Bihun Goreng

Saat berangkat kerja dan sekolah umumnya setiap ibu menyiapkan menu sarapan pagi masing - masing untuk keluarganya. Tak terkecuali ibu saya.  Resep andalan untuk sarapan biasanya Nasi Goreng dan Mie goreng dan Bihun goreng. Bihun berbeda dengan Soun. Jika Soun terbuat dari tepung sagu dan biasanya di gunakan untuk pelengkap pada model dan tekwan (makanan khas palembang) maka  bihun digunakan untuk sebagai bahan  utama makanan dengan di olah menjadi bihun goreng. Seiring berkembangan teknologi saat ini bihun ada yang terbuat dari jagung. Saat saya masih kecil, bihun di pasar palembang hanya ada 1 jenis yaitu bihun dari beras

Bihun beras memiliki teksur mie dengan bagian yang tak kaku serta gampang patah, berbeda dengan bihun jagung yang lebih kenyal dan tak gampang patah. Saat saya masih kecil, Mie putih pada bakso terbuat dari bihun beras, namun sekarang pedagang Palembang telah beralih ke Bihun jagung. Selain karena alasan ekonomis, Bihun beras lebih sulit di temui.

Sebagai orang yang telah terbiasa menyantap bihun dari beras, lidah saya telah menyesuaikan dengan cita rasanya dan ada saat saya kangen dengan kuliner jadul yang tergerus dengan makanan luar dan produk pabrikan. Bihun beras sendiri setahu saya masih dikeloka secara traditional.


Hasil membaca di wikipedia, bihun sendiri berasal  bahasa Tionghoa, yaitu “Bi” artinya beras dan “hun” artinya tepung. Bahan baku bihun sendiri terbuat dari tepung beras dan dalam bahasa Inggris disebut rice vermicelli atau rice noodles atau rice sticks. Bihun juga memiliki kandungan gizi yang baik untuk kesehatan. Bihun mengandung energi sebesar 360 kilo kalori, protein 4,7 gram, karbohidrat 82,1 gram, lemak 0,1 gram, kalsium 6 miligram, fosfor 35 miligram, dan zat besi 1 miligram. Hasil ini didapatkan berdasarkan penelitian terhadap 100 gram mi bihun, dengan jumlah yang dikonsumsi 100%.

Sejak 1 Juli 2014, Food and Drug Administration Taiwan menetapkan bahwa hanya produk yang dibuat 100% beras dapat diberi label dan dijual sebagai "米粉" di Taiwan, biasanya diterjemahkan sebagai "bihun nasi" atau "mi beras". Jika produk tersebut mengandung pati atau bubuk biji-bijian lainnya sebagai bahan namun terbuat dari setidaknya 50% beras, maka akan diberi label sebagai "調和 米粉", yang berarti "bihun dicampur". Produk yang terbuat dari kurang dari 50% beras tidak dapat diberi label sebagai bihun. Lalu kapan pemerintah Indonesia akan melakukan hal serupa? Disini baik Bihun Beras atau Bihun dari tepung jagung di beri Label yang Sama yaitu BIHUN. Sebagai Konsumen saya kita mesti jeli membaca komposis bahan yang biasanya akan tertera sesuai bahan nya apakah dari beras atau pati jagung. 

Ingin mencoba Bihun Goreng ala ibu saya, berikut resepnya

Bihun Goreng Bumbu Tumis 

Bahan 
150 gram bihun , rendam dengan air dingin hingga lunak , tiriskan
3 lembar kubis ( buang punggu nya iris kasar)
1 batang daun bawang , iris-iris
1 batang seledri, iris-iris
100 gram Udang (kupas ,kucuri jeruk nipis) *optional
1 butir telur
1 sdm saos tiram (optional)
2 sdm kecap manis
1/2 sdt minyak wijen (optional)
1/2 sdt garam
Minyak secukupnya

Bumbu Halus 
5 siung bawang merah
2 siung bawang putih 
1/2 sdt merica

Cara membuat :
  • Tumis bumbu halus  hingga harum , masukkan udang aduk aduk, 
  • Tambahkan kubis, Bihun aduk rata, tambahkan telur aduk rata sampai matang dan air yang ikut pada bihun bisa kering. Matikan api
  • Tambahkan daun bawang, seledri, kecap manis, minyak wijen, saus tiram. Hidupkan api kembali, aduk - aduk dengan cepat
  • Sesaat sebelum di matikan tambahkan garam, aduk rata 
  • Siap untuk di sajikan


Semoga bermanfaat

 The Secret Ingredient Is Always Love
 Denia Kitchen

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung ke sini dan mau meninggalkan komentar manis atau pertanyaan di sini. Komentar promosi produk dan jualan tidak akan saya tampilkan ya, begitu juga dengan nama URL yang saru. Dan untuk yang berkomentar anonymous mohon cantumkan nama ya biar saya tahu yang berkomentar siapa kan enak jadi bisa panggil mas atau mba. Terima kasih.