Tips membuat bawang goreng Renyah dan Garing tanpa membuat mata pedih

Di dalam kuliner Indonesia bawang merupakan bumbu dapur wajib yang senantiasa ada pada masakan Indonesia. Tidak hanya bawang merah, bawang putih dan  daun bawang pun dipakai dalam membumbui masakan nusantara. Masyarakat Indonesia mengenal bawang tidak hanya terbatas sebagai bumbu masakan namun juga sebagai obat tradisional. 
Ketika saya masih kecil. Ibu saya suka sekali membalur badan saya dengan tumbukan bawang merah yang ditambahkan sedikit minyak  di area dada sebagai obat tradisional tak kala pilek menyerang. Sampai sekarang pun resep ini tetap saya pakai kepada anak saya jika thiya pilek. Menurut wikipedia bawang mengandung efek antiseptik dan senyawa alliin. Senyawa alliin oleh enzim allinase di ubah menjadi asam piruvat, amonia dan allisin sebagai anti mikoba yang bersifa bakterisida.  Oleh karena itu tak kala musim pilek melanda. Sebelum memberikan anak saya obat modern (pereda influenza) sebagai penganut paham " bijak menggunakan obat -obatan" maka bawang merah adalah senjata pamungkas saya untuk mengurangi rewel yang di alami anak saya terlebih lagi di malam hari.
Pilek pada bayi / balita akan sangat berbahaya jika sistem tubuh nya tidak bisa mengeluarkan lendir tersebut sehingga mengganggu jalan pernapasan.Jika ada  Anak pilek/ sakit  maka ibu nya biasanya terjaga semalaman karena anak akan sangat rewel. Sebagai working mom (saat itu)  , saya telah melewati masa dimana terjaga semalaman dan besok nya mesti bekerja. Subhanallah sekali :). Sedikit tips jika ada pembaca yang mengalami anak sedang pilek yaitu dengan menumbuk kasar bawang merah tambah sedikit minyak telon / kayu putih dan balurkan ke badan anak. Insyaallah lumayan membuat anak nyaman selama beberapa jam dan ulangi lagi jika anak mulai tak nyaman /menangis. Thiya biasanya akan bersin dan lendir nya encer. Buru - buru saya seka dengan tisu. Tapi jika lendir nya tidak keluar harus segera di bawa ke dokter karena akan sangat berbahaya.

Kembali lagi ke bawang merah :), atas andil si bawang yang sangat besar maka dapur tanpa bawang bagi saya hambar :). Namun untuk yang tak suka sama aroma bawang seperti kakak saya tak kala menikah lama - lama luluh juga. Nah kendala saat mengiris bawang adalah mata perih. Bawang mengandung senyawa sulfur yang sifatnya mengiritasi mata. Ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampak iritasi saat mengiris/ mengupas bawang yaitu : 

  1. Masukkan bawang ke dalam kulkas. Kupas dan Iris bawang dalam keadaan dingin, hal ini bertujuan untuk menghambat laju reaksi pembentukaan asam sulfur yang terlepas di udara dan kontak pada mata kita
  2. Nyalakan lilin dan kupas / iris bawang di dekat lilin tersebut. Hasil pembakaran lilin  akan mengikat sulfur yang terbentuk oleh reaksi bawang sehingga mengurangi asam sulfur di area kerja kita
  3. Kupas bawang sambil pakai kacamata safety K3 (hehehehe bercanda)
  4. Rendam bawang dalam air selama 15 menit lalu kupas. Cara ini saya tuangkan dalam video youtube saya. Cara ini saya lakukan karena tidak ribet dan bisa mempermudah proses pengupasan bawang dalam jumlah yang banyak.


Pada masakan indonesia umumnya setelah masakan selesai dan akan disajikan maka diberikan taburan bawang goreng pada atas masakan. Begitupun dengan keluarga saya. Biasanya saya membelinya di pasar kemasan 250 gram. Namun jika ada niat dan sedikit usaha ternyata kita bisa dengan mudah membuat bawang goreng renyah, kliuk dan sehat sendiri (homemade).

Cara membuat Bawang Goreng Garing dan Renyah 

1. Rendam bawang dalam air selama minimal 15 menit. Hal ini untuk mempermudah mengupas bawang dan membuat mata tidak pedih saat mengiris tipis


2. Iris tipis bawang dengan menggunakan pisau yang tajam, atau bisa menggunakan food processor


3. Remas - remas bawang dengan 1 sendok makan garam (bawang sekitar 250 gram) , beri air lalu tiriskan  dan beri sedikit tepung beras aduk rata. Jika suka beraroma bisa tambahkan 1 sendok makan margarin pada minyak goreng. 
4. Jika harga bahan baku bawang tinggi bisa di siasati dengan mengiris tipis punggung kubis. Biasanya tulang / punggung kubis di buang. Nah abang bakso  biasanya mengiris tipis punggung / tulang kubis lalu di remas bersama bawang untuk di goreng bersama dengan bawang goreng. Ada juga yang mencampurnya dengan irisan mantang/ubi jalar namun menurut saya terlalu keras dan kliuk. Jika untuk di konsumsi sendiri kenapa perlu untuk di campur dengan punggung kubis kan?. abang bakso di  tempat saya pun terpaksa akan melakukan ini jika harga bawang mencapai Rp.150rb/kg. 



5. Siapkan minyak panas goreng bawang hingga kuning keemasan. Hati -hati saat menggoreng bawang. Proses pemasakan bawang akan berlajut ketika di angkat. Angkat saat bawang telah kekuningan di pinggirnya jika ingin bawang seperti kuning emas, jika bawang di angkat saat warna nya kuning emas bawang akan berwarna kecokelatan. Nanti dikira gosong :)


6. Bawang goreng yang  telah siap, angkat tiriskan lalu saat telah dingin masukkan ke wadah kedap udara. 


Note:
Warna bawang goreng bisa di sesuaikan dengan permintaan. Untuk makanan khas arab biasanya bawang goreng kecoklatan agar warna nya tidak kalah dengan nasi samin /biryani , namun untuk taburan nasi uduk, bakso kuning keemasan telah cukup. Saya biasanya menggunakan sisa minyak menggoreng bawang untuk minyak saat menumis sayur/ nasi goreng atau saya jadikan baceman bawang. 

Selamat mencoba
Semoga bermanfaat


No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ke sini dan mau meninggalkan komentar manis atau pertanyaan di sini. Komentar promosi produk dan jualan tidak akan saya tampilkan ya, begitu juga dengan nama URL yang saru. Dan untuk yang berkomentar anonymous mohon cantumkan nama ya biar saya tahu yang berkomentar siapa kan enak jadi bisa panggil mas atau mba. Terima kasih.