
6 gram ragi instant
30 gram gula pasir
1/2 sdt vanilla
2 kuning telur 
50 ml susu cair dingin -sesuaikan dengan keadaan labu (bisa lebih banyak atau lebih sedikit)* (*Saya menggunakan 20 ml susu karena adonan telah lembek dari air labu kuning kukus)
30 gram butter /margarin
1/2 sdt garam

Minyak Goreng untuk menggoreng donat , bisa menggunakan minyak padat atau minyak kelapa sawit lainnya
Gula halus /Gula Mint /Aneka Toppping lainnnya

Cara membuat 

Masukkan Tepung, susu bubuk, ragi instant dan gula pasir aduk rata. Lalu masukkan labu kuning, kuning telur dan vanilla aduk rata. Masukkan susu cair sedikit demi sedikit dan aduk hingga adonan setengah kalis (tidak lembek dan tidak lengket)

Tambahkan Margarin/Butter  dan garam aduk rata , lalu uleni sampai kalis. Jika menggunakan Heavy Duty Mixer adonan akan cepat kalis, namun jika tidak memilikinya kita bisa memindahkan adonan ke atas meja lalu tabur sedikit terigu dan uleni adonan kita mencuci baju. Memang proses menguleni adonan membuat tenaga terkuras, namun penggunaan labu kuning membuat proses menguleni tak terlalu sulit.

Jika adonan telah kalis ditandai dengan ambil sedikit adonan lalu lebarkan jika tidak putus artinya telah kalis masukkan ke dalam baskom/wadah sedang lalu tutup dengan serbet basah. Istirahatkan adonan 20 -30 menit.

Ambil adonan, kempiskan, ambil sebagian adonan lalu gilas dengan menggunakan rolling pin dan cetak menggunakan cetakan donat. Biasanya donat berbentuk lingkaran dengan lubang di tengah, kali ini saya menggunakan cetakan berbentuk bunga. Pindahkan dengan sangat hati -hati ke loyang lalu fermentasikan 15 -20 menit, jangan lupa tutup dengan plastik wrap atau serbet lembab


Gilas adonan dengan rolling pin lalu cetak


Panaskan minyak goreng dengan api sedang , lalu kecilkan api. Masukkan Donat, goreng hingga satu sisi kuning kecoklatan lalu balik untuk sisi satunya lagi. Jangan menggoreng bolak balik demi mendapatkan white ring /cincin berwarna putih pada sekeliling donat

Angkat, tiriskan lalu hias sesuai selera


Semoga bermanfaat The Secret Ingredient Is Always Love Denia Kitchen

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ke sini dan mau meninggalkan komentar manis atau pertanyaan di sini. Komentar promosi produk dan jualan tidak akan saya tampilkan ya, begitu juga dengan nama URL yang saru. Dan untuk yang berkomentar anonymous mohon cantumkan nama ya biar saya tahu yang berkomentar siapa kan enak jadi bisa panggil mas atau mba. Terima kasih.