Ayam kecap ala my mom

Ibuku adalah orang Palembang, lahir di Palembang, namun besar di Jakarta. Dan menetap di Palembang saat menikah dengan ayah yang orang palembang. Mungkin karena terbiasa di Jakarta saat kecil dan remaja, beberapa masakan ibu ada yang percampuran sunda, betawi dan jakarta. 

Ayam kecap yang suka di buat ibu menggunakan kacang tanah sebagai campuran, irisan cabai hijau, tomat dan bawang merah dan bawang  putih. Ayam goreng berbalur dengan Kacang tanah pedas manis adalah kombinasi yang pas. Kami biasa menyantap ayam kecap bersama sambal nanas dan nasi minyak. Saat masih kecil, ibu biasa membuat masakan ini saat perayaan  ulang tahun. Ulang tahun kami tidak pernah dirayakan dengan mengundang banyak orang, cukup dengan makan bersama dengan nasi minyak, ayam kecap ,sambal nanas pada satu hidangan. 
Rasanya maksyus. 


Ayam kecap khas palembang ini biasa di jadikan makanan utama saat pernikahan. Bersama pentol daging, ayam keca, nasi minyak, nasi putih selalu tersaji sebagai lauk makan di pernikahan orang palembang.  Dahulu saat saya masih kecil, dan acara makan di resepsi pernikahan dilakukan dengan cara "ngidang". yaitu cara makan yang dilakukan dengan cara makan bersama dalam grup kecil -kecil dan makanan disajikan dengan nasi dalam tampa kuning berukuran sedang (biasanya nasi minyak dan nasi putih dalam satu wadah) dan sekeliling nya piring - piring dengan isi bermacam macam yaitu pentol, ayam kecap, rendang, sambal nanas, lalapan, buah , air dalam gelas untuk minum, piring dan air kobokan (air untuk cuci tangan) membentuk lingkarang kecil. Semua makanan disajikan  di atas taplak meja dan tersedia beberapa lingkaran minimal 30 - 50 lingkaran kecil untuk satu kali rombongan tamu makan.  Lauknya disiapkan dalam  jumlah 8 -10 pcs di setiap piring kecil dan ditata mengelilingi tampah nasi tersebut. 

Acara Ngidang ini memerlukan koordinasi banyak pihak sebagai panitia karena Tamu undangan "dipaksa makan" dalam kelompok kecil dan campur baur. Biasanya yang tak kenal pun akan saling menyapa dan makan dalam porsi secukupnya. Para tamu akan antri jika rombongan besar belum selesai makan, jika telah selesai panitian akan segera membereskan lokasi dan menata ulang makanan untuk rombongan selanjutnya. Panitia Anak / Remaja bertugas memilah lauk /piring -piring yang harus di singkirikan untuk di cuci atau membawa ke dapur untuk di isi /di tambah dengan lauk baru. Saya yang masih kecilpun akan menjadi bagian dari Ngidang itu. Terkadang bertugas sebagai pembawa lauk makan, dan merapikan sisa makanan. Umumnya piring yang berisi ayam kecap  akan disingkirkan karena kuah dan isinya telah habis dan kotor , sedangkan jika berisi pentol akan di bawa ke dapur untuk di isi ulang. 

Namun tradisi Ngidang perlahan -lahan mulai di tingkalkan berganti dengan prasmanan. Terkadang untuk daerah yang masih kental tradisionalnya akan tetap mempertahankan tradisi. Tapi untuk keluarga saya, saat saya menikah sudah tidak memakai metode Ngidang lagi, Prasmana emang lebih praktis. Umumnya di Palembang, walau prasmanan pun kita masih makan dengan cara duduk, karena panitia masih menyediakan Kursi duduk dalam jumlah yang mencukupi, berbeda jika di kota besar seperti Jakarta dan acara di hotel, terpaksa makan sambil berdiri. Oleh karena itu terkadang kami memilih untuk tidak  makan. wkwkwkw

Kembali lagi ke ayam kecap kali ini, situasi dan ekonomi tidak seperti dahulu yang bisa membuat ayam kecap kala acara keluarga atau nikahan. Sekarang kapanpun bias buat ayam kecap, apalagi harga ayam terkadang lebih murah atau setara dengan harga ikan. Tertarik untuk membuat ayam kecap ala ibu saya, berikut resepnya

Ayam Kecap ala My mom (Ayam Kecap Palembang)

Bahan : 
1/2 kg ayam (potong -potong)
125 gram Kacang tanah ( goreng sebentar lalu di tumbuk kasar)
15 siung bawang putih Iris -iris goreng kering
10 cabe hijau keriting potong -potong
5 cabe rawit hijau potong -potong
air 100 -150 ml
1 buah tomat potong potong
kecap manis 3 - 4 sdm 
garam 1 sdt

Cara membuat 
Bersihkan air yang baru di beli. Scrup dengan garam kasar untuk membersihkan lendir /bau layur pada badan ayam siram dengan air lalu tiriskan

Goreng Kacang tanah dengan minyak sayur secukupnya. Jangan menggoreng kacang sampai kecoklatan karena proses pemasakan kacang akan terus berlanjut walau telah diangkat. Dinginkan lalu tumbuh kasar. Saya menggunakan blender dry mill. Giling sebentar saja, jangan sampai terlalu halus. 

Dengan minyak yang sama goreng bawang putih angkat, lalu goreng sebentar ayam hingga berkulit. 

Ambil sedikit minyak lalu masukkan bawang putih goreng dan irisan cabai hijau lalu masukkan Kacang tanah kasar, beli air masukkan ayam , beri kecap masak sampai air menyusut. 

Tambahkan garam, koreksi rasanya. Jika menginginkan lebih encer bisa tambahkan air 50 ml dan tambahkan 1sdm makan kecap

Angkat dan sajikan

Rujak Kangkung Ala Ibu Teman saya

Ketika saya masih sekolah dan bertamu ke rumah sahabatnya. Ibu nya menyajikan masakan yang unik. Rebusan kangkung yang di beri sambal kacang. Sebagai  bukan penggemar sayur, memakan masakan itu merupakan pengalaman yang menarik bagi saya. 

Bertahun -tahun kemudian, tak kala sudah menyadari arti penting nya sayur mayur bagi kesehatan. saya mulai belajar memasak masakan sederhana tapi enak, rujak kangkung ini menjadi menyelamat saya tak kala perut lapar.

Pempek Pistel Tanpa Ikan

Pempek atau Empek - Empek Merupakan Makanan Khas dari Palembang dengan menggunakan ikan atau tanpa ikan. Untuk Pempek yang tanpa ikan orang palembang menyebutnya pempek dos. Nah adonan pada pempek dos ini bisa di beri isian tumisan pepaya dan di sebut pempek pistel. Namun jika mau menggunakan adonan pempek ikan pada pempek pistel ini, tentu lemakk nian ( Enak Sekali)

Seiring berjalan nya waktu, saya baru menyadari Cireng (Aci di goreng) yang berasal dari Bandung, memiliki adonan yang hampir sama dengan pempek dos. hanya bentuk dan penyajian nya saja yang berbeda. Orang Palembang memakan pempek selalu menggunakan cuka. mungkin itu yang membedakan antara Cireng dan Pempek Dos.

Pizza Pao

ini adalah pizza sekaligun roti pertama yang saya buat melalui  pelatihan singkat bogasari. Saat itu ada Bogasari Expo di Palembang. Berbekal uang Rp.50.000 bisa mendapat goodie bag dan 3 resep adonan. Saya yang ingin membuat makanan untuk bekal suami saat pulang ke Lampung, memilih roti sebagai cemilan. Saat itu kami masih LDR an. Berbekal resep di saji saya mengeksekusi resep yang berakhir keriput , keras dll. Penasaran maka saya mengikuti kursus singkat tersebut sehingga tahu dan sedikit paham sebab musabab roti saya yang tak bagus. 

Ayam kung Pao nan menggoda

Suka deh sama resep ini karena lembutnya roti berpadu dengan kriuknya mete, asamnya tomat serta pedasnnya cabe membuat roti ini unik , menarik dan menggiurkan. .Resep ini saya ambil dari buku kanaya press “Resep Roti ala Bakery oleh Kristie I.F.W.  Buku ini adalah pemberian  Bunda lia di kaliurang jogyakarta, yang telah berbaik hati menolong saya walaupun  tak pernah bertatap muka…sehingga menyia-yiakan kebaikan seseorang tampak nya suatu hal yang TERLALU


Kalau memasak tidak ada  “Accident” sepertinya bukan saya banget deh dan lagi kejadian itu ter ulang di resep kali ini, tapi syukurlah hasil roti tidak lah mengecewakan bahkan melebihi harapan saya, hehehehe J. Kejadiannya begini  saya alpa (kelupaan) memasukkan tepung terigu protein sedang (pada resep)  di adonan. Sempat heran kenapa adonanya encer padahal saya telah menimbang sesuai takaran resep dan step by step telah saya ikuti, ternyata tepung terigu segitiga biru sebagai terigu protein sedang masih terpacking utuh tanpa saya buka sama sekali ckckckckc. Well hasil akhir tidaklah mengecewakan jadi tidak terlalu fatal dong.



Roti merupakan makanan yang tidak asing lagi dalam kuliner Indonesia, sejarah Indonesia yang panjang mulai dari kejayaan kerajaan majaparit, sriwijaya telah membuka jalur perdagaran budaya kuliner pun sebenarnya telah dimulai lalu kita mengenal roti canai (kalau dipalembang saya suka menyebutnya roti maryam), ditambah sejarah penjajahan hampir 3.5 abad maka kitapun mengenal roti-roti yang sesuai selera bangsa Eropa, namun perpaduan itu semua bangsa melayu memiliki roti khas yang tak kala enaknya dan kita mengenalnya dengan roti jala (kapan-kapan saya posting resepnya).  Roti adalah salah satu makanan tertua di dunia, roti  berawal dari Mesir dan Mesopotamia. Roti ditemukan saat mereka mencari cara lain untuk menikmati gandum. Roti merupakan sumber karbohidrat yang terbuat dari bahan terigu, pengembang/ yeast, lemak.

Berdasarkan proteinnya, tepungterigu terbagi atas :

  1.  Tepung terigu protein tinggi 13 % – 14 % untuk merk Cakra Kembar, tepung ini sangat cocok untuk membuat roti dan mie
  2.  Tepung protein sedang dengan merk Segitiga Biru 11 % – 12 %, tepung ini dapat diaplikasikan untuk aneka makanan
  3.  Tepung protein rendah dengan merek Kunci Biru max 11 %, khusus diproduksi untuk membuat kue kering, cake dan biskuit.
Diresep ini ada 2 jenis tepung terigu yang dipakai yaitu protein tinggi seperti cakra kembar dan protein sedang dikenal di Indonesia dengan segitiga biru.

Pembukaan saya kepanjangannya , untuk informasi lebih jelas tentang per teriguaan silahkan buka link biru yang telah disediakannya.
Ayam Kung Pao
 Bahan isi :
250 gram daging ayam tanpa kulit, potong dadu
1 sdm air jeruk nipis
½ sdt garam
½ sdt merica bubuk
1 sdm madu
4 sdm minyak goreng
4 butir bawang merah, iris halus
5 sing bawang putih, cincang halus
1 buah bawang bombay, cincang halus
50 gram kacang mete goreng
10 cabai merah, iris setebal 1 cm dan goreng kering
3 sdm saus tiram
2 sdm kecap manis
1 sdm minyak wijen

Cara membuat isi:
1.      Aduk rata daging ayam, air jeruk, garam, merica dan madu. Diamkan selama 15 menit
2.      Panaskan minyak, tumis bawng merah, bawang putih dan bawang Bombay hingga harum
3.      Masukkan daging yang berbumbu, aduk hingga berubah warna
4.      Tambahkan kacang mete, cabai merah,saus tiram, kecap manis dan minyak wijen , masak hingga matang angkat sisihkan

Bahan adonan roti :
700 gram terigu protein tinggi
300 gram terigu protein sedang
230 gram gula pasir
20 gram ragi bubuk
3 gram bread improver (saya skip)
30 gram susu bubuk
18 gram garam
400 ml air
3 butir telur
150 gram margarine

Olesan : susu evaporasi (saya ganti dengan 1 sdm susu bubuk dilarukan 1 sdt air)

cara membuat roti
1. campur bahan kering kecuali margarine hingga tercampur rata
2.  tambahkan air dan telur aduk dengan kecepatan sedang
3. tambahkan margarine , aduk hingga kalis dengan kecepatan sedang. Diamkan adonan selama 15 menit hingga mengembang
4. kempiskan adonan, timbang adonan kurang lebih 50 gram, bulatkan dan istirahatkan 10 menit
5. pipihkan adonan setebal 2mm, beri isi 1sdm, rapikan
5. Susun adonan roti di Loyang, diamkan selama kurang lebih 90 – 120  menit
6. Beri olesan susu evaporasi, panggang  selama 15 menit sampai matang.

sesudah dipanggang rias dengan saos sambal seperti gambar disebelah kanan yang kiri belum dioles susu evaporasi dan belum dipanggang.